G..ya

G..ya
mencari keadilan


__ADS_3

Maya terbangun dari tidurnya. Matanya sembab, terdapat lingkaran hitam di matanya. Entah jam berapa dia baru bisa tertidur. Maya teringat akan noda lipstik yang ada di kerah kemeja Angga.


Maya pun berjalan menuju kamar tidur nya melihat apakah suaminya telah bangun. Ternyata, suaminya sedang mandi.


Maya duduk di sudut ranjang menunggu Angga. Maya berfikir keras apa yang harus dia tanyakan kepada suami nya. Maya juga mempersiapkan dirinya untuk hal terburuk yang akan terjadi.


Tak lama pintu kamar mandi pun terbuka. Angga keluar dari kamar mandi hanya dengan berbalut handuk sepinggang. Angga berjalan menuju lemari pakaiannya. Angga terkesan cuek dan mengacuhkan keberadaan Maya.


" Mas..."


"Hehmm...ada apa?"


" Semalam kenapa mas sampai mabuk?"


" Bukan urusan mu... jangan pernah mencampuri urusanku ... mengerti..." bentak Angga


"Mas... mengapa ada noda lipstik di kemejamu mas...??" tanya maya lirih


Angga terkejut...dia berjalan mendekati maya. Memegang kedua bahu maya.. menatap lekat wajah maya..


Angga bingung apa yang harus dia katakan pada Maya.


" Apa aku harus ceritakan semua kepada Maya ..?" gumam Angga dalam hati.


" Mas..aku minta penjelasan padamu ...?"


"Apa .... dengar ..itu bukan urusanmu...??"


"Tapi ... aku istrimu mas...aku berhak meminta penjelasan itu dari mu"


" Baiklah....asal kau tahu ...aku sudah jenuh padamu..."


Mendengar jawaban itu Maya seperti tersambar petir. Maya tak kuasa menahan air matanya.


"Apa yang kau katakan mas..., setelah semuanya yang ku lakukan untuk mu ....kau .."


PLAKKKK.....


Maya menampar wajah Angga dengan keras nya. Maya begitu terpukul mendengar Jawaban angga.


"Kau berani menamparku..."


"Keluar kau sekarang... dasar wanita tak berguna.. pergi kau dari rumahku." teriak Angga


" Baik...aku keluar dari rumah mu ... tapi ceraikan aku sekarang juga ..."


"Oke....dengarkan baik-baik.....Maya Wulandari... mulai hari ini aku talak kau ...ku putuskan hubungan Dengan mu ....kau buka lagi istriku..."


" Baiklah...aku pergi... sudah cukup aku menahan semua ini."jawab Maya lirih.


Maya pun pergi meninggalkan suaminya tanpa membawa apapun. Tak sempat ia berpikir untuk membawa baju ataupun yang lain.

__ADS_1


Angga baru tersadar dengan yang ia perbuat setelah Maya pergi meninggalkan nya. Angga melihat apakah Maya membawa pakaian dan barang-barang pribadi nya


" Syukurlah ...." kata Angga melihat semuanya masih pada tempat nya .


Angga berfikir bahwa Maya akan kembali karena Maya tak membawa apapun.


Maya berjalan meninggalkan suaminya dengan hati yang hancur. Maya terus berfikir. Kesalahan apa yang membuat suaminya jenuh pada nya.


"Apa kesalahan ku....apa aku jelek...apa aku tidak berguna... bodoh.. bodoh..." Maya terus memaki dirinya sendiri.


Tanpa ia sadari, Maya sudah berjalan cukup jauh meninggalkan rumahnya. Kakinya mulai letih dia pun memutuskan beristirahat di taman kota.


Ia duduk di bangku taman. Ia mengingat kembali kata-kata yang terucap dari mulut suaminya. Maya pun kembali menangis.


Tak jauh dari Maya duduk ada sepasang mata yang terus mengawasi nya. Seorang yang sejak tadi mengikuti Maya tanpa Ia sadari.


Karena tanpa sengaja orang itu melihat Maya keluar rumah sambil menangis. Seorang yang tak kuasa melihat air mata Maya.


"BRENGSEK...apa yang kau lakukan padanya? hingga dia menangis seperti itu" geram G dalam mobilnya.


###


Setelah mendapatkan informasi tentang Angga Pratama. G mencoba mencari tau dimana Maya tinggal. G merasa khawatir dengan kondisi Maya mengingat semalam Maya menangis sendirian.


"Jo ....kau urus semua pekerjaan ku hari ini......aku ada urusan yang lebih penting.."


" Baik tuan..."


G pun meninggalkan kantor nya dan mencari alamat Maya tinggal. Hatinya gelisah dan tak tenang sejak semalam.


Namun...G tak pernah menyangka kalo dia akan melihat Maya yang menangis.


"HAHHH....Maya.." kata G melihat Maya menangis


###


"Apa yang harus aku lakukan.., harus kah aku chat dia.."gumam G.


Akhirnya G pun memutuskan menchat Maya karena dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Maya.


"Ya....apa kabar...kau baik-baik saja kan?" ketik G. G menunggu jawaban dari Maya.


G berpura-pura tak tau apa yang terjadi pada Maya .


" Balas lah... kumohon Maya..."


DRETTT.... DRETTT... DRETTT...


Maya melihat layar hp nya. Maya melihat chat dari G.


G...

__ADS_1


" G....aku....aku baik-baik saja" Maya berbohong


" Benarkah.. "


" Iya.."


"Lalu.... bagaimana kau baik-baik saja jika ada air mata di wajah mu...kau tak usah berbohong pada ku...Ya..." chat G


" Sungguh G...aku baik-baik saja.." ketik Maya yang tak ingin G khawatir.


"Lalu apa yang kau lakukan di taman?"


" Taman.... bagaimana kau tau aku saat ini ada di taman G..?" jawab Maya heran. Maya pun menengok ke segala arah melihat apakah ada yang sedang memperhatikan nya.


" Maaf Maya...tanpa sepengetahuan mu aku menyelidiki tentang dirimu"


" Oke....lalu bagaimana kau bisa tau aku ada di taman.... jangan bilang kau juga mengikuti ku?" selidik Maya.


" Jujur... sebenarnya aku tidak sengaja melihat mu menangis tadi ketika aku melewati rumah mu....aku hanya ingin memastikan baik-baik saja ..Ya."


"Lalu... bukan kah kau sudah tahu kalau aku sudah bersuami...apa lagi yang kau harapkan dari ku?" lirih Maya.


"Pertemanan " jawab singkat G


Lama sudah Maya duduk di bangku taman dan menangis. G hanya bisa melihat Maya dari kejauhan.


Tapi akhirnya G pun tak mampu lagi menahan dirinya. Dia pun memutuskan untuk menghampiri Maya. G tak tega melihat Maya menangis seorang diri.


G mendekati Maya yang menangis. G berjalan dan berdiri di samping Maya. Tangannya menyentuh bahu Maya .G merasa kan tubuh Maya yang bergetar hebat.


"Sudahlah....Ya ... jangan menangis lagi...aku ada di sini bersamamu.." ujar G


Maya menengok kearah suara itu berasal. Maya tak menyangka kalau G ada di samping nya. Maya pun berdiri dan memeluk G dengan tiba-tiba. G pun kaget dengan pelukan maya. G pun membalas memeluk Maya.


Maya menangis sejadi jadinya di pelukan G.


Sudah dari semalam Maya membutuhkan teman tuk berbagi kepedihannya.


"Tenang lah ..Ya...aku ada bersamamu... " kata G menenangkan Maya


G melihat wajah cantik Maya yang telah menjadi pucat karena terlalu banyak menangis.Entah semalam Maya bisa tidur tidak.


pelukan G memberikan rasa nyaman kepada Maya. Maya merasa tenang dalam pelukan G


"Maya .. akan ku hapus semua pedih mu hari ini... itu adalah janjiku padamu Maya Wulandari" janji G


G mencoba menenangkan maya meski hatinya begitu pedih melihat Maya menitikkan air mata.


Maya pun larut dalam pelukan G. Ia menumpahkan semua pedihnya dalam pelukan G. Baru kali ini dia merasakan kehangatan dari seorang pria.


" Mengapa harus kamu G... mengapa?" tanya Maya lirih dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2