
Maya yang sedang duduk di meja rias tersenyum mengingat kembali yang terjadi pagi tadi . Maya ingat bagaimana G seenaknya menutup panggilan dari leo. Maya bersyukur Leo menelepon G pagi itu karena setidaknya Maya bisa lepas dari pelukan G .
" Aku harus berterimakasih kepada Leo...jika tidak bagaimana cara ku untuk lepas dari pelukan si kucing.." gumam Maya
"Apa yang kau bicarakan dibelakang ku....?" tanya G di belakang Maya.
G ternyata sudah ada di belakang Maya untuk menjemputnya karena G ingin mengajak Maya jalan-jalan sore.
" Bukan apa-apa..." jawab Maya
" Tapi aku mendengar kau menyebutkan nama Leo...apa yang kau rahasiakan...?" selidik G.
" Leo... mungkin kau salah dengar..."
" Awas saja kalau aku sampai tau ada sesuatu tentang kalian berdua..." ujar G curiga
" Sudah...kita jadi berangkat tidak..?" kata Maya untuk mengalihkan kecurigaan G .
Maya yang melihat G kesal pun kembali meledeknya.. " Apa Jo ikut dengan kita G..??"
" Tidak... buat apa aku membawa Jo bersama kita..?" jawab G kesal.
" Ohh...ku kira akan menyenangkan jika aku berjalan-jalan dengan Jo dari pada dengan kucing pemarah seperti mu ..." kata Maya sambil berlalu... Maya pun tak lupa tuk mencium pipi G agar meredakan amarahnya.
" Maya ...apa yang kau lakukan..?"kata G memegang pipinya dan tersenyum.
G masih terduduk dan memegang pipinya yang di cium oleh Maya.
" Kurang...." ledek Maya tersenyum
" Nyamuk kau nakal...." kata G tak percaya dengan yang terjadi.
Maya dan G hanya menggunakan pakaian sehari-hari mereka . Kaos dan celana jeans karena Maya tau jika G tak suka jika mereka menjadi perhatian dari orang lain.
Mereka berjalan menuruni tangga sambil bercanda gurau. Para pelayan sangat senang dengan keberadaan Maya karena sejak Maya ada tuannya tak pernah marah-marah tak jelas pada mereka. Suasana rumah menjadi lebih tenang dan mereka bisa bekerja dengan nyaman.
Jo pun senang dengan perubahan yang terjadi hanya saja Jo harus berhati-hati jangan sampai dia ada lagi di tengah permainan mereka.
" Hai Jo..." sapa Maya
"Please nona ... jangan bawa aku ketengah permainan kalian lagi...." pinta Jo dalam hati
Jo menjawab sapaan Maya hanya dengan senyuman.." Tuan...tuan ingin keluar...apa saya perlu menemani...?" tawar Jo
" Tidak.... " Teriak G kesal.
Jo berpikir apa dia telah melakukan kesalahan ." Mengapa tuan muda seperti nya marah... ?"bisik Jo dalam hati saat G menolak ketika Jo menawarkan dirinya untuk mengantar nya. Padahal itu sudah menjadi tugas nya ketika G hendak pergi , menjadi supirnya.
Maya hanya tersenyum melihat itu semua.
"Nona ...apa ini ulah mu lagi...?" tanya Jo dalam hati karena ia melihat Maya mencoba mengatakan " Maaf..." dengan gerakan bibir nya.
G dan Maya pun mengendarai mobil menuju tempat yang sudah di pesan oleh G. Di perjalanan G menyalakan tape mobil nya . G mencoba mencari gelombang radio yang menyuguhkan lagu-lagu populer yang biasa G dengar kan.
__ADS_1
" Nah....ini dia..." Kata G senang
G pun mulai mendengarkan musik yang diputar di radio tersebut dan ikut mendendangkan lagu itu...
I wanna call the stars , Down for the sky
I wanna live a day , That never dies
I wanna change the world , Only for you
All the impossible , I want to do
Maya pun tak mau kalah dia pun bernyanyi bersama G...
I wanna hold you close under the rain
I wanna kiss your smile and feel the pain
I know what's beautiful looking at you
In a world of Lies , You are the truth
Mereka menikmati lagu itu
And baby.....
Everytime you touch me
I be come a hero
G melihat Mata Maya dengan lembut... G ingin Maya tau itulah yang ada di hati nya saat ini.
And bring you.... everything you ask for
Nothing is above me...
I'm shining like a candle in the dark
When you tell me that you love me..
G memegang tangan Maya dan menciumnya.
" Terimakasih..." bisik Maya di telinga G.
Mereka benar-benar menikmati lagu itu sepanjang perjalanan mereka.
WHEN YOU TELL ME THAT YOU LOVE ME (Westlife feat Diana Ross)
Butuh waktu tiga jam untuk mereka sampai ke tempat tujuan mereka. Mereka tiba di tempat tujuan ketika hari hampir senja.
"Pantai...G.... pantai.... indah sekali..." kata Maya
" Hehmm... " jawab G
__ADS_1
" G ...."
" Hehhmmm.....apa...?"
" Bisa tolong buka .....?" pinta Maya sambil menunjuk kaca jendela mobil sambil tersenyum.
G pun membuka kaca jendela mobil nya yang ada disisi Maya. Maya merasakan hembusan angin pantai yang sudah sangat dia rindu kan.
Mendengar kan deburan ombak yang sudah tak begitu jauh.
G bahagia melihat Maya menyukai kejutan yang diberikan olehnya.
"Gya... masukkan kepalamu... bahaya...!!"
" Tidak...ini menyenangkan...AHHHHH...." teriak Maya menikmati keindahan pantai.
G hanya bisa tersenyum melihat tingkah Maya kali ini. Maya seperti anak kecil yang baru saja lepas dari kurungan. Dia begitu ceria dan menjadi tak sabaran.
" G cepat lah....." rengek Maya.
" Sebentar....aku parkir dulu..." kata G
"Gya.... tunggu....kau mau kemana...?" teriak G melihat Maya turun dari mobil dan berlari menuju pantai.
" Pantai.....kau lambat kucing...WEKKKK.." ledek Maya sambil menjulurkan lidahnya.
G pun hanya tersenyum dan tak punya pilihan lain selain membiarkan Maya sendirian ke pantai karena dia harus memarkir mobil nya terlebih dahulu.
"ADUH... MAAF..MAFF..." Maya menabrak seseorang karena terburu-buru.
" Tidak apa-apa....apa kau terluka..?" tanya pria tersebut karena melihat Maya terjatuh.
"Tidak...aku ... baik-baik saja....aku yang seharusnya minta maaf kepada mu..maaf karena aku terlalu bersemangat jadi tak melihat mu...maaf sekali lagi..tuan.." kata Maya.
" Tidak apa-apa...Siapa namamu nona..?"
" Ma....Gya....namaku Gya Mizuki... tuan..?"
" Perkenalan...nama saya Bayu..Bayu Adhitya."
kata Bayu sambil mengulurkan tangannya.
"Ryu Gin..." sapa G sambil menerima uluran tangan dari Bayu.
" Tuan....apa benar ada tuan Ryu Gin.... bagaimana bisa tuan Ryu Gin pengusaha muda sukses diasia ada di sini... senang berkenalan dengan anda..." sapa Bayu.
" Hehhmmmm..." jawab G sambil melepaskan tangannya.
" Maaf tuan ....tapi... apa hubungan anda dengan nona cantik ini..? tanya Bayu sambil tersenyum nakal pada Maya karena dia sedikit tersinggung dengan tingkah laku G
G kesal dengan ulah Bayu yang seenaknya menatap Maya . G mulai mengepalkan tangannya , ingin sekali dia melayang tinjunya ke wajah pria yang baru dia kenal tersebut.
" Dia ... pacar saya tuan.... " jawab Maya lembut dan menggenggam tangan G . Maya tau hanya dengan demikian lah Maya dapat meredam amarah G.
__ADS_1
"Pacar...." kata G..