G..ya

G..ya
cemburu


__ADS_3

Maya selalu bisa menjadi dirinya sendiri jika bersama G. G seperti angin segar yang menyejukkan hari-hari Maya. G selalu bisa membuat Maya tertawa . G juga seperti mentari yang menghangatkan.


Tapi Maya sadar akan kedudukannya , Maya hanya seorang wanita yang pernah gagal dalam membina rumahtangga. Selain itu, di hati Maya masih ada Angga. Meski sekarang mereka terpisah tapi Maya masih memikirkan nya.


Hatinya dan pikirannya masih tertuju kepada suami nya Angga Pratama.


"Non.....Nona Maya.." panggil Jo.


Pangilan Jo menyadarkan Maya dari lamunannya.


" Iya ...Jo... tunggu sebentar .." maya pun berjalan kearah Jo memarkir mobil dengan membawa 2 kotak bekal makan.


"Jo ..kamu sudah makan siang...??"


" Belum nona... mungkin nanti setelah saya mengantar nona Maya ke kantor tuan.."


" Ohh.... syukurlah..ini untuk mu..." Maya memberikan kotak bekal makan untuk Jo.


"Semoga kau suka..."


" Terimakasih Non.."


" Nona ... boleh saya meminta tolong padamu nona ...?" kata Jo


" Katakan lah Jo...jangan malu....akan aku bantu jika aku bisa...." kata Maya


" Nona...bisa tidak jika nona tidak membawa saya dalam permainan nona dan tuan muda..?" kata Jo


" Mengapa...?apa kau marah padaku Jo.." tanya Maya


" Bukan begitu....hanya saja ....saya..." Jo terdiam tak melanjutkan perkataannya.


"Oke ..aku mengerti Jo..... Maaf kan aku ya Jo ...." kata Maya yang sebenarnya sudah paham yang Ingin Jo katakan.


" Terimakasih nona...atas pengertian nya.."


Mereka pun berjalan menuju kantor Ryu Gin. Syukurlah kondisi jalanan sedang tidak macet sehingga mereka bisa tiba sebelum jam dua belas siang.


" Nona kita sudah sampai..biar saya antar nona ke ruangan tuan.."


Betapa terkejutnya Maya karena kantor yang di maksud Jo adalah kantor lama Maya.


"INI..." kata Maya terkejut


" Ada apa nona ... kenapa nona terkejut...?"


" Tidak.... tidak ada apa-apa Jo.."


" Nona ....mari saya antar ke ruangan tuan muda...." ujar Jo


" Tidak perlu Jo...aku bisa sendiri..aku bisa tanya pada resepsionis....kamu silahkan menikmati makan siang mu Jo ..."


" Baiklah nona... terimakasih untuk bekal makan siangnya ..."


"Jo ... tunggu .... tunggu sebentar.....aku mau tanya ..siapa sebenarnya G..?"

__ADS_1


" Sebaiknya nona bertanya langsung pada tuan muda Ryu Gin.."


###


G menunggu Maya di ruangan nya dengan tak sabar. Kadang G duduk tak berselang lama di menuju jendela. G pun melihat layar hpnya berkali-kali. Sean melihat berapa kali G mondar-mandir tanpa memperdulikan keberadaan kedua sahabatnya itu.


Leo dan Sean heran dengan tingkah laku sahabatnya itu. Mereka tak pernah melihat Ryu Gin begitu gelisah. Mereka dibuat pusing dengan tingkah Ryu Gin.


" Leo kau tau bos kenapa..?tanya Sean


"Tidak..." jawab Leo singkat


" Apa ada tamu penting Leo..?? mengapa sampai Big bos gelisah begitu...?"tanya Sean


" Setahu ku sih tak ada.....Ryu Gin hanya memiliki agenda penting bertemu dengan para investor tadi jam 10.... selebihnya.... setahu ku tak ada..Sean...." jawab Leo


" Lalu Gin sedang menunggu siapa...? kenapa dia bolak-balik seperti setrikaan saja ?" ledek Sean


" Entah ...kita lihat saja nanti... sepertinya orang penting Sean...."


" Gin....siapa yang kau sedang tunggu...? lelah mataku melihat mu mondar mandir tak jelas ...."kata Sean


" Aku tak pernah menyuruh mu untuk melihat ku.... tutup saja kedua matamu itu....atau kalian bisa pergi dari ruangan ku..."jawab Gin


" Leo... kenapa bos kita jadi begitu sensitif..?


" Mungkin dia sedang datang bulan.. Sean." ledek Leo


G tak ambil pusing dengan ledekan kedua sahabatnya itu. Yang ada dalam pikirannya cuma Maya.


" Kenapa Maya lama sekali..?"gumam G


" G ...aku sudah ada di lobby...Jo tidak bisa menghantar ku ke ruangan mu karena aku menyuruhnya untuk makan siang... km ada di mana..? haruskah aku titipkan bekal makan siang mu pada resepsionis...?"


" Tunggu Maya.... aku akan meminta Erin menjemput mu.. tunggu sebentar "


G pun langsung menelpon Erin.


" Erin ... tolong kamu ke lobby dan jemput tamuku ..nona Maya."


" Baik tuan..."


Leo dan Sean mendengar Ryu Gin menyebutkan nama seorang gadis. Sean yang lebih dulu mengetahui tentang Maya tersenyum pada Gin.


" Hehhmmmm..." ledek Sean


" Mengapa kau tersenyum padaku Sean..?" tanya Gin yang tak suka dengan senyuman Sean yang mencurigakan.


"Oh...jadi Maya... pantas kau jadi gelisah... bodohnya aku ... seharusnya aku tau kalau gadis itu yang mampu membuat mu seperti ini ..... ceritakan lah padaku Gin. ... bagaimana kau bisa menemukan Maya.."


" Maya...siapa Maya... Sean...??" tanya Leo penasaran.


Sean hanya tersenyum..


" Kau akan tau saat melihat nya nanti.." jawab Sean

__ADS_1


" Sean ...... cepat katakan padaku ....siapa Maya...." bujuk Leo.


Tapi Sean dan Gin mereka hanya saling menatap dan tersenyum.


"Kalian....apa yang kalian berdua rahasiakan padaku... jelaskan padaku Sean...Gin..." kata Leo kesal melihat Gin dan Sean tersenyum.


TOKK ...TOKK... TOKK...


"Masuk..." perintah Gin


Betapa Sean dan Leo terpana oleh kecantikan seorang gadis cantik putih bertubuh tinggi semampai berambut hitam panjang meski gadis itu hanya lah mengenakan dress selutut berwarna biru muda.


" Cantik nya..??" kata Leo dan Sean kompak.


" Siapa gadis itu ...??" tanya Leo


Gin yang mendengarnya pun segera berjalan dan berdiri di hadapan Maya sehingga kedua sahabatnya tak bisa melihat Maya dengan jelas.


"Hehmmm...." G mencoba menyadarkan kedua orang bodoh itu.


" Maaf Gin... habis Maya benar-benar Cantik.." kata sean.


" Pantas saja ku begitu tertarik dengan nya.? kata Sean sambil mengedipkan sebelah matanya


"Siapa dia...?.. apa kita pernah bertemu sebelumnya.?" kata Leo..dia merasa pernah melihat Maya di suatu tempat tapi dia lupa.


"Sudah ....Sebaiknya kalian pergi ..." ujar Gin kepada kedua sahabatnya.


"Gin..... Setidaknya perkenalan aku dengan Maya dulu ...." pinta Sean


Maya yang ada di belakang G pun berjalan kearah kedua teman Gin...


"Halo tuan ..saya Maya..." kata Maya memperkenalkan diri


"Hai nona...aku Sean teman Gin "


" Saya leo..."


Kata mereka berdua sambil mengulurkan kedua tangan mereka.Tapi bukan Maya yang menjabat tangan mereka .. melainkan Gin.


Maya hanya tersenyum melihat semua itu.


"Sekarang kalian sudah berkenalan bukan ...jadi kalian bisa meninggalkan ruangan ku..!"kata Gin kesal.


" Gin kau tak mengajak kami untuk makan siang bersama kalian..?"ledek Sean karena ia melihat Maya membawa kotak bekal


" Tidak... pergi sana...?" perintah G


" Baiklah bos... kami pergi... hati-hati Maya


Gin suka menggigit jika sedang marah.." ledek Sean sambil meninggalkan ruangan Gin.


Maya hanya tersenyum mendengarnya.


" Kenapa kau lama sekali...?"

__ADS_1


" Maaf .... aku tadi baru selesai masak Ketika Jo sampai di rumah.." jelas Maya


Maya pun menata bekal makanan siang G di meja .


__ADS_2