
"Siapa ...Gya....? tanya Leo
Maya hanya tersenyum dan memperlihatkan layar Hpnya ke Leo...
"Kucing....? siapa...?" tanya Leo penasaran
" Ryu Gin...aku biasa memanggilnya dengan sebutan kucing..." jawab Maya
" Kau memang gadis luar biasa.... hanya kamu yang bisa membuat seorang naga menjadi kucing.."
HAHAHA.... HAHAHA..HAHAHA...
Mereka tertawa bersama tanpa menyadari bahwa akan ada badai yang akan segera datang menghampiri mereka . Ryu Gin sudah di depan pintu ruangan Leo , dia mendengar suara tawa Maya dan Leo.
" Mereka.... "
Ryu Gin pun membuka pintu dengan keras. Membantingnya tanpa berpikir panjang . Amarahnya sudah sampai di ubun-ubun. Ryu Gin tak terima jika Maya tertawa bersama Leo.
BRAKKKK......
"G..." teriak Maya kaget mendengar pintu terbuka dan berdiri dari duduknya
" Gya....kau sudah membangunkan naga yang sedang tertidur..." kata Leo sambil berbisik di telinga Gya
" Apa yang kau lakukan bersama buaya macam dia....? tanya G berjalan mendekati Maya.
"Buaya...??." Leo pun berjalan mendekati Ryu Gin.
" Kalian.... seperti anak kecil saja... sudah .. sudah.. Leo terimakasih untuk waktu mu..." Kata Maya melerai G dan Leo. Maya menarik tangan G tuk membawanya keluar dari ruangan itu.
" No problem ... I will be there if you need me Gya..." ledek Leo
" Oke ... thanks Leo..." Maya tersenyum pada Leo
G kesal melihat semua itu dan berbalik arah berjalan mendekati Leo. Ryu Gin menarik kerah kemeja Leo dan menatap Leo dengan tatapan yang mengerikan. Sesaat itu pun Leo bisa merasakan aura membunuh pada tatapan Ryu Gin.
" Sorry... sorry bos... aku hanya bercanda tadi... please bos..." bujuk Leo . Leo tak ingin mati sia-sia .
" G.... apa yang kau lakukan...??? lepaskan...G... lepaskan Leo...!!" pinta Maya sambil menarik tangan G yang masih berada di kerah kemeja Leo.
" Aku mungkin tak akan pernah menyakitimu Gya.... tapi aku bisa membuat siapapun yang memandang dan tersenyum padamu menderita karena cemburu ku...!!" jelas G. G melihat Maya dengan tatapan lembut tapi tatapan itu berubah mengeringkan ketika kembali menatap Leo.
__ADS_1
" Oke.... aku minta maaf pada mu .... aku akan melakukan apapun yang kau minta asal kau mau lepaskan Leo...." bujuk Maya
G berpikir sejenak dan tiba-tiba senyum licik itu membuat Maya menyesal .
" Baiklah.... aku akan melepaskan buaya darat ini .... tapi ingat dengan janji mu Gya... kau akan melakukan apapun yang ku minta..." G pun melepaskan tangannya dan tersenyum manis pada Maya
" Makasih Gya... kau menyelamatkan ku dari naga gila ini..." kata Leo sambil melihat ke arah Ryu Gin
" APA...!!" teriak Ryu Gin
" Bos.... aku tak mungkin berani untuk menggoda Gya....aku ini masih ingin hidup..."
" Lalu...??" tanya G singkat
" Aku hanya ingin tau tentang Keyko.... makanya aku bertanya padanya..." jelas Maya
" Keyko.... untuk apa kau membahas tentang Keyko dengan buaya itu...??" G sambil menunjuk ke arah Leo
" Bos.... aku hanya ingin memperingatkan Gya agar Gya bisa lebih berhati-hati dengan Keyko... lagi pula kenapa kau harus cemburu buta begitu dengan Gya....??? apa kalian sudah jadian..??" tanya Leo
" Tidak..." jawab Maya singkat
" Ya..." jawab G
Sedangkan Maya dan G hanya tersenyum dan saling memandang satu sama lainnya. G memang pernah menyatakan cintanya tapi Maya juga belum menjawab pernyataan cinta G. G tau kalo Maya masih butuh waktu untuk memikirkan tentang semua itu.
" Sudahlah... aku tak tahan lagi melihat wajah buaya itu...Gya ...kita keruangan ku saja...." kata G sambil menggenggam tangan Maya dan mengajak Maya keluar dari ruangan itu.
"Baiklah... Leo maaf ya.. byee..." pamit Maya sambil tersenyum
" Nyamuk.."
"APA.." Maya teringat oleh senyuman yang dia berikan kepada Leo... " Oke....maaf..." Maya pun tersenyum pada G.
###
" Maya ... kenapa kau tak pernah sekalipun menghubungi ku...?" kata Angga sambil melihat foto pernikahan mereka di ruang kerjanya.
" Aku merindukanmu sayang... kenapa telepon mu juga tak aktif...??? bagaimana cara ku untuk menjelaskan semua ini ....aku sangat merindukanmu sayang..."
Angga sangat merindukan Maya bahkan dirinya tidak pernah bisa melupakan bayangan Maya dari pikiran nya. Angga selalu melihat Maya di setiap sudut rumah nya. Bahkan Angga untuk sementara waktu tinggal di hotel karena ia tak tahan dengan rasa penyesalan dan rindunya pada Maya.
__ADS_1
" Apa Maya masih bersama dengan pria itu... kalo aku tak salah .... Ryu Gin...siapa dia..?? " Angga berfikir bahwa dirinya seperti pernah mendengar tentang Ryu Gin.
"Ahh ...aku ingat..." kata Angga sambil berjalan menuju meja dimana ada tumpukan majalah bisnis. Angga membuka dan membaca setiap lembar halaman majalah itu.
" Ryu Gin.... benar ....ini dia.... pengusaha muda tersukses se-Asia " kata Angga
" Bagaimana Maya bisa mengenal Ryu Gin..?? sedangkan Maya tak pernah sekalipun aku ajak ke urusan kantor ku.... dia selalu ada di rumah..?? " kata Angga heran sambil membaca artikel tentang Ryu Gin.
" Baiklah aku akan bertemu dengan Ryu Gin di kantor nya... tidak begitu jauh ...jika aku berangkat sekarang sebelum makan siang aku sudah sampai di sana..." ketika Angga menemukan alamat kantor Ryu Gin.
###
" G...."
"Hehm..." jawab G sambil membaca dan menandatangani beberapa dokumen di hadapannya.
" G...." panggil Maya sekali lagi
" Apa....,??" kali ini G menengok ke arah Maya
" Aku bosan....lagi pula untuk apa aku di ruangan mu....biar aku menunggu mu di ruang Erin...siapa tau ada yang bisa aku kerjakan disana..?? " jelas Maya
" Tidak.... aku lebih tenang kalo kau ada di hadapanku..."
"Tapi ... G... aku ini karyawan mu sekarang... masa aku hanya duduk-duduk saja di sini... aku tidak mau makan gaji buta..." jelas Maya
" Baiklah...kau boleh ke ruangan Erin.. mungkin kau akan bisa belajar dari catatan yang di tinggalkan oleh Erin.. tapi aku tak suka kamu pergi berkeliaran seperti tadi pagi..." jawab G
"Oke...aku janji kalo aku ga akan lagi berkeliaran di kantor mu.."
" Tapi ...kalo di luar kantor boleh kan.." ledek Maya sambil berlalu meninggalkan G
" APA...?" Teriak G
Maya hanya tersenyum dan berjalan menuju ruang kerja Erin. Maya memeriksa beberapa berkas dan catatan yang di tinggalkan oleh Erin. Ruang kerja Erin sangat rapi dan sepertinya Erin seorang sekretaris yang handal.
Maya melihat dokumen - dokumen tertata rapi dan ada beberapa catatan tentang apa yang di suka dan tidak oleh Ryu Gin. Juga ada catatan kecil mengenai kebiasaan Ryu Gin dari pagi hingga malam.
" Semoga aku tak mengecewakan mu G.." kata Maya dalam hati sambil membaca beberapa dokumen.
"Permisi...nona ... bisa saya bertemu dengan tuan Ryu Gin...??" tanya seorang pria yang berdiri di hadapan Maya.
__ADS_1
" KAU..." betapa terkejutnya Maya.