
G sangat marah Ketika melihat layar hp Maya. Di layar itu tertulis nama ..Angga suamiku...
"BRENGSEK..mau apa lagi dia ..tak puas kah membuat Maya menangis seharian ini." keluh G.
" Apa lagi yang diinginkan oleh nya.. tak bisa kah dia memberi waktu pada Maya untuk menenangkan diri..."
G yang melihat Maya tertidur pulas tak ingin jika pangilan itu membangunkan Maya.G pun memutuskan untuk menjawab panggilan tersebut. Kebetulan hp Maya tak di kunci.
G tak ingin Maya mendengarkan apa yang akan dia katakan pada Angga. G berjalan keluar dari kamar Maya menuju teras. G ingin memberikan sedikit pelajaran pada Angga. Pria yang telah membuat Maya bersedih.
" Halo... Maya..halo .. sayang ,maaf kan aku.." kata Angga tanpa tau lawan bicaranya.
" Sayang....aku menyesal .. maafkan aku...ku mohon pulanglah sayang...Kita bicarakan ini di rumah sayang..." bujuk Angga.
" Katakan kau dimana sayang...biar aku menjemputmu... sayang...Maya..halo...Maya.."
" Kenapa kau diam saja sayang..? katakan lah sesuatu...Aku tau aku sudah salah.. aku akan menjelaskan semuanya padamu...ku mohon sayang..Maya...bicaralah sayang.."bujuk Angga.
" Maya ...ku mohon bicara lah...aku ingin memastikan kau baik-baik saja.."
" Maya ...maaf kan kebodohan ku...aku tidak bersungguh-sungguh mengucapkan kata cerai itu... Maya ... "
G semakin kesal dengan sikap Angga yang menganggap Maya seenaknya. G tak habis pikir bagaimana bisa Angga bermain-main perasaan Maya dan juga pernikahannya.
G begitu kesal mengapa Angga dengan mudah nya mengatakan kata cerai pada Maya. G tak tahan dengan Angga yang memohon untuk Maya memaafkan nya.
"Begitu mudah nya kau meminta Maya untuk memaafkan mu dan memintanya untuk kembali kepada mu Angga Pratama." gumam G dalam hatinya.
" Kau tak tau bagaimana Maya begitu terluka karena semua yang kau ucapkan." gumam G
" Kau tak tau berapa banyak air mata Maya yang terbuang sia- sia hanya karena pria bodoh seperti mu Angga Pratama.."
G sudah tak tahan dengan perkataan Angga.
"Dasar kau pria brengsek... tak berguna.... untuk apa kau menghubungi Maya kembali...tak puas kah kau menyakiti hati nya." kata G berapi-api.
" Apalagi yang ingin kau katakan pada nya .. bukankah kau sudah menghinanya tanpa berpikir bahwa yang kau katakan itu akan menyakiti hatinya...."
" Mau berapa banyak lagi luka yang ingin kau goreskan... Sudah cukup Maya menangis karena Pria bodoh seperti mu Angga Pratama."
" SIAPA kau..???. mana Maya..mana istri ku..??"tanya Angga.
__ADS_1
" Maaf , mungkin kau lupa tuan....kau sudah menceraikan dia tadi pagi ... kau tak lagi memiliki hak mengatakan ...dia adalah ISTRI MU.... aku ingat kan kau ... Jangan lagi mengganggu kehidupan nya ...kau dengar itu..!!!"
"Siapa kau...?? Mana Maya....aku ingin bicara padanya..?"teriak Angga
" Mana istri ku...?? kenapa hp Maya ada padamu.. Biarkan Maya bicara sendiri padaku jika dia memang tak ingin aku menghubungi nya....?" tanya Angga
"ISTRIMU....kau tak salah tuan....??? bukankah kau sudah menceraikan dan mengusir nya."
" SIAPA KAU... BRENGSEK..!!...apa hak mu ikut campur dalam urusan keluarga kami.. berikan hp itu pada Maya...aku ingin bicara pada nya." pinta Angga kesal.
" Kau yang BRENGSEK.... seenaknya kau menghina orang lain..,oh ya...aku lupa kau memang pria BODOH.... kau sudah terbiasa seenaknya menghina istri mu yang sangat mencintaimu..."
" SIAPA KAU...Apa hak mu menilai ku..?"
" AKU ...perkenalkan tuan ....namaku RYU GIN... aku ....orang yang akan selalu membahagiakan Maya ... orang yang akan selalu membuatnya tersenyum... pria yang tak kan pernah mengkhianati nya... Tidak seperti mu ...Pria bodoh.. Angga Pratama.."
" Jangan ikut campur urusan keluarga ku ." teriak Angga
" Kau mungkin bisa membohongi istri mu yang baik hati itu... Tapi aku... aku sudah tahu rahasia terbesar mu...." kata G
" Apa maksudmu...?" tanya Angga bingung
" Bagaimana kau tau...." tanya Angga
"Sepintar-pintarnya tupai melompat pasti akan jatuh juga " kata G
" Kau mungkin belum mengenal ku tapi aku sudah tahu pria brengsek macam apa dirimu"
" BRENGSEK KAU.... !!! " teriak Angga
"Cukup tuan..Ku ingat kan kau ..... Jangan pernah lagi masuk kedalam kehidupan Maya ...Akan ku pastikan kau menerima balasan yang setimpal dengan apa yang kau perbuat pada Maya..." kata G kesal
" HEIII..... MAYA ITU MASIH ISTRI KU... kau tak berhak melarang ku ..." teriak Angga
" HAHAHA... ISTRIMU.... tidak lagi ....tuan"
" Oh ya tuan....terima kasih karena kau telah melepaskan Maya...kau tak tau betapa setianya istri mu itu... "kata G
" Aku tak mungkin bisa bersamanya kini jika kau tak berbuat bodoh dengan menceraikan nya ..."
" Sekarang aku dapat leluasa memiliki nya...tanpa harus bersaing dengan mu" ujar G
__ADS_1
G pun mematikan panggilan tersebut dan melempar hp tersebut ke lantai hingga hancur tak berbentuk lagi. G tak ingin Angga dapat menghubungi Maya lagi.
" Sudah cukup kau menyakiti Maya.."
" Sudah cukup Maya menangis karena pria bodoh seperti mu ....ANGGA PRATAMA !!"
gumam G.
G kembali masuk ke kamar Maya. G menatap wajah Maya yang sedikit sayu dan pucat. G mendekati Maya merapikan selimut Maya dan membelai lembut wajah Maya.
G Memperhatikan setiap inci dari wajah cantik Maya yang tertutup awan kelabu.
" Akan ku pastikan kau kembali tersenyum Maya.. akan aku buat kau melupakan pria bodoh itu .." gumam G sambil mencium kening Maya.
Angga masih tertegun, dia tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
"BRENGSEK..." terik Angga kesal
Angga tak terima dengan semua yang dikatakan oleh Ryu Gin. Angga tak habis pikir bagaimana Ryu Gin tau tentang pernikahannya dengan Yohana. Tapi Angga lebih marah karena sekarang Maya bersama pria lain.
" Maya .. bagaimana kau Dengan mudah melupakan ku... bagaimana kau bisa bersama pria lain..?"
" Siapa dia.. kenapa kau bisa bersamanya.."
Angga merasa menjadi orang bodoh karena telah menceraikan Maya dan mengusir nya.
" Bagaimana aku bisa begitu bodoh sampai aku menceraikan mu ..Maya.." sesal Angga
Angga terus mengingat dimana dia pernah mendengar nama pria yang sekarang bersama Maya.
" Seperti nya aku pernah mendengar nama itu tapi dimana ....aku lupa... bodoh.. bodoh.."
" Maya... Bagaimana kau dapat mengenal Ryu Gin" keluh Angga.
Angga sungguh menyesal. Dia bingung bagaimana dia bisa hidup tanpa Maya.
" Kau memang pria bodoh ." gumam Angga.
PRAKKK...
Angga yang kesal melempar cermin yang ada di hadapannya dengan vas bunga. Angga begitu frustasi. Angga marah pada dirinya sendiri karena telah menyakiti Maya.
__ADS_1