
Cella sangat bahagia, rasanya seperti terbang di atas awan. Cella masih membayangkan akan hal tadi.
Karena pada pasalnya Zaki seseorang yang baru ia sukai saat pertama sekolah mengantarnya pulang hingga ke rumahnya dengan selamat.
Karena Cella sudah merasa lelah ia pun langsung saja merobohkan tubuhnya.
"MIMPI APA GUE?" teriak Cella dengan volume di atas rata-rata dan membuat seorang asisten di rumah Cella terkejut dan langsung menghampiri kamar Cella.
Pintu kamar Cella terbuka hal itu memudahkan Bi Kiyem untuk masuk ke dalam kamar Cella.
"Laweladalah ono opo toh non?"tanya Bi Kiyem menggunakan logat Jawanya.
"Eh? Bibi kenapa Bibi ada di kamar aku?"tanya Cella yang terkejut dengan kehadiran Bi Kiyem.
"Yeh non gimana sih kan tadi non teriak-teriak, terus tadi Bibi liat non malah melamun"ucap Bi Kiyem to the point.
"Hehe Bibi apaan sih! Aku gak papa kok. Masalah tadi aku teriak ya karena aku lagi seneng aja."
"Oh hadeh non Bibi kira ono opo toh. Yowis Bibi kembali ke dapur ya!"
"Ya Bi,"
****
Karin terus meneteskan air matanya karena ia melihat Zaki membonceng Cella dan mengajak Cella pulang bersamanya.
Karin Langsung melempar tasnya ke atas kasurnya "Udah gue tebak Zaki memang mulai menyukai Cella!" ucap Karin yang terus menangis.
Tok...tok...tok...
Suara ketukan pintu dari luar kamar Karin. Ya tentu saja itu Lisa Mama Karin. Lisa dari tadi curiga dengan keadaan Karin yang pulang-pulang dengan mata merah dan sembab lalu langsung berlari menuju kamarnya.
"Rin kamu kenapa pulang-pulang matanya merah?" tanya Lisa dari luar kamar. Terdengar suara isakan dari dalam kamar Karin membuat Lisa semakin khawatir.
Dengan cepat Karin menjawabnya, karena Karin tidak ingin Mamanya semakin curiga "Gak papa kok Ma hanya kelilipan!" dusta Karin dari dalam kamar karena enggan membuka pintu.
"Ya udah Mama mau pergi dulu, kamu istirahat aja dulu ya!"
"Hm, Ok Ma."
"BENCI!" teriak Karin.
"Huft untung Mama lagi pergi"
"Tapi intinya gue kecewa sama lo!"
Namun Karin akan mencoba lebih diam dan tidak terlihat begitu cemburu. Karin pun akan berusaha untuk melupakan Zaki dan menjauhinya.
Karin beranjak dari tempat tidurnya lalu menuju balkon dan menatapnya dengan tatapan kosong.
"You just want attention. You don't want my heart. Maybe you just hate the thought of me with someone new."
Tak terasa bagi Karin jika hari ini waktu telah menunjukkan pukul 06.30, tanpa tunggu lama Karin pun mengambil tas gendongnya dan langsung menuruni tangga.
"Pagi Ma!" sapa Karin pada Lisa yang sudah ada di ruang makan.
"Pagi juga nak, sini sarapan dulu!" ajak Lisa.
"Hmm gak deh Ma aku takut telat soalnya!" bantah Karin.
"Kok gitu ini kan baru jam 06.30,"
"Ya gak papa Ma lebih awal kan lebih baik dari pada telat."
"Kamu ini, yasudah minum susu dulu."
Karin meneguk segelas susu "Aku berangkat dulu. Assalammu'alaikum."
"Ya udah iya hati-hati Rin!"
"Hoho sip Ma."
__ADS_1
****
Tiba di sekolah Zaki langsung memarkirkan motornya, motor itu sudah seperti orang yang paling Zaki sayang setelah orang tuanya.
Zaki berharap sangat banyak jika hubungannya dengan Karin akan baik-baik saja seperti sedia kala.
Zaki melangkahkan kakinya berjalan menuju kelas dan menelusuri setiap koridor sekolah.
Banyak komentar baik dan buruk dari siswa-siswi lain tentang Zaki dengan Cella.
Seseantero sekolah menjadi heboh. Karena kemarin ada salah satu murid yang melihat Zaki mengantar Cella pulang. Dan akhirnya gosip itu pun menyebar luas sampai ke telinga Tari maupun Zahra.
Namun sengaja Tari dan Zahra tidak memberitahu Karin akan hal itu. Mereka tidak ingin jika sahabatnya akan lebih sedih dari biasanya.
Wow gila Zaki sang pangeran impian gue lagi pdkt sama murid baru.
Ih dasar ya Zaki jadi cowok playboy!
Kasian woy si Karin! Mau lo ke manain?
Ah udah lah Karin mah buat gue aja!
Lo mah udah sana sama si Cella murid baru aja!
Duh Zaki gue itu dari dulu naksir sama lo, tapi lo gak peka!
Lo ganteng sih Zak, tapi sayangnya selalu php-in cewek ****!
Heh udah deh biarkan Zaki yang milih cewek pilihannya!
Ah gue gak terima kalo Zaki sama Cella! Tapi kalo Zaki sama Karin gue terima banget walaupun gue nyesek aw.
Zak lo sama Karin udah perfect couple banget!
Iya Zak jangan karena ada si Cella lo sama Karin jadi musuhan!
Pertahankan hubungan persahabatan lo Zak!
****
Sedangkan Karin yang baru datang langsung saja buru-buru masuk kelas karena Karin malas melihat siswa-siswi yang senang bergosip.
Dengan napas yang terengah-engah Karin memasuki kelasnya.
"Pagi guys!" teriak Karin.
"Buset jangan teriak kali Rin, by the way kenapa lo terengah-engah begonoh?" tanya Tari.
"Eh ya Tar gue males liat siswi sekolah kita di depan yang selalu bergosip." jelas Karin.
"Hm, hoho Rin banyak gosip di sini mah, mendingan di London anti gosip-gosip club." tukas Zahra yang langsung mendapat tatapan tajam dari Tari.
Lalu menyubit tangan Zahra sebagai pertanda diam "Aw sakit bege!" protes Zahra. Tari hanya mengedipkan matanya. Zahra pun menggangguk mengerti.
"Kalian kenapa sih? Gaje banget!" ucap Karin yang langsung duduk di kursinya.
"Untung dia gak curiga!" bisik Tari pada Zahra
"Maaf Tar."
"Hehe Rin gue bawa gitar tuh!" ucap Tari.
"Yups Rin nyanyi dong, udah lama lo gak nyanyi." sambung Zahra.
"Boleh, nyanyi apa?"
"Rockabye,"
"Jangan lagu payung teduh,"
"Nonono, Exo-Kokobop,"
__ADS_1
"Gak ih, real friends."
"How Long aja Rin,"
"Ya udah Attention-Charlie Puth."
"Ya udah iya Rin itu aja,"
"Kalian itu berisik banget sih! Gue jadi bingung nih," kesal Karin.
"Maaf!" sahut Tari dan Zahra bersamaan.
"Ya udah kalo gitu gue nyanyi Attention."
Jrengg.....
Suara petikan gitar yang nyaring terdengarnya. Jari tangan mungil Karin mulai memainkan gitar dengan lincahnya.
Karin pun mulai bernyanyi.
I know that dress is karma perfume regret
You got me thingking'bout when you were mine
And now I'm all up on ya, what you expect
But you're not coming home with me tonight
You just want attention
You don't want my heart
Maybe you just hate the thought of me with someone new
Yeah, you just want attention
I know from the start
You're just making sure
I'm never gettin over you
Suara tepukan tangan meriah yang ditujukan untuk Karin.
Kiw kiw
Keren gila
Jadi penyanyi aja Rin
Duh sang artis kelas kita
"Thank you all!" ucap Karin. Zaki yang ada di kelas pun sebenarnya mendengar secara langsung saat Karij bernyanyi. Suara Karin sangat merdu dan emas enak didengar semua orang.
Cella pun mengatakan kekagumannya pada Karin karena suara Karin yang sangat merdu, walaupun sebenarnya Cella busuk jika di belakang dan berpura-pura baik di depan.
"Duh suaranya Karin keren ya Zak!" ucap Faris. Zaki hanya berdehem "Hm,"
Suara lo emang keren Rin. Tapi sayangnya gue gak bisa puji lo langsung.
"Eh Zak udah deh lo gak usah gengsi. Puji aja tuh si Karin!" Cerocos Ilham "Apaan sih lo! Gak penting bagi gue!" bantah Zaki.
"Yah lo mau puji aja gengsi!" sinis Faris.
"Bodo amat!"
Karin, Tari begitupun dengan Zahra mendengar langsung dumelan Zaki dan teman-temannya itu.
Dengan cepat Zahra menyindir Zaki dengan suara yang terdengar keras.
"Banci woy mau muji sahabat gue aja malu! Pake so-soan bilang gak penting! Wow cool men!"sindir Zahra.
__ADS_1
"Hoho gak punya nyali ****, malu deh kalo gue kaya gitu mah!" tambah Tari.