
Maya yang sedang merapikan bekal makan siang G di meja masih tersenyum menginggat tingkah mereka bertiga yang menggemaskan. Mereka seperti anak kecil yang sedang berebut teman bermain.
Maya tak habis pikir kenapa G melarang kedua teman nya berkenalan dengannya. Padahal Maya tidak keberatan sama sekali jika mereka ingin berteman dengannya.
"Dasar kucing.. selalu semaunya..." gumam Maya dalam hati.
G yang melihat senyum Maya menatap nya dengan curiga..
" Ada apa...? Kenapa kau tersenyum seperti itu..?" tanya G
" Tidak..." kata Maya sambil menahan senyumnya
"Tuh....aku melihatnya.... kau menertawai ku .." kata G sambil menunjuk bibir Maya.
" Tidak ...aku hanya gemas padamu" kata Maya sambil mencubit hidung G gemas.
"Auuw...sakit..Maya.... kenapa kau selalu mencubit ku..."
" Habis kamu gemesin ..."
" Benarkah..."
"Masa mereka mau kenalan saja nggak boleh.. Mereka itu kan teman mu.."
"Kata siapa mereka temanku..?"jawab G semaunya.
" Dasar kucing pencemburu..."
"Siapa.....aku.... dengar Maya ...aku ini kucing yang mengemaskan yang pernah kau kenal." puji G pada dirinya sendiri.
"Hehhmmmm " jawab Maya
"Lagi pula ... Buat apa kau kenal mereka... mereka itu buaya.... memang kau mau menjadi mangsa mereka..?"
" Lalu kau... " tanya Maya
"Kucing lah...."
HAHAHA... HAHAHA..
Mereka tertawa bersama..
" G... boleh aku bertanya tentang diri mu....?"
" Tanyakan lah...apa yang ingin kamu ketahui tentang diriku...Maya..?"
" G....siapa sebenarnya dirimu..? ..apa hubungan mu dengan tuan Rieyu Naoki..?"
"Baiklah.... duduklah dulu....biar aku jelaskan padamu.. .,namaku Ryu Gin...dan.....Rieyu Naoki adalah ayah ku..ayah ku sudah cukup tua untuk bolak balik Indonesia Jepang...jadi dia memintaku untuk memimpin perusahaan nya yang ada di Indonesia..." jelas G
" Kenapa aku tak terfikir saat kau memberi tahu namamu sebelum nya... padahal nama kalian hampir sama.." ujar Maya
__ADS_1
" Kenapa ...?? kau menyesal tak menjadi kan ku selingkuhan mu waktu itu...apa kau mau menjadi pacar ku sekarang...? ledek G
" Tak..." Jawab Maya singkat.
" Kenapa...?? aku tampan..kaya... bahkan diluar sana.... banyak wanita cantik mengejar ku."
"Hehhmmm..... Karena aku ....tak mau mati konyol hanya karena di keroyok fans wanita mu itu..." ledek Maya
" Dasar kau ..Nyamuk.."
" Lagi pula aku sudah tahu kejelekan mu yang jarang mandi dan hobi tidur seperti kucing.."
HAHAHA.. HAHAHA....
"Sudah ...kamu makan dulu G...ini.." kata Maya sambil menepuk bangku kosong disebelah kanan Maya.
" Hehhmmmm....Kau tak makan Maya.." tanya G , karena G hanya melihat satu boks saja.
" Aku sudah makan tadi ..." jawab Maya bohong.
"..Ya... jangan pernah berbohong kepada ku...aku tau kau pasti belum makan..."
" AHhh...." kata G sambil menyuapi Maya
Maya pun menerima suapan itu." makasih.."
Maya teringat akan Jo...
" G...apa yang terjadi pada Jo..?
" Hehhmmmm... tidak jadi..." kata Maya. Maya takut kalo pertanyaan nya malah membuat Jo dalam masalah.
G tersenyum.... sebenarnya G sudah tau apa yang ingin di tanyakan oleh Maya. G hanya tak ingin Maya tau bagaimana cara dia telah menghukum Jo. " Siapa suruh dia ada di tengah kita ..." kata G dalam hati
"Lihat sekarang kau yang tersenyum ....ayo ada apa...?" Tanya Maya curiga.
"RAHASIA..."
Siang itu Maya melupakan kesedihannya karena G bersama nya. Mereka menghabiskan waktu bersama. Bercanda dan tertawa bersama.
Untuk sejenak Maya bisa melupakan semua kepedihannya. G pun bahagia bisa melihat senyuman maya menghiasi wajahnya lagi.
TOKK..TOKK...TOKK..
" Masuk.."
" Tuan .. semua yang tuan perintah sudah saya kerjakan ...." ujar Jo sambil memberikan setumpuk dokumen.
Hari ini Jo benar-benar menyesal karena membuat tuan Ryu Gin cemburu. Jo harus menggunakan ekstra tenaga dan semua koneksi yang dia punya.
Jo tak ingin jika tuannya akan bertambah marah jika Jo gagal melaksanakan tugas yang diberikan oleh Ryu Gin.
__ADS_1
Jo harus mengambil pelajaran dari semua ini
" Bagus Jo ..." jawab G sambil tersenyum pada Jo
"Terimakasih Jo....Kau bisa kembali dan jangan lupa siapkan acara makan malam nanti untuk menyambut kedatangan keluarga kita yang baru.."perintah G.
" Baik tuan..." Jo pun segera bergegas dia tak ingin jika nona Maya atau pun tuan mudanya menempatkan dirinya di tengah-tengah permainan mereka.
G membaca dengan teliti setiap kata yang tertera di setiap lembar dokumen yang di serahkan Jo tadi.
"..Ya...ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu....ini tentang semua dokumen pribadi mu.."
" katakan lah G ...ada apa..?"
" Maaf tanpa seizin mu aku telah menghapus jejak Maya Wulandari dari kehidupan ini.. aku memerintahkan Jo untuk mengurusnya tadi ... aku memberikan identitas baru untuk mu.. untuk memulai awal yang lebih baik..."
" Maksud mu G...aku tak paham.."
" Aku menghapus nama Maya Wulandari dan mengantikan nya dengan ...Gya Mizuki.. aku ingin kamu memulai kehidupan mu yang baru.. agar kau bisa lepas dari bayang-bayang mereka yang telah menyakitimu.... mengkhianatimu....dan yang juga membuang mu ..Maya.."
" Aku memerintahkan Jo untuk menghapus setiap jejak tentang kehidupan Maya Wulandari di kehidupanmu yang lalu.."
" Aku ingin kau bangkit kembali dari keterpurukan mu ... lupakan dan kubur dalam-dalam siapa itu Maya Wulandari."
"Aku yakin kamu bisa...Aku akan selalu bersamamu dalam melewati semua ini ..aku akan membantu mu ...kau tak perlu takut..."
Untuk sejenak Maya berpikir..." Bagaimana aku bisa melupakan kehidupanku yang lalu.?"
Maya masih mempertimbangkan segala sesuatu nya. " Bagaimana aku menghilangkan kenangan ku bersama orang tua ku....dan juga kenangan ku bersama mas Angga?"
Tapi.." Aku harus bangkit dari keterpurukanku"
Saat ini yang paling bisa aku percaya ada G
" Baiklah..aku setuju dengan keputusan mu G....aku percaya pada mu G...kau pasti memberikan keputusan yang terbaik untuk ku... Kau teman terbaik ku..." kata Maya
" Teman..." kata G dalam hati
G sedikit sedih mendengar Maya hanya menganggapnya sekedar teman baiknya. G meyakinkan dirinya sendiri dia akan membuat Maya mengerti dengan yang dia rasakan terhadap Maya.
" Tunggu lah Maya ....aku akan merubah rasamu padaku ..dari teman terbaik menjadi CINTA.." kata G dalam hati.
G yakin waktu adalah obat terbaik untuk Maya
"G...jika aku boleh tau ..apakah nama itu memiliki arti tersendiri...??" tanya Maya penasaran.
" Bulan yang indah... itu arti dari namamu."
" Nama yang cantik... Terimakasih."kata Maya
G tersenyum mendengar Maya memuji nama pemberian G. Maya tak tahu jika nama Gya merupakan gabungan dari nama mereka berdua..G....Ya...
__ADS_1
" Maaf kan aku membohongi mu Maya. Aku hanya ingin jika nama kita selalu bersama meski maut memisahkan kelak.." gumam G dalam hati.
"Mulai sekarang aku memanggil mu Gya.."