
"Kau seperti pelangi yang kadang hadir sangat indah namun terkadang membosankan untuk dilihat."
—Friendship Is Love—
"Hachim-hachim, ya ampun gue kenapa jadi flu gini?" tanya Karin sedikit jengkel pada dirinya sendiri.
"Ya ampun Karin kamu flu?" tanya Lisa-mama Karin.
"Ya ma hanya sedikit, karena kemarin aku sama Zaki pulang kehujanan." Karin menjelaskan terlebih dahulu sebelum Lisa menanyakan yang aneh-aneh.
"Pantas saja ya udah kalo gitu kamu istirahat ya!"
"Iya ma."
—Friendship Is Love—
Beberapa hari Karin tidak masuk sekolah karena dia demam dan harus mendapatkan penanganan yang intensif, selama 3 hari pula Karin tidak bertemu, tidak mengobrol dengan Zaki.
Zaki sebenarnya selalu ingin menengok Karin, namun Karin menolak dan meminta Lisa-mamanya untuk bilang bahwa Karin butuh istirahat dan tak mau diganggu oleh siapa pun itu, tetapi sebenarnya Karin bohong akan hal itu, sebenarnya Karin tidak ingin bertemu dengan Zaki.
—Friendship Is Love—
Karin yang merasa bosan karena tidak masuk sekolah beberapa hari ini dan tertinggal banyak sekali pelajaran memutuskan untuk sekolah hari ini.
"Sebenarnya gue males banget kalo harus sekolah," gumam Karin hendak membuka pintu gerbang rumahnya . Tiba-tiba saja seorang cowok bertubuh jangkung dan putih itu tiba-tiba berdiri dihadapan Karin dengan posisi tegak.
"Rin lo udah sembuh? Syukurlah gue khawatir sama lo." ucap seorang cowok tadi yang tak lain itu Zaki.
Zak gue mohon jangan mulai,
"Ah lo rupanya, bosen gue liat lo, pindah sana rumah lo jangan samping rumah gue!" ucap Karin yang seakan-akan mengusir Zaki dari hadapannya.
__ADS_1
"Lo kenapa sih Rin, setelah lo sakit kenapa sikap lo beda?" tanya Zaki yang dibuat bingung oleh Karin.
"Biasa aja gue mah," ucap Karin yang tak mau memperpanjang masalah ini.
"Ya udah kalo gitu berangkat bareng gue yu," ajak Zaki.
"Males," tolak Karin.
"Kenapa?"
"Gak tau males aja gue kalo bareng lo."
"Rin 10 menitan lagi udah mau masuk tau, lo gak takut kesiangan? Bareng gue aja yu, gue jamin aman kok." dengan berat hati Karin menghela napasnya panjang dan meng'iya'kan tawaran Zaki, daripada ia harus terlambat dan diberi hukuman.
—Friendship Is Love—
Tanpa Karin dan Zaki sadari waktu telah menunjukkan pukul 07.05 pagi itu menandakan bahwa mereka telah terlambat sekitar 5 menit, saat mereka tiba didepan sekolah mereka berlari tiada henti untuk bisa tiba dikelas namun gagal pintu gerbang sudah tertutup rapat.
"Kenapa jadi gue? Lo kan yang tadi lamain waktu!" timpal Zaki merasa tidak terima.
Karin yang mendengar itu tidak memperdulikannya "Pak saya mohon bukain ya gerbangnya." pinta Karin pada satpam yang masih sibuk dengan koran dan secangkir kopi "Tapi neng maaf gak bisa udah telat," jawab satpam itu sopan.
"Pak saya mohon pak, hari ini adalah hari pertama aku sekolah lagi, masa saya gak masuk lagi, sih pak," mohon Karin dengan tampang melas yang seakan dapat meluluhkan perasaan satpam, tetapi satpam itu tidak memperdulikan Karin maupun Zaki dan melanjutkan aktifitas nya menbaca koran.
"Udah lah Rin percuma gak akan di dengar juga kan." ucap Zaki tanpa perasaan khawatir karena Zaki sendiri memang terkadang bolos pelajaran.
"Lo bisa bilang begitu tapi beda sama gue Zak," tegas Karin.
"Ya udah kalo gitu kita bolos aja Rin kali-kali ini kan!" ajak Zaki dengan mudahnya mengatakan itu pada Karin.
"Tapi kan Zak ini hari pertama gue masuk sekolah lagi, masa gue absen lagi,"
__ADS_1
"Ya udah gak pa-pa nanti kirim surat lagi aja kalo lo sakit."
"Gampang banget ya lo ngomong seakan lo gak punya otak!"
Seorang wanita sedikit paruh baya menghampiri Karin dan Zaki dari dalam gerbang lalu bertanya pada satpam yang sedang menikmati kopi dan membaca koran dengan santai.
"Ada apa ini Pak?" tanya wanita itu yang merupakan guru piket disekolah itu "Maaf Bu itu ada dua anak yang memaksa masuk, tapi tidak saya izinkan karena sudah telat beberapa menit Bu." ucap satpam itu yang menjelaskan secara detail.
"Baiklah Pak buka saja gerbangnya!" ucap guru piket yang teridentifikasi bernama bu Rora "Baik Bu," jawab satpam dan langsung saja membukakan gerbang.
"Baiklah kalian boleh masuk dan langsung masuk ke ruang BK!" perintah bu Rora.
Dengan langkah malas Karin dan Zaki mengikuti langkah kaki bu Rora menuju ruangan BK.
"Bisa kalian jelaskan pada Ibu kenapa kalian bisa terlambat seperti ini?" tanya bu Rora pada Karin dan Zaki "Itu bu anu-anu-," ucap Karin terbata-bata namun bu Rora memotongnya.
"Kenapa hanya anu-anu saja Karin jelaskan yang benar!"
"Itu anu kita terlambat karena saya harus menunggu Karin dulu yang baru sembuh dari sakitnya, ya jadi saya harus menunggu Karin sarapan, minum obat, dan tes panas badan." dengan cepat Zaki menjawab pertanyaan bu Rora secara panjang lebar.
"Apa benar itu Karin?" Bu Rora berbalik tanya.
"Iya Bu,"
"Baiklah alasan kalian masuk akal, tapi tetap saja kalian berdua harus jalani hukuman!"
"Baik bu lalu hukumannya apa?" tanya Karin dan Zaki bersamaan.
"Hukumannya kalian cukup tulis 100 kalimat 'saya tidak akan terlambat lagi' di buku tulis kalian mengerti!"
Zaki dan Karin hanya bisa pasrah dan langsung meng'iya'kan perintah bu Rora.
__ADS_1
Hukuman, ini semua gara-gara lo Zaki.