
Jo mengarahkan Ian kekamar Maya di lantai tiga.Tampak dari kejauhan Gin sedang mengengam tangan seorang gadis yang baring di ranjangnya. Gin tampak begitu khawatir ada ketakutan di mata Ryu Gin .
Ian tak menyangka bahwa sahabatnya bisa begitu perhatian terhadap gadis tersebut.
" Apa gadis ini yang Jo bicarakan tadi... dia memang cantik... pantas jika Ryu Gin jatuh hati pada nya..." gumam Ian.
Ian pun berjalan mendekati G. Tampak dengan jelas ada kekhawatiran di wajah sahabatnya itu.
" Hai Gin...apa kabar..?lama kita tidak bertemu.. "sapa Ian
" Sudah basa-basi nya cepat kau periksa dia. ..Ian..." kata G ketus
" Kau ..Gin tak pernah berubah.. selalu seperti itu... ada apa sebenarnya...?" tanya Ian
" Ian....tolong periksa dia ..aku menemukanya pingsan tadi di kamar mandi.. Tubuhnya pun demam...." kata G
" Baik ...biar aku periksa dulu.." jawab Ian
Ian pun mulai memeriksa Maya dengan teliti.
Ian melihat G tak melepaskan genggaman tangan nya dari Maya. Hal itu membuat Ian semakin penasaran dengan Maya.
" Dia baik-baik saja ...hanya kelelahan... seperti nya dia sedang mengalami masa yang sulit ... sehingga membuatnya tertekan... dia hanya butuh istirahat dan makan yang cukup...." jelas Ian
" Kau serius Ian....? apa Maya tak perlu di rawat di rumah sakit...?"
" Kau tak percaya padaku...? lalu yang dokter itu km atau aku...? Ledek Ian
" Bukan waktu nya bercanda Ian ....apa dia baik-baik saja...?" teriak Gin
"Kau tenang saja Gin... setelah dia beristirahat beberapa hari dia akan lebih baik... selama dia tak tertekan...."
"Untuk demamnya ...akan ku berikan dia obat penurun demam dan vitamin.... selebihnya biarkan dia beristirahat...oke"jawab Ian tenang
Ian sungguh penasaran dengan Maya. Kenapa G begitu perduli dengan gadis ini. Ian pun memberanikan diri untuk bertanya.
" Gin...siapa gadis cantik ini....Aku tak pernah melihat dia.... dimana kamu menemukan nya...?" tanya Ian sambil menatap wajah cantik Maya.
G yang mendengar itu langsung memberikan tatapan dingin yang mematikan kepada Ian. Ia tak terima jika ada pria lain yang memuji kecantikan Maya sekalipun dia... Ian sahabatnya sendiri.
" Bukan urusan mu ....dan berhentilah menatapnya...jika kau masih ingin hidup.." ujar G
" Apa yang salah...? aku hanya terpesona dengan kecantikan wanita itu...dia memang sangat cantik..." Ian ingin melihat reaksi Gin
" Jika kau telah selesai pergilah ....Jo akan mengantar mu ke depan.." kata G ketus.
G tak suka dengan tatapan mata Ian yang tertuju ke Maya. G merasa Maya adalah milik nya dan tak ada yang boleh menatapnya.
__ADS_1
" Kau memang keterlaluan Gin...Aku hanya penasaran dengan dia...??"
" Jo ... antar kan Ian keluar..." perintah G
" Baik tuan..."
Jo pun berjalan mendekati Ian dan mengarahkan Ian keluar dari kamar Maya.
" Hahh....Tuan Ian... kau bodoh...kenapa berani sekali memuji dan bahkan menatap wajah nona Maya di hadapan tuan muda..cari masalah saja..." gumam Jo dalam hati.
Jo tak ingin jika tuan mudanya lepas kendali karena cemburu . Jo tau bagaimana tuannya begitu protektif terhadap nona Maya. Jika dilanjutkan lagi bisa-bisa ada pertumpahan darah di rumah ini.
" Mari tuan Ian...."
Ian pun berjalan mengikuti Jo dari belakang. Tapi Ia semakin penasaran mengapa Gin begitu protektif terhadap gadis itu.
" Jo .....siapa gadis cantik itu....?"tanya Ian penasaran.
" Nona itu ...Nona Maya tuan..., tuan yang membawanya pulang kemarin sore.."
" Apa kau tahu sejak kapan Gin mengenal gadis cantik itu...Jo..?"
" Maaf tuan ...aku hanya ingin memperingatkan tuan .... jangan pernah lagi menatap nona Maya dan memuji nona Maya di hadapan tuan muda jika tuan Ian ingin selamat..." jelas Jo
" Kenapa Jo....apa hubungannya Gin dengan gadis itu Jo..? Mengapa G terlalu protektif terhadap nya...Kau pasti tau...?"
" Jangan membohongi ku... kau selalu tahu yang terjadi pada tuan muda mu... katakan pada Jo..."
" Sebaiknya tuan tanyakan langsung pada tuan muda..." jawab Jo sambil tersenyum
" Baiklah Jo ....aku pergi dulu ...kau sama saja dengan tuan mu..." kata Ian kesal sebelum meninggalkan rumah G.
###
G menatap lekat wajah Maya dengan tatapan hangat. Tangan kiri G mengengam erat tangan Maya sedang kan tangan kanannya membelai lembut anak rambut Maya. Hati nya sakit melihat Maya dalam keadaan tak berdaya seperti itu. G mencium dengan lembut kening Maya. Ada kekhawatiran pada mata Ryu Gin.
" Sadarlah Maya..... bukalah mata mu ... Jangan buat ku khawatir..." lirih G
" Mengapa kau tak bilang padaku jika sakit."
" Bangun lah Maya ..."
Perlahan-lahan jari jemari tangan Maya bergerak. Kedua kelopak matanya terbuka perlahan-lahan. Maya mulai sadar dari pingsannya.
" Haus...aku ingin minum.." pinta Maya lemas
" Maya ...kau sadar... sebentar.....akan ku ambilkan air untuk mu.."
__ADS_1
G pun mengambil gelas yang ada di meja depan nya . G membantu Maya untuk duduk agar mudah meminum nya.
" Ini Maya .. pelan-pelan.."
" Makasih ...apa yang terjadi...?? mengapa aku ada di sini... seingat ku ..aku ada di kamar mandi.."
"Aku menemukan mu pingsan.... syukurlah kau sudah sadar..."
"Maaf merepotkan mu..."
" Kenapa kau tak bilang padaku jika sedang sakit... tubuh mu demam tinggi tadi..."
" Aku baik-baik saja....kau tak perlu khawatir..
aku hanya sedikit lelah .." jawab Maya
"Sudahlah ...kau harus banyak istirahat... tidurlah dulu ..." pinta G
" G.... maaf kan aku karena masih belum bisa melupakan Angga... aku tak bisa membencinya.... aku tidak bisa hidup tanpa nya .."
" Baiklah...Ya.... tenangkan dirimu....sebaiknya kau berikan waktu pada hati mu...dan juga dirimu ..." jawab G
"G....."
"Hehhmmmm...."
" Boleh aku pinjam bahumu....?"
G pun duduk di sebelah Maya menghadap nya memberikan bahunya. Maya pun menyandarkan kepala . Maya sangat membutuhkan teman tuk berbagi.
Perlahan air mata Maya mengalir tak terbendung lagi. Maya melepaskan semua rasa sakit yang ia tahan sendiri. Maya bersyukur bahwa G bersama nya saat ini.
" Makasih G..."
G pun memeluk Maya, membelai lembut rambutnya dengan lembut dan mencium kening Maya.
" Andai kau tahu Maya .. setiap tetes air mata mu yang mengalir ... bagaikan sebuah pisau tajam yang menghujam jantungku... aku tak mungkin bisa membohongi perasaanku... aku telah jatuh cinta pada mu...." gumam G dalam hati kecilnya.
" Sudahlah ... sekarang kau istirahat dulu.... aku akan membuatkan mu bubur... dan setelah itu kau bisa minum obat dan tidur." kata G lembut
" Kau tak perlu repot-repot... G..."
" Tidak..aku tak repot.... sebenarnya kalo boleh jujur aku pergi karena ingin mengganti kemeja ku yang basah oleh air matamu ... lihat..." ledek G sambil memperlihatkan kemejanya..
" Maaf....G... dan terima kasih.." kata Maya
G pun menoleh kearah Maya dan tersenyum.
__ADS_1