G..ya

G..ya
senyum manis


__ADS_3

Pagi yang cerah, matahari bersinar terang. Cahayanya masuk melalui sela-sela jendela yang tak tertutup gorden. Perlahan Maya membuka matanya.


Kepalanya sedikit pening karena terlalu lama menangis semalam . Badannya pun masih ingin bermalas-malasan di ranjang empuk itu tapi Maya memilih bangun.


" Hehhmm.... sudah pagi..lama juga aku tertidur.." gumam Maya.


Maya mencari hpnya yang dia letakkan di atas meja dekat ranjang semalam. Maya ingin tahu apakah Angga menghubungi nya lagi.


" Kemana hp ku ya.... seingat ku aku meletakkan nya di sini ...." kata Maya sambil mencari hp nya.


Maya tak menemukan nya meski sudah mencari nya di seluruh kamar nya.


" HAHH...AKU LELAH..." kata Maya berbaring di ranjangnya .Maya melihat jam diatas meja rias. Jam menunjukkan pukul 07.00 .


Maya memutuskan untuk mandi dan mengganti pakaiannya tapi Maya teringat bahwa ia tak membawa apapun saat meninggalkan rumah.


TOKK..TOKK.. TOKKK..


" Pagi nona Maya..." sapa Jo dibalik pintu kamar Maya.


Maya pun berjalan menuju pintu dan membukanya.


" Pagi ..jo.." sapa Maya sambil tersenyum


" Maaf non... tuan menunggu anda di bawah untuk sarapan."


" Jo...apa kau melihat hp ku... semalam aku meletakkan nya di meja itu ..." tanya Maya sambil menunjuk meja kecil di sebelah ranjang.


" Maaf nona...saya tidak melihat nya " Jawab Jo bohong .


Sebenarnya semalam Jo melihat dan mendengar semua yang tuan muda Ryu Gin bicara kan dengan Angga suami Maya . Bahkan Jo juga melihat bagaimana tuannya melempar hp nona Maya karena marah dan Jo juga lah yang membersihkan hp Maya yang tak berbentuk lagi.


" Oke ...Jo.. terimakasih..tapi Jo bisa kah kau katakan pada G aku tak bisa turun..aku ingin mandi .. tapi aku tak punya pakaian ganti." jelas Maya.


Jo pun berjalan menuju lemari besar yang ada di dalam kamar itu. Betapa terkejutnya Maya ternyata lemari itu penuh dengan baju dan segala perlengkapan wanita .


Tuannya sudah memberikan perintah pada Jo kemarin untuk mempersiapkan segala keperluan Maya.


" Non Maya bisa menggunakan semua ini... semua ini adalah beberapa keperluan nona .. jika ada yang kurang nona bisa memberi tahu kepada saya.. " kata Jo.


" Apa .. Jo... tidak-tidak.. bagaimana aku bisa memakainya...ini bukan milikku Jo."


" Kenapa tidak...itu semua memang untuk mu ..Ya.." kata G dari belakang Maya . Maya pun menoleh kearah G.

__ADS_1


G naik ke atas karena Maya tak kunjung turun.


Ia tau pasti Maya punya seribu alasan untuk menolak pemberian nya.


" Tapi ..G..."


" Baiklah jika kamu tidak ingin memakai semua itu aku akan perintahkan Jo untuk membuang semua nya..." jawab G


" Jo...."...Upphh....."G tak bisa melanjutkan perkataannya karena Maya membekap mulutnya dengan kedua tangannya.


"Baiklah..." kata Maya sambil melepaskan dekapan mulut G


" HEHEHE...." Tawa G senang


" Kamu tuh .." gerutu Maya


" Sudah....mau berapa lama lagi kau tak mandi...tak bau pa...?? aku saja sudah tak tahan dengan baumu..." ledek G sambil tersenyum.


" Enak saja..wooo...aku tuh tak bau meski tak mandi seminggu"


" Benarkah....." sambil pura-pura mengendus Maya.


"Kamu tuh bau ...kamu kan malas mandi suka nya hanya tidur.. seperti kucing"


" Mana buktinya ... sekarang lihat siapa yang belum mandi .." ledek G sambil menutup hidung nya.


" Gitu dong...biar wangi.." ledek G sambil menjulurkan lidahnya...


Jo yang melihat semua tingkah tuan mudanya tak percaya. Jo yang telah lama mengenal Tuan Ryu Gin tak pernah sekalipun melihat seperti yang ia lihat sekarang. Tuannya yang terkenal dingin dan cuek bisa tersenyum dan bercanda.


Bahkan nyonya besar saja yang sudah sangat lelah memperkenalkan Ryu Gin dengan para gadis dari kalangan nya.


Tuan muda selalu punya alasan untuk menolak semua gadis yang Nyonya besar perkenalkan.


Bahkan nona Anna sui artis tercantik di Jepang tidak bisa menarik perhatian Ryu Gin.


Jo jadi teringat tentang nona Anna . Nona Anna begitu tertarik dengan tuan muda. Segala cara sudah nona Anna lakukan untuk menarik perhatian Ryu Gin.


Tapi yang terjadi adalah Ryu Gin meminta Jo untuk menghancurkan karir dan reputasi nona Anna. Seperti Ryu Gin tak suka bila kehidupannya di ganggu.


Jo masih ingat yang diperintahkan oleh Ryu Gin saat itu.


" Jo.... singkirkan lalat pengganggu itu ..aku muak melihat wajah nya di hadapan ku. apa dia pikir dia Cantik... melihat wajah nya sudah membuat ku MUAK...." kata Ryu Gin

__ADS_1


" Nona maya memang hebat ..dia bisa membuat tuan muda tertawa." gumam jo dalam hati.


Jo mengenal betapa dinginnya tuan muda Ryu Gin pada gadis manapun yang mencoba mendekati nya . Tak pernah tuan mudanya sekalipun menatap para gadis tersebut.


Tapi semua berbeda dengan nona Maya. Jo merasa tuan mudanya begitu perhatian dan bahkan terkesan posesif terhadap nona Maya.


Tuan muda Ryu Gin ...ia menatap nona Maya dengan lembut dan selalu bersikap manis. Jo tersenyum melihat itu semua. Jo bahagia sekarang tuan Ryu Gin telah menemukan tambatan hati nya .


Semoga nona Maya tak pernah meninggalkan tuan mudanya, jika tidak akan terjadi bencana . Jo membayangkan nya saja sudah berdiri bulu kuduk nya apalagi jika itu benar- benar terjadi.


" Baiklah lah ...tuan ..nona saya permisi dulu" pamit Jo. Jo tersenyum karena Jo masih tak percaya dengan yang baru saja dia lihat.


" Lalu..." kata Maya sambil melirik G.


" Lalu apa.....??" G berpura-pura tak paham dengan apa yang Maya katakan.


" G....aku mau mandi..apa kau tak ingin keluar"


" Keluar... kenapa....? " ledek G


" G ...."


" Apa...?"


" Aku mau mandi..." ujar Maya kesal


" Memang kenapa kalo aku duduk di sini... kau jangan takut aku takkan mengintip mu mandi..... lagipula apa bagusnya tubuh mu..." ledek G sambil duduk di tepi ranjang dan melirik ke arah Maya.


" G....!!" teriak Maya.


" Oke..oke ...aku keluar...tuan putri.. begitu saja pelit.. paling juga sama saja dengan perempuan lain bentuk nya....ya begitu-gitu saja..." ledek G kembali sambil tangannya memperagakan bentuk tubuh wanita.


Maya pun berjalan mendekati ranjang , ia mengambil bantal dan melempar bantal itu pada G.


" Dasar mesum....Pagi - pagi sudah nyari masalah.." kata Maya sambil melempar bantal itu kepada G..


G pun tersenyum...


" Awas kau ya...."


G mencoba membalas Maya tapi Maya lebih cepat masuk ke kamar mandi, hingga bantal itu mendarat di pintu kamar mandi yang tertutup. Perlahan Maya membuka pintu kamar mandi.


" WEKKK....Ga kena.." ledek Maya sambil menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


G pun hanya tersenyum. ia senang melihat senyum yang ada di bibir indah Maya. G senang Maya tak lagi sedih.


"Kan ku buat kau melupakan semua kenangan pahit mu ...Maya."


__ADS_2