
Malam itu.. meski Angga sudah meminta Maya untuk tak menunggunya tapi sebagai seorang istri Maya tetap masih menunggu Angga pulang. Maya khawatir jika Angga membutuhkan sesuatu saat pulang nanti.
"Jam berapa ini? kenapa mas Angga belum pulang" gumam Maya
" Ini sudah dini hari... Mengapa mas Angga sering sekali lembur belakang ini..?"
Maya melihat jam dinding diruang tengah. Jam dinding menunjukkan pukul setengah satu pagi. Tak berselang lama Maya mendengar seperti suara pintu terbuka.
" Mungkin mas Angga pulang.." kata Maya seraya berjalan
CEKLEK... CEKLEK..KREEKK..
Suara pintu terbuka..Angga berjalan dengan gontai... Kepala Angga terasa pening... dia mencopot sepatu nya sembarang. Meninggalkan tas kerja nya begitu saja. Angga berharap semoga Maya sudah tertidur.
"Mas....Mas Angga sudah pulang.... kok sampai dinihari sekali mas?...apa banyak sekali kerja mas ...?"
"BERISIK....." teriak Angga
"Hehhmmmm... " saat Maya mencium bau alkohol di tubuh Angga.
"Mas...km mabuk..?" Maya mencium bau alkohol yang kuat di Mulut dan tubuhnya .
" Sejak kapan mas Angga suka minum-minum ..?" tanya Maya.
"Sudah jangan berisik ...aku mau tidur." teriak Angga.
Angga pun berjalan menuju kamar tidurnya. Angga langsung merebahkan diri nya tanpa sempat mengganti pakaian nya.
"Kenapa mas Angga sampai mabuk begini?" gumam maya.
Maya pun dengan telaten Mencopot satu persatu baju Angga dan menggantikan pakaian suaminya. Tapi...betapa terkejutnya Maya ketika dia melihat noda lipstik di kerah kemaja suaminya.
"Apa ini.,.. ? bagaimana bisa ada noda lipstik?"
"Mas...mas.." Maya mengguncang tubuh Angga.
"Apa sih...km ga tau aku sudah ngantuk."
" Mas.... mas..ini... noda ini.. lipstik siapa?"
" Apa sih .... berisik km !!!" teriak Angga
Angga merasa kepalanya berputar-putar. Angga tak sadar kalau dia sudah membentak Maya saat itu. Yang dia inginkan saat itu adalah segera tidur untuk menghilangkan pening di kepalanya.
Maya pun hanya bisa terdiam karena suaminya kembali tertidur pulas tanpa memperdulikan pertanyaannya.
Perlahan air mata Maya mulai menetes . Air matanya mengalir membasahi pipinya. Dadanya terasa sesak, hatinya sakit seperti di tusuk pisau.
__ADS_1
Maya tak menyangka mas Angga bisa melakukan semua itu.. PENGKHIANATAN...
Maya akhirnya memutuskan tidur dikamar tamu malam itu. Maya tak ingin melihat Angga saat itu. Maya ingin menenangkan dirinya . Maya merasa kecewa pada Angga.
"Kenapa mas... kenapa mas lakukan itu pada ku." keluh Maya dalam hatinya.
"Selama ini aku menuruti semua yang jadi kehendak mu.... tapi mengapa ini yang kau berikan padaku mas" Maya menangis malam itu...
" Aku tak pernah menentang semua perintah mu mas.. meski kau mengekang kebebasan ku.... aku menjalani semua itu dengan ikhlas.. tapi kenapa... kenapa mas ...?" lirih Maya
Maya tak tau harus berbagi dengan siapa karena maya sudah menjadi yatim piatu sejak berusia 18 tahun.
Maya Wulandari..anak tunggal dari Budi Santoso dan Putri kusumawati. Mereka hanya lah keluarga yang sederhana. Ayah nya bekerja di perusahaan Jepang dan ibunya hanya lah ibu rumahtangga. Malam itu , ketika hendak keluar kota kedua orang tua Maya kecelakaan mobil dan meninggal dunia.
Sejak itu Maya hidup sebatang kara. Berjuang sekuat tenaga nya, selama yang dia kerjakan adalah pekerjaan halal dia takkan pernah malu. Maya pekerja keras.
Maya bekerja di perusahaan Jepang sebagai sekertaris. Maya bertubuh tinggi dan memiliki kulit putih. Banyak pria yang mendekatinya tapi dia tidak terlalu tertarik hingga temannya memperkenalkannya kepada Angga Pratama.
Tak butuh lama untuk Angga mempersunting Maya. Mereka menikah setelah 3 bulan masa perkenalan. Maya berpikir Angga seorang pria yang baik sehingga tidak ada alasan untuk maya menolak ketika Angga melamar nya.
"Tapi kini... kau mengkhianati ku" lirih Maya
Drettt...drertt...dertt...
Hp maya bergetar...Maya malas tuk melihat siapa yang menghubungi nya.
"Siapa sih...?"
"G...ada apa ya..?" ketik Maya. Maya pun melihat layar hpnya.
"Hai ....ya... bagaimana kabarmu..?"
"Hai ...G.... hehhmm.....kabarku kurang bagus.."
"Ada apa...kau bisa cerita padaku" G sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Maya.
"Katakan lah ..Ya...apa yang terjadi pada mu siapa tau aku bisa membantu mu... kau ceritakan padaku apa yang mengganjal pikiran mu saat ini"
Maya membaca chat itu sambil menahan tangisnya.
" Haruskah ku ceritakan pada mu" gumam Maya dalam hatinya. Maya butuh teman tuk mendengarkan keluh kesah nya. Apalagi di saat seperti ini.
"G....maaf sebelumnya kalo aku membohongi mu." akhirnya Maya mencoba menceritakan kejujuran pada G tentang siapa dirinya setelah empat bulan lamanya mereka berteman.
"Soal..."selidik G
"Tentang diriku... kumohon jangan marah padaku..?"
__ADS_1
"Baiklah... katakan pada ku...aku tidak akan marah..😊"
"Namaku..Maya Wulandari...dan aku sudah menikah dengan Angga Pratama dua tahun lalu."
"Ohh..." jawab G singkat meski sebenarnya dia terkejut dan kecewa saat mendengar kejujuran Maya. Tapi G merasa kalau saat itu Maya membutuhkan dirinya.
"Lalu... "
" Malam ini .,...aku menemukan noda lipstik di kemeja suamiku....dan dia pulang dalam keadaan mabuk.... padahal dia tak pernah melakukan hal itu sebelum nya."
"G....aku merasa di khianati. Setelah semua yang kulakukan untuknya. Aku tak pernah menentang keinginannya. Aku selalu diam meski kebebasanku ia kekang."
" Apa kau sudah mencoba menanyakan tentang hal itu pada suami mu Maya..?"
" Hehhmmmm... tapi dia malah membentak ku.. tanpa memperdulikan ku.." jelas Maya
G merasakan kepedihan yang dialami oleh Maya. Meski G tak mendengar atau melihat tangis Maya. Tapi hatinya seperti terhubung dengan Maya.
"Sungguh bodoh pria yang telah menyakiti mu Ya...., bersabar lah ..aku selalu ada untukmu"
"Makasih G"
" Ya sudah.. istirahat lah .. jangan kamu terlalu memikirkan nya... "
" Tenang kan dirimu ...."
" Maya....."
" Hehhmmmm...."
" Kumohon berhentilah menangis...aku mungkin tak bisa melihat dan mendengar tangis mu .... tapi ku mohon .. berhenti lah menangis .. itu menyakitkan untukku merasakan kepedihan mu..." pinta G
" Bagaimana cara ku menghentikan air mata ini mengalir... hati ku sakit G... air mata ini mengalir dengan sendirinya..."
"Maya... andai kau di hadapan ku... akan ku hapus air matamu dan memeluk mu..."
" Terimakasih G... terimakasih telah mendengar kan keluh kesah ku.. dan maaf karena aku telah membohongi mu tentang diriku..."
" Tapi G... yakin lah selebihnya yang aku katakan pada mu adalah kejujuran... entah mengapa aku bisa menjadi diriku sendiri jika aku bersama mu... kau adalah orang terdekat ku saat ini..." jelas Maya.
" Hehhmmmm... baiklah... Jadi boleh aku meminta sesuatu pada sahabat ku ini..." kata G
" Apa...?"
" Berhentilah menangis....ku mohon..." pinta G
" Aku tak janji ... tapi aku akan usahakan.."
__ADS_1
" Kau tenang kan diri mu dan selebihnya serahkan padaku... " kata G
Maya sebenarnya belum mengerti dengan kata - kata terakhir yang G ketik untuknya. Tapi .. karena lelahnya Maya pun tertidur.