
"Jangan menilai orang dari cerita orang."
—Friendship Is Love—
Hari senin ini hari yang sangat Karin benci karena pasalnya selama 30 menit ke depan akan dilaksanakan upacara bendera. Karena berhubung hari ini hari senin Karin pun berangkat lebih pagi, namun anehnya hari ini Karin tidak berangkat bersama Zaki melainkan di antar oleh supir pribadinya.
Saat tiba di sekolah tiba-tiba saja seseorang memanggil Karin "Pagi Karin," sapa seorang cowok yang merupakan Ketua OSIS dia bernama Erlangga, Karin terkejut dengan sapaan itu, ia tidak menyangka bahwa Erlangga akan menyapanya.
"Eh kak Erlangga, pagi juga kak." jawab Karin sopan "Boleh bareng kan masuknya?!" ajak Erlangga tersenyum manis, saking manisnya bisa melebihi gula dan membuat cewek-cewek khususnya Karin "Hmm iya kak, ayo."
Di setiap sudut sekolah semua mata tertuju pada Karin dan Erlangga, siapa sih yang gak kenal sama Erlangga Ketua OSIS yang ganteng, keren, sopan dan baik hati pasti semua siswa-siswi di sekolah itu tau, para siswi yang melihat siaran secara langsung itu melihat dengan tatapan tak terima karena merasa iri.
Ih kak Erlangga so sweet banget, iri aku bang.
Gue gak terima ih harusnya kan gue.
Cocok banget ganteng dan cantik.
Aku gak rela bang.
__ADS_1
Sakit hati dede bang, hayati nangis darah.
Beberapa komentar yang baik dan buruk Karin terima, Karin merasa tidak enak harusnya ia tidak menerima tawaran Erlangga tadi, namun terlambat.
"Gak usah lo dengerin ucapan siswi-siswi tadi yah!" ucap Erlangga karena ia tau bahwa Karin memikirkan hal itu "Iya kak tapi aku gak enak, banyak fans kakak yang marah sama aku, aku gak mau kena masalah." ucap Karin sedikit khawatir "Lo tenang aja ya, gue yakin gak akan terjadi apa-apa." tutur Erlangga berusaha menenangkan Karin.
—Friendship Is Love—
Saat Karin tiba dikelas ia mendapatkan pujian dari seorang sahabatnya Tari, Tari hanya ingin yang terbaik untuk Karin ia pun berusaha lebih mendekatkan Karin dengan Erlangga karena Tari tak ingin Karin terlalu berharap pada Zaki, cowok gak peka dan gak punya perasaan.
"Cie yang bareng sama Ketua OSIS nih ekhem…ekhem, ganteng juga Rin." goda Tari pada Karin yang hendak duduk "Apaan sih biasa aja kali." jawab Karin "Haha ya ampun kalo biasa aja kenapa muka lo merah?" tanya Tari sedikit meledak.
"Gak lah ya kali muka gue merah, gue kan bilang biasa aja kok," jawab Karin lalu melihat wajah nya dicermin, cermin yang selalu ia bawa sewaktu ke sekolah "Haha iya deh serah lo," Tari hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Karin yang sedikit aneh.
Pegel banget gak kuat gue upacara kaya gini.
Gak ada lo gue kesepian Zak.
Kapan lo balik dari Palembang?
__ADS_1
Tapi apa mungkin lo akan merindukan gue disana?
—Friendship Is Love—
Setelah upacara selesai Karin dengan cepat menarik Tari untuk pergi ke kantin, kebiasaan Karin maupun semua siswa-siswa di hari senin setelah upacara pasti akan mengunjungi kantin terlebih dulu.
"Tari cepet ntarnya penuh, panas kalo penuh." ucap Karin terburu-buru "Keep calm down Rin, kaya kantin mau pindah aja." balas Tari berlaga gaya inggris "So Inggris lo!" respon Karin "Gue emang bisa kali!" protes Tari tak terima.
"Ah haus gue akhirnya hilang juga, seger kaya udah mandi es haha." ucap Karin berlebihan "Lebay lo Rin kaya gak minum 10 tahun aja!" ejek Tari "Biarin suka-suka gue dong," balas Karin tak terima.
Dari arah yang berlawanan tampaklah seseorang yang sepertinya Karin dan Tari kenali, Erlangga yang habis dari kamar mandi menghampiri mereka berdua yang masih diam mematung di kantin.
"Kak Erlangga, kesempatan lo Rin," bisik Tari "Apaan sih gak mau ah males," bisik balik Karin yang jelas-jelas menolak tapi Tari tidak memperdulikannya.
"Hai Rin haus banget kayanya," sapa Erlangga "Hah iya nih kak, panas soalnya." jawab Karin ragu "Oh ya udah kalo gitu aku duluan yah kak, biar kakak sama Karin bisa berduaan bye Karin bye Kak." pamit Tari yang sengaja meninggalkan Karin dengan Erlangga.
"Tari, bareng gue aja temenin, lo itu jahat banget sih!" teriak Karin, namun Tari tidak menggubrisnya "Udahlah Rin percuma dia gak akan balik," ucap Erlangga "Eh? I-iya kak," jawab Karin gugup "Ya udah kalo gitu, lo mau balik ke kelas kan? Bareng aja yu, kebetulan kelas kita searah." ajak Erlangga.
"Iya kak boleh tapi--," Karin sengaja memotong ucapannya "Tapi kenapa?" tanya Erlangga mengernyit heran "Ta--tap--tapi jaga jarak ya kak, aku gak mau ada gosip atau cibiran lagi tentang kita." ucap Karin merasa tidak enak, sedangkan Erlangga hanya men'iya'kan.
__ADS_1
Kak Erlangga, dia baik, ganteng tapi gak cocok buat gue.