G..ya

G..ya
bersatu


__ADS_3

Perlahan Maya membuka kedua matanya. Maya melihat sekitar nya. Maya seperti nya mengenali dimana dia berada. Hanya dia bingung bagaimana dia bisa ada di kamarnya. Maya ingat terakhir kali Maya ada di dalam lift bersama G sebelum pandangan nya menjadi gelap dan tubuh nya lemas.


" Dimana aku..? hehmm... bagaimana bisa aku ada di kamar ku..?..aku haus.." Maya berusaha bangun untuk mengambil gelas air minum di meja dekat ranjang nya.


PRAAKKKK....


" Gya....!!!" kata G sambil berjalan kearah suara gelas pecah. Pecahan kaca berhamburan di lantai.


" Apa kau tak apa-apa...? apa yang kau lakukan.. ? biar ku bantu..." kata G yang menemukan Maya terjatuh di bawah kanan tempat tidur nya.


" Maaf...aku ingin minum..."


" Kenapa tak memanggil ku ...? kau itu masih lemah.. istirahat lah..!!! " kata G sambil mengendong Maya dan membaringkan nya di tempat tidur.


" G.... Maaf.." Maya terisak


Maya tak mengerti dengan apa yang ia rasakan. Maya merasa hatinya begitu sakit sejak ia bertemu Angga. Begitu perih hingga dadanya terasa sesak tak bisa bernafas.


" Ada apa..? kau bisa mengatakan nya padaku .. " kata G lembut sambil memeluk Maya.


" G... hatiku sakit.." kata Maya sambil memegang dadanya. Air mata nya kembali terurai.


" Jangan menangis Gya... ku mohon.. berhentilah tuk membuat ku tersiksa dengan tangis mu.." pinta G


G menghapus air mata Maya yang mengalir di pipinya. G tak pernah tahan dengan tangis Maya. " Ku mohon ... berhentilah menangis ... untuk ku... ku mohon ... hentikan tangis mu Gya...!!"


" G .... peluklah aku... ku mohon.." pinta Maya


" hehmm" G pun memeluk Maya. Maya merasa nyaman dengan pelukan hangat yang diberikan oleh G. Maya membenamkan tubuh nya dalam pelukan itu dan tak terasa kantuk menyerang Maya. Maya pun tertidur di pelukan G.


" Kau ....hehmmm....Gya..apa begitu sulit nya untuk mu melepaskan diri mu dari Angga Pratama..?apa cinta ku belum bisa membuat mu melupakan dirinya ?" bisik G


G membaringkan tubuh Maya agar dia lebih nyaman tuk beristirahat. G membelai lembut rambut Maya. Menatap wajah Maya. Jarinya perlahan-lahan membelai lembut bibir Maya.


" Aku mencintaimu Gya..."kata G lembut ketika bibir nya telah mencium bibir Maya


G pun beranjak meninggalkan Maya . Namun langkah nya tertahan oleh tangan Maya yang memegang tangan G.


" Jangan tinggalkan aku.." pinta Maya lembut

__ADS_1


" Aku ingin kau menemaniku saat ini... buat aku melupakan nya... bantu aku tuk tak lagi memikirkan dirinya... bantu aku tuk menghapus bayangannya dari pikiran ku... ku mohon G..."


" Baiklah..." G pun kembali berbaring di sebelah Maya.


G menatap kedua mata Maya. G merasakan jantungnya berdegup kencang. G tak ingin jika yang ada di khayalan nya menjadi kenyataan.


" G..."


" Hehmm.."


" Apa kau mencintai ku..?"tanya Maya sambil menatap ke dua mata coklat G


" Gya... bukankah sudah kukatakan padamu


AKU SANGAT MENCINTAI MU... bahkan melebihi diriku sendiri..." jawab G


" G..." Maya pun mencium bibir G.


Entah apa yang Maya pikiran , saat itu yang ingin dia lakukan adalah mencium G. G pun membalas ciuman Maya. G menikmati sensasi ketika bibir mereka saling beradu. G mendorong tuk melanjutkan ciuman itu sedikit nakal.


Lidah nya menerobos masuk kedalam mulut Maya dan tak ada perlawanan terhadap itu. Ciuman mereka pun semakin memanas. Kali ini ,G tak lagi bisa menahan hasrat untuk memiliki Maya seutuhnya.


G menciumi leher Maya yang jenjang dan meninggal tandanya di sana.


"Ahhh...G..." desahan Maya terluncur keluar begitu saja


"Gya... aku mencintaimu... " kata G sebelum dia kembali mencium bibir Maya.


G mencium bibir Maya dan tak meninggalkan sedikit pun bagian dari bibir Maya tuk tak ia nikmati.


Bibir Maya begitu manis sehingga G enggan tuk melepaskan nya.


Perlahan tangan G membuka kancing baju Maya satu persatu dan sesekali G melihat wajah Maya tuk mendapatkan persetujuan dari nya.


" Apa kau inginkan ini juga? kau tak menyesal Gya...? "


Maya memeluk G dan membisikkan kata-kata yang telah lama ia tahan " Lakukan lah...!!!


G kembali mencumbu Maya dan lembut mulai dari leher jenjang Maya dan perlahan turun ke bagian dada. Desahan Maya yang tak sengaja keluar membuat G semakin memanas. G menelusuri setiap inci tubuh Maya.

__ADS_1


G membuka kemeja dan celana dan menyisakan boxer. Maya bisa melihat tubuh atletis G. G tak membuang waktu lama lagi tuk bersatu dengan Maya.


G perlahan melucuti pakaian yang di kenakan oleh Maya tanpa menyisakan apa pun. G begitu terpesona dengan bentuk lekuk tubuh Maya. G pun membuka boxer yang di kenakan nya. Kini mereka sudah telanjang bulat tanpa ada penghalang lagi


"Gya.... kau yakin akan hal ini...? " tanya G. G tak ingin jika Maya akan menyesali semua ini dikemudian hari.


Maya hanya tersenyum menatap wajah G. G pun melanjutkan kembali tuk mencumbu Maya. Desahan demi desahan terluncur keluar dari mulut Maya. G mungkin baru pertama kali berhubungan intim dengan wanita tapi dia tau bagaimana cara untuk memuaskan Maya.


" ahhh....G... ahhh...."


Maya begitu menikmati sensasi cumbuan yang di berikan G. Belum pernah ia merasakan sensasi bercinta seperti ini.


" Gya... aku tak pakai pengaman.. apa kau yakin...tuk melanjutkan ini.."


" Lakukan lah... aku sudah tak tahan... hehmm...." rayu Maya yang sudah di ambang batas kenikmatan


G pun kembali menancapkan milik nya ke dalam tubuh Maya yang sejak tadi memintanya. Tubuh Maya begitu menikmati sensasi itu. G sungguh perkasa.


"Ahhh....ahhh..G ... terus.. ahh"


"Lebih dalam...ahkhh...ahkhh.."


Mereka benar-benar menikmati percintaan mereka hingga mereka mengulang kembali berkali-kali hingga G merasa puas. G begitu menyukai , menikmati sensasi yang luar biasa yang belum dia pernah rasakan.


Rasa nikmat dan kepuasan tuk dapat bersatu dengan Maya dan menikmati tubuh Maya seakan tak pernah habis-habisnya. Seperti candu.


"Ahhh.." kali ini G yang telah terpuaskan jatuh lemas di sebelah Maya. Bagaimana tidak...G mengulang hingga 3 kali pelepasan.


" Makasih Gya...aku mencintaimu.." kata G lembut ketika mencium kening Maya.


" Hehmm.." jawab Maya singkat. Maya pun kembali menenggelamkan diri nya di pelukan G.


"Aku akan bertanggung jawab Gya.. sekarang kau adalah milik ku..." kata G


Maya begitu kelelahan akibat ulah G yang meminta lagi tuk bercinta . G sudah mengulangi untuk yang ke berapa kali nya.


" Mengapa aku selalu tak bisa menahan hasrat ku tuk menikmati tubuh mu Gya..?"


kata G lembut ketika melihat Maya sudah tertidur pulas karena kelelahan.

__ADS_1


__ADS_2