
"Gue ga tau lagi harus gimana ,gue sangat mencintai dia namun dia hanya menganggap gue sebagai kakak kelasnya"
'ERLANGGA'
****
Erlangga sangat risih dengan kelakuan Karin yang daritadi hanya menelponnya tiada henti sudah seperti kesetanan namun tetap saja Erlangga tidak berminat untuk menjawab panggilan dari Karin.
Apa gue beneran bisa benci sama dia?
"Gue butuh hiburan,gue bisa gila kalo disini terus!"gumam Erlangga.Erlangga pun mengambil jaket dan kunci motornya yang ia letakkan di kamarnya.
Erlangga tidak tau harus kemana namun ia memilih untuk pergi ke taman tempat persembunyiannya.Sang wanita paruh baya yang merupakan asisten pribadi Erlangga yang bernama bi Dina itu langsung saja menghampiri Erlangga yang terlihat sangat buru-buru.
"Mau kemana den?"tanya bi Dina "Bukan urusan bibi ngerti!"bentak Erlangga dan langsung saja meninggalkan bi Dina di depannya.Bi Dina sudah tau betul dengan sifat Erlangga jika ia sedang marah besar pada seseorang maka dia akan cuek dan membentak orang yang ada di sekitarnya.
Erlangga melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.Hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menitan untuk sampai ke tempat persembunyiannya itu.
****
Dari tadi Karin bulak-balik kamar tiada henti "Apa gue beneran khawatir sama kak Erlangga?segitu khawatirnya gue?"gumam Karin.
Suara ketukan pintu seakan dapat membuyarkan lamunan Karin "Non makan dulu non dari tadi belum makan!"ucap bi Asih asisten di rumah Karin "Ga bi aku ga mau bibi makan aja!"teriak Karin dari dalam kamar.
"Tapi non nanti non sakit!"ucap bi Asih "Bi kalo aku bilang ga ya ga dong bi jangan maksa!"bentak Karin "Ya udah non maaf bibi ke dapur lagi!"pamit bi Asih dari luar kamar Karin.
"Argh,gue jadi kay orang gila gini sih ah,frustasi dari tadi gue telponin dia,tapi dia selalu aja ga angkat!"decak Karin.
"Sebuah kata cinta yang dapat membuat orang hilang kendali dan dapat melakukan apapun karena ke-frustasiaannya."
****
Zaki sebenarnya tau apa yang sedang Karin alami saat ini namun Zaki tidak ingin mengganggunya sedikitpun walaupun ia dan Karin tidak sedang bermusuhan namun ia tidak mau merusak hubungan Karin dengan Erlangga.
"Gue tau apa masalah lo saat!"ucap Zaki yang terus memandang jendela kamarnya "Gue sebenarnya ingin jujur sama lo dari dulu tapi gue ragu Rin!"lanjutnya sebelum Zaki membantingkan tubuhnya di kasur yang berukuran besar itu.
****
Karin merasakan sangat kehilangan 2 orang yang ia sukai,Karin tidak tau sejak kapan perasaan suka itu muncul untuk Erlangga.Karin sangat merindukan sosok Zaki di hidupnya.
Namun mengapa jika Karin membutuhkan Zaki ternyata Zaki tidak ada untuknya "Zak lo kemana sih gue kangen sama lo!"ucapnya pelan "Saat ini gue sangat membutuhkan lo Zak!"lanjutnya.
Apakah ini yang di sebut dengan kata cinta?.
__ADS_1
Apakah mencintai seseorang sangat menyakitkan seperti ini?.
"Cinta akan hadir dengan sendirinya jadi janganlah kau mencari cinta yang tidak tentu tulus atau tidak. Percayalah pada takdir karena mencintai seseorang telah ditakdirkan."
"Karena takdir hidup manusia sudah ada yang mengatur, manusia hanya dapat menerimanya tanpa bisa menolaknya."
Saat kejadian setelah Erlangga pergi ke club dan meminum beberapa gelas alkohol fisik nya mulai lemah namun Erlangga tetap memaksakan dirinya untuk pulang mengendarai motornya.
Sang penjaga club merasa khawatir jika pelanggannya yang terlihat mabuk itu pergi naik motor sendirian. Penjaga club itu berniat menghentikan aksi nekar Erlangga.
"Hey kau jangan pulang sendirian, lebih baik kau di sini dulu sampai kau baikan!" saran penjaga club. Erlangga bukannya menerima ajakan penjaga club tetapi dia malah menepis tangan pria itu dan mendorongnya.
"Kau tega sekali mendorongku! Aku hanya ingin menolongmu!" kesal penjaga club yang tergeletak di pinggir jalan "Jangan ikut campur kau!" bentak Erlangga yang langsung menjalankan motornya dan pergi dari tempat itu.
"Dasar anak muda jaman sekarang, hanya karena putus cinta langsung saja depresi!" gumam penjaga club.
****
Erlangga melajukan motornya dengan kecepatan tinggi diatas rata-rata. Saat itu Erlangga terlihat sangat lelah dan seperti orang yang hilang kendali.
Motor yang di kendarai oleh Erlangga hilang kendali motor itu oleng dan arah nya jadi tidak beraturan. Entah apa yang sedang Erlangga pikirkan sebenarnya hingga ia tidak fokus seperti dan karena efek minuman keras yang ada di club tadi juga yang membuat dirinya seperti orang yang kesetanan.
Erlangga tidak menyadari jika dari arah yang berlawanan ada sebuah truk yang sedang melaju kencang. Erlangga memang tidak melihat jalanan kanan-kiri, depan maupun belakang itu yang membuat Erlangga mengalami kecelakaan yang sangat hebat.
Suara hantaman keras saat truk itu menabrak motor yang Erlangga kendarai, Erlangga saat itu tidak sadar dan tidak tau apa yang harus ia lakukan.
Karena kecelakaan itu Erlangga tertabrak dan melayang beberapa detik di angkasa sebelum Erlangga tergelatak di tengah jalan. Supir truk itu dengan tidak bersalahnya malah kabur dan meninggalkan jasad Erlangga yang tergeletak sendirian di tengah jalan.
Keadaan pada saat itu sudah larut malam dan oleh sebab itu tidak ada satupun orang yang melihat insiden kecelakaan itu.
Namun tidak lama beberapa menit setelah kejadian datang seorang pemuda yang terlihat sedikit tua. Pemuda itu terkejut bukan main ketika melihat jasad seorang lelaki muda yang masih terlihat anak sekolahan tergeletak di tengah jalan dengan bersepah darah dimana-mana.
"Allahuakbar kecelakaan!" teriak pemuda itu namun sayang tidak ada yang mendengar teriakannya. Pemuda itu tidak menunggu lama lagi ia pun langsung saja menelpon nomer ambulance rumah sakit yang tersimpan di ponselnya.
"Halo?"
"Iya ada apa?"
"Pak di sini ada kecelakaan seorang anak muda yang telah bersepah darah."
"Baik kami akan ke sana, di mana lokasinya?"
"Di jalan mawar putih perempatan pak."
__ADS_1
"Terima kasih atas laporannya."
Pemuda itu langsung saja mematikan ponselnya.
Tidak lama kemudian suara ambulance yang akan membawa jasad Erlangga ke rumah sakit.
2 orang petugas rumah sakit langsung menggotong jasad Erlangga dan memasukkannya ke dalam mobil.
"Terima kasih pak atas kerja samanya!" ucap petugas rumah sakit pada pemuda tua itu "Iya pak sama-sama."
****
Setibanya di rumah sakit para suster langsung membawa Erlangga ke ruang UGD untuk mendapatkan penanganan khusus.
Pihak rumah sakit bingung karena tidak ada satu orang keluarga korban. Petugas yang tadi menemukan handphone Erlangga yang tergeletak di tempat kejadian langsung memberikan handphone itu pada suster Mina.
"Sus ini tadi saya menemukan handphone korban, mungkin ada seseorang yang dapat di hubungi." ucap petugas itu yang langsung menyodorkan handphone itu "Terimakasih sekarang kau dapat kembali bekerja!" ucap suster.
"Baik sus,saya pergi dulu."
Tidak butuh waktu lama suster Mina pun dengan cepat mengecek handphone milik Erlangga yang bertujuan untuk menghubungi keluarga korban. Namun di kontak korban tidak ada sama sekali yang merupakan keluarganya.
Hanya ada satu nama kontak yang tertera yaitu 'Karin Aulia' suster Mina tidak tunggu lama lagi akhirnya ia pun menghubungi nomer itu.
****
Di sisi lain Karin merasa senang karena akhirnya Erlangga menghubunginya, tanpa menunggu lama ia pun langsung saja menjawab panggilan itu.
"Halo kak, darimana aja?"
"Halo benar ini dengan keluarga Erlangga?"
"Iya saya temannya kak Erlangga, ini dengan siapa?"
"Mbak teman anda yang bernama Erlangga mengalami kecelakaan dan sekarang sedang berada di ruang UGD."
"Apa? Sekarang kak Elangga di rumah sakit mana?"
"Di rumah sakit Pelita Jaya mbak."
"Baik-baik saya akan ke sana sekarang juga, terima kasih infonya."
Karin pun langsung saja mematikan handphone. Tubuh Karin terasa lemas saat mendengar berita itu, Karin sangat shock dan lebih memutuskan untuk cepat-cepat pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
"Bagaimana bisa ini terjadi? Ini semua karena gue."