Friendship Is Love

Friendship Is Love
(08) Keterlaluan


__ADS_3

—Friendship Is Love—


Setelah kejadian kemarin di kantin Zaki merasa sangat kesal pada Erlangga dan dirinya sendiri, karrna mulai dari kemarin Karin marah padanya entah bagaimana lagi cara yang akan Zaki lakukan untuk meminta maaf pada sahabat tercintanya itu, karena Karin adalah tipe cewek yang susah memaafkan seorang cowok yang sudah menyakiti hatinya.


Karin sosok yang sangat berharga bagi Zaki, Karin bagaikan bidadari tanpa sayap yang selalu menemaninya dalam duka maupun suka, tidak biasanya juga Karin semarah ini padanya, Zaki sebenarnya sangat mencintai Karin, tapi Zaki rasa itu semua hanya harapan kosong yang ia rasakan, Zaki hanya ada mencintai Karin dalam diam.


Bagaimana pun caranya Zaki akan tetap meminta maaf pada Karin walaupun Karin tidak akan memaafkannya, walaupun sudah berkali-kali Zaki pulang pergi balkon rumah Karin namun Karin tetap saja tidak ingin bertemu dengannya.


Hanya karna kejadian di kantin itu mampu membuat hati dan perasaan Karin tertutup untuk Zaki, tapi apakah hati dan perasaan Karin tertutup selamanya?


—Friendship Is Love—


Untuk ke-10 kalinya Zaki pergi ke balkon rumah Karin untuk menemui Karin, untuk kali ini apa Karin akan menemui Zaki?


"Rin," panggil Zaki dari luar balkon 'Rin gue mohon maafin gue, bukan maksud gue buat larang lo!" lanjut Zaki berteriak, tanpa Zaki duga Karin pun keluar untuk menemuinya namun siapa sangka ternyata Karin menemui Zaki hanya untuk mengatakan sesuatu yang tak Zaki duga.


"Heh lo gak punya kerjaan apa malam-malam gini ganggu gue?!" bentak Karin "Mendingan lo pergi sekarang atau gue siram lo pake air panas!" lanjut Karin bernada ancaman.


"Tapi kan Rin gue ke sini hanya ingin meminta maaf sama lo Rin,"


"Gue gak butuh dan gak peduli!"


"Rin gue tau gue bukan siapa-siapa lo, gue kaya gitu karena gue gak mau lo disakitin sama Erlangga!"


"Lo emang bukan siapa-siapa gue, apa peduli lo sama gue kalo buktinya lo sendiri juga sering sakiti hati gue!"


"Bukan maksud gue kaya gitu Rin,"


"Lebih baik lo sekarang pergi, lo pergi cepet!"


"Maaf, gue minta maaf, maafin gue Rin, maaf."


Kata maaf itu mengalir terus dari mulut Zaki, tapi Karin tetap tidak menghiraukannya ia tetap tak ingin mendengar apapun yang Zaki ucapkan.


"Okeh kalo itu mau lo gue yang akan pergi." dengan sengaja Karin membanting jendela balkonnya tanpa memperdulikan Zaki.


Karin tetap menangis dalam diam, ia tidak bisa membayangkan sebelumnya jika persahabatannya dengan Zaki akan seburuk ini.


Zaki memang bukan siapa-siapa Karin, dan mungkin hanya sebatas sahabat.


"Argh sial kenapa jadi kaya gini?! Zaki  terlalu posesif," ucap Karin frustasi "Lo bukan siapa-siapa gue Zak, lo bukan, bukan argh." lanjut Karin kesal.


—Friendship Is Love—


Zaki merasa dendam pada Erlangga, Zaki pikir ini semua karena Erlangga, tanpa banyak pikir Zaki pun langsung saja mengirim pesan singkat untuk Erlangga.


Zaki Ptra


Temuin gue besok di taman sekolah!


Erlangga yang sedang berada di kamar melakuan kegiatannya merasa sedikit terganggu dengan bunyi handphone yang terus berdering.


"Siapa sih? Ganggu orang belajar aja!" gerutu Erlangga lalu langsung mengambil handphone yang tergeletak di meja.

__ADS_1


"Zaki?" Erlangga mengernyit, tanpa tunggu lama ia pun langsung membalas pesan singkat itu.


AnggaEr


Ngapain gue harus temuin lo?


ZakiPtra


Gue hanya ingin ngomong sama lo!


AnggaEr


Gue sibuk!


ZakiPtra


Lo pengecut ,lo takut sama gue?!


AnggaEr


Kalo ngomong jaga ,gue bukan pengecut!


ZakiPtra


Kalo lo bukan pengecut lo temuin gue!


AnggaEr


Oke gue akan temuin lo!


ZakiPtra


—Friendship Is Love—


Sesuai janjinya saat malam itu Erlangga pun dengan segera menemui Zaki pada jam istirahat pertama entah apa yang akan dibicarakan oleh Zaki pada Erlangga.


Zaki yang sudah standby di taman itu sedang duduk seperti cacing kepanasan "Lo dateng juga, gue kira lo pengecut!" sinis Zaki terlihat emosi "Jaga omongan lo! Gue bukan pengecut!" bentak Erlangga.


"Oke gue ajak lo ke sini karena gue mau ngomong sama lo!" ucap Zaki "Gak usah pakai alasan, to the point!" ucap Erlangga sinis, tanpa tunggu lama Zaki pun bicara yang sebenarnya.


"Mulai sekarang lo jauhin Karin!"


"Siapa lo berani ngatur gue!"


"Lo gak usah banyak omong!"


"Lo gak punya telinga? Kemarin Karin bilang apa? Lo hanya teman ngerti lo!"


"Banyak omong lo!"


Zaki telah kehilangan kesabarannya, ia pun yang langsung saja menghajar Erlangga hingga terjatuh.


Brug..

__ADS_1


Erlangga tersungkur ke tanah membuat wajah Erlangga sedikit lebam karena ulah bodoh Zaki yang terbawa emosi, Erlangga tidak tinggal diam, dia pun langsung bangun untuk menghajar balik Zaki.


"Lo mukul gue?! ******** banget lo! Gak sopan lo sama gue!" ucap Erlangga yang langsung menonjok balik wajah Zaki "Gue gak peduli lo siapa! Kenapa gue harus sopan sama lo!" balas Zaki tak mau kalah.


Aksi saling tonjok itu masih berlangsung lama hingga wajah diantara mereka berdua memar dan berdarah dari dalam hidungnya.


Tari yang berlari-lari karena terkejut dengan berita yang ia dengar tadi, Tari pun langsung saja memberitahu berita itu pada Karin.


"Rin...Rin gawat Rin!" teriak Tari "Kenapa sih?" tanya Karin datar


"Gawat Rin gawat,"


"Iya gawat kenapa, why?"


"Zaki mukulin kak Erlangga ditaman sekolah,"


Mendengar ucapan Tari, Karin histeris mendengar itu, tanpa banyak bertanya lagi Karin pun langsung berjalan menuju taman sekolah.


—Friendship Is Love—


Saat tiba di taman sekolah Karin melihat secara langsung aksi saling tonjok itu Karin pun tidak tinggal diam.


"Stop, berhenti!" teriak Karin.


Karin pun langsung menghampiri mereka berdua "Lo berdua apa-apaan sih kaya anak kecil tau!" bentak Karin yang lalu membanty Erlangga untuk bangun.


Dan tidak pernah Zaki duga ternyata Karin malah membantu Erlangga yang meringis kesakitan bukan dirinya.


"Kak gak pa-pa kak?" tanya Karin khawatir "Gue gak pa-pa Rin hanya memar sedikit aja, dan mungkin hidung gue juga hanya berdarah sedikit," respon Erlangga.


Karin mendekati Zaki yang masih dengan perasaraan tak terima.


"Apa maksud lo hajar kak Erlangga?! Mau jadi jagoan lo!" bentak Karin dengan tatapan horor.


"Bukan maksud gue kaya gitu Rin, gue hanya ingin Erlangga jauhin lo!"


"Kenapa lo nyuruh kak Erlangga jauhin gue seenak jidat lo? Terus lo hajar dia, emang lo siapanya gue?!"


"Gue tau gue emang bukan siapa-siapa lo, tapi gue gak rela liat lo sama orang lain."


Deg…


Detak jantung Karin berdetak tak karuan setelah mendengar pengakuan Zaki.


Lo harus bersikap seolah lo marah sama dia, Rin.


Karin hanya bersikap seolah biasa saja mendengar pengakuan Zaki barusan.


"Gue gak peduli dengan alasan basi lo!"


Karin langsung mendekati Erlangga untuk membawanya ke Uks "Ayo kak, aku bantu ke UKS."


Erlangga menanggapinya hanya dengan tersenyum, Karin membalikkan badannya menatap tajam Zaki dan berkata dengan sinis.

__ADS_1


"Lo udah keterlaluan Zak!" tegas Karin dengan sengaja menekan kata 'keterlaluan.'


Zaki hanya menatap kepergian Karin dengan tatapan kosong. Dan tak berdaya untuk membalas ucapan Karin lagi.


__ADS_2