
****
Erlangga akhirnya lebih memutuskan untuk mengajak Karin ke tempat rahasia yang hanya ia yang tau dan mungkin Karin yang selanjutnya akan tau, Karin seseorang yang spesial dimata Erlangga, oleh sebab itu ia mengajak Karin ke tempat persembunyiannya di saat ia sedang sedih. Karin adalah gadis pertama yang akan Erlangga ajak ke tempat itu.
Sesampainya di rumah Karin, Erlangga pun berniat untuk mengajak Karin sesuai dengan rencana awalnya. Namun siapa sangka jika Zaki dari tadi melihat kedekatan dan kebersamaan Erlangga dengan Karin.
Ini yang buat gue sakit Rin, tapi gue gak akan ganggu lo, karena gue lihat lo lebih bahagia bareng Erlangga dari pada gue. - batin Zaki.
"Rin," panggil Erlangga.
"Iya kenapa?" tanya Karin.
"Rin gue mau ajak lo ke suatu tempat lo mau kan" ajak Erlangga.
"Hari ini kak?" tanya Karin.
"Iya Rin lo mau kan?"
"Hm, gimana ya kak?" Karin bingung ia pun berpura-pura berpikir.
"Rin gue mohon lo mau kan? Kapan lagi seorang ketua OSIS sekaligus most wanted sekolah memohon sama lo iya gak?"
"Oh gitu, sombong banget ya kak."
"Hm, jadi gimana mau kan?"
"Sebenarnya sih, tapi yaudah ayo, aku mau ganti baju dulu."
"Gak usah Rin, lo gak usah ganti baju karena di mata gue lo mau pake yang formal atau informal juga sama aja, sama-sama cantik."
"Haha kakak mah bisa aja, jadi malu nih."
__ADS_1
"Malu atau malu? Udah yu kita berangkat sekarang selagi belum hujan."
"Iya kak,*
****
Erlangga mulai mengendarai motornya dengan kelajuan sedang, Karin hanya berpikir ke mana kah Erlangga akan mengajaknya pergi, sebelum Karin bertanya tentang semua itu Erlangga telah berhasil menebaknya terlebih dahulu.
"Lo pasti lagi mikir gue mau bawa lo ke mana kan?" tanya Erlangga yang masih sibuk menatap lurus ke depan "Iy..iy..iya kak," sahut Karin gugup.
"Gue mau ajak lo ke suatu tempat yang dikelilingi banyak bunga dan di atas bukit, di situ kita bisa liat pemandangan kota ini."
"Oh iya kak, tapi kak kenapa ya kakak bawa aku ke sana?"
"Nanti juga tau."
Setelah mereka sampai ditempat yang dituju, tanpa tunggu lama Erlangga langsung saja ingin mengungkapkan perasaannya pada Karin.
"Kenapa masih bengong, sini duduk!"
"Hehe iya kak," Karin mendekat, lalu duduk tempat di sebelah cowok itu "Kak aku boleh tanya? Ngomong-ngomong kok aku belum pernah ya mengunjungi tempat ini?" Erlangga terkekeh pelan mendengarnya.
"Yaps Rin soalnya tempat ini tempat peninggalan keluarga gue, dan ini tempat persembunyian gue di saat gue ya merasa gitulah." jawab Erlangga "Dan lo adalah cewek yang pertama kali gue ajak kesini Rin"lanjut Erlangga.
"Hah? Aku? Lalu kenapa aku di ajak kakak ke sini?"
"Karena lo cewek spesial di mata gue,"
Jleb..
Detak jantung Karin tidak karuan setelah mendengar ucapan Erlangga, bingung bagaimana Karin harus menanggapi ucapan Erlangga itu.
__ADS_1
"Hah apa kak? Aku spesial? Haha bercanda kali." Karin terkekeh pelan.
"Ya gitulah Rin lo sangat spesial,"
"Oh, terus kenapa kakak mengajak aku ke sini?"
"Karena gue mau bilang sesuatu yang gue rasa sangat bersejarah bagi diri gue." Karin terpaku, bingung dengan suasana seperti ini. Jantungnya lagi-lagi tak bersahabat.
Tanpa tunggu lama Erlangga pun beranjak dari duduk nya lalu diikuti dengan Karin yang ikutan berdiri karena merasa sangat pegal jika duduk terlalu lama.
"Rin gue mau bilang sesuatu sama lo, ini penting." ucap Erlangga, wajahnya terlihat sangat serius.
"Bilang apa?"
"Gue mau jujur tentang perasaan gue, udah lama gue suka sama lo mungkin gue juga mencintai lo." Erlangga menghela nafasnya sebelum melanjutkan ucapannya "Gue mau lo jadi pacar gue Rin."
Karin mematung, ia hanya membisu mendengar pengakuan dari seorang ketus OSIS yang mengatakan perasaannya pada gadis seperti Karin "Jadi gimana Rin?
"T...tapi kak aku g..gak tau,"
"Karena Zaki?" Karin berdehem, sebenarnya ia merasa tak enak "Ya udah Rin gue gak akan maksa lo."
"Maaf ya kak, beri aku waktu untuk memikirkan ssemuanya"
"Lo tenang aja, kalo sama gue lo santai aja lagian kapan pun juga gue siap buat dengar jawaban dari lo, dan gue akan selalu ada buat lo."
"Makasih kak udah mau ngertiin aku,"
"Santai aja, udah yu kita balik."
Dan pada akhirnya Karin menggantungkan perasaan Erlangga untuk jadi pacarnya. Lalu apakah Karin akan menerima Erlangga atau menolaknya? Dan apakah Erlangga akan siap dengan jawaban Karin?
__ADS_1