
G menganti kemeja nya terlebih dahulu sebelum dia menuju dapur. Ini untuk pertama kalinya G masuk ke dapur. Semua pelayan dan termasuk Jo pun kaget melihatnya. Mereka seakan tak percaya dengan penglihatan mata mereka.
" Apa kau melihat ...apa yang ku lihat..?" kata salah satu pelayan
" Ya... aku pun melihat apa yang kau lihat.." kata pelayan yang lain.
" Benarkah itu tuan muda..?"
" Iya..."
" Apa yang terjadi... seperti nya matahari telah terbit dari barat .." kata pelayan yang lain
"ACHHHH.... sakit apa yang kau lakukan." kata seorang pelayan.
" Aku hanya ingin memastikan kalo aku tak bermimpi.... " kata pelayan yang lain.
" Tapi kenapa kau malah mencubit tangan ku.."
" HEHEHE.... maaf..."
" Apa yang membuat tuan muda sendiri turun ke dapur...?
" Aku dengar nona Maya sedang sakit.."
" Nona Maya....siapa?
" Itu .... gadis cantik yang kemarin sore tuan bawa pulang... masa kau lupa..?"
" Ohh... nona cantik itu... memang ..apa hubungan tuan muda dengan gadis cantik itu?" tanya salah satu pelayan penasaran.
" Entah .... tapi sepertinya nona itu sangat penting bagi tuan...kau tau sendiri ...mana pernah tuan muda membawa gadis pulang..?"
" Kau benar...."
" Apa yang sedang kalian lihat..?" teriak Jo dari belakang.
" Tidak tuan ..... Maaf kan kami tuan...?"
Para pelayan pun terdiam karena takut bila yang mereka bicarakan tadi terdengar oleh Jo
" Apa yang kalian tunggu.... cepat kalian pergi.... kerjakan yang lain.. jangan mengusik tuan muda mengerti kalian..." perintah Jo
" Baik tuan..." jawab mereka kompak dan mereka pun berjalan meninggalkan dapur.
Sebenarnya Jo mendengar semua yang mereka bicarakan tadi. Jo pun merasakan hal yang sama dengan mereka. Jo juga merasa nona Maya gadis yang berbeda.
Jo mendekati G menanyakan jika tuannya membutuhkan bantuannya. Jo tau kalo tuan mudanya itu tak tahu apapun soal memasak. Jo hanya takut Kalau-kalau tuan muda nya akan membakar dapur.
"Tuan ada yang bisa saya bantu..?"
"Tidak Jo... pergilah... aku bisa sendiri..!!"
" Tuan Yakin tidak ingin saya bantu..." tanya Jo
" Apa susahnya membuat bubur..." jawab G
" Tuan...biar saya membantu anda...."
" Jo ....jangan membuat ku mengulangi perkataan ku... " kata G
"Baik tuan..." dengan berat hati Jo meninggalkan tuannya di dapur.
__ADS_1
" Apa yang harus aku persiapkan untuk membuat bubur...?" gumam G
" Dimana lagi para pelayan bodoh itu meletakkan semua yang ku butuhkan...?"
G mencari panci dan segala sesuatu yang dia anggap di perlukan untuk membuat bubur.
" Tapi ..Apa saja yang ku perlukan untuk membuat bubur ya..." kata G bingung
G pun tak kekurangan ide. G melihat bagaimana membuat bubur dari internet. G mengikuti setiap step by step cara membuat bubur.
Tak berselang lama, setelah ke lima dari hasil percobaannya yang dia lakukan . G pun akhirnya berhasil membuat bubur . Meski penampilan nya tak begitu meyakinkan.
" Lumayan.." kata G ketika mencicipi masakan nya.
G pun menyiapkan bubur dan membawa nya untuk Maya.
###
Betapa tercengang Jo ketika melihat keadaan dapur yang sudah kacau balau selepas tuan mudanya pergi . Semua perabotan dapur turun dan banyak berserakan bahan masakan . Belum lagi beberapa panci yang gosong.
"HAHHH.,,.. Tuan...kau masak apa menghancurkan dapur... kenapa semua berantakan seperti ini " keluh Jo dalam hati.
###
Maya yang sedang berbaring lemas menatap G yang berjalan membawa semangkuk bubur di tangannya.
" Kau tak perlu repot G..." kata Maya sambil berusaha untuk duduk dan bersandar.
G berjalan mendekati Maya dan duduk di kursi sebelah Maya
" Tidak ini tak repot bagi ku...ini hanyalah bubur.. .Biar aku menyuapi mu.... setelahnya kamu bisa minum obat.."
" G....kau yakin ini bubur..." ledek Maya ketika melihat penampilan dari bubur yang dibawa G
"Sudah...buka mulut mu..." kata G sambil menyuapi Maya.
" Apa masih panas..." kata G heran melihat Maya menitikkan air mata
" Tidak.... " jawab Maya singkat
" Lalu ...apa ada yang sakit..?" tanya G
" Tidak... "
"Lalu kenapa kau menangis....?" tanya G
"Aku.... terimakasihasih G.. terimakasih karena kau bersama ku...aku tidak tahu bagaimana jika aku seorang diri melalui semua ini...."
" Tenanglah Maya...aku akan selalu bersamamu.... aku akan selalu menjaga mu.. "
Maya pun memeluk G. Maya merasa tenang dalam pelukan G. Maya bersyukur karena G bersamanya kini.
" Sudahlah....ku kira masakan ku tak enak sehingga membuat kau menangis.. kau membuatku takut saja..." ledek G
Maya pun tersenyum. G menghapus air mata yang masih ada di pipi Maya. G melanjutkan menyuapi Maya hingga bubur itu habis.
" Ya... jangan menangis lagi...kau membuat ku sedih setiap kali kau menangis.."
" Aku merasa kesal pada diri ku sendiri karena tak bisa berbuat apa-apa ketika kau menangis..." kata G
" Baiklah ...akan aku usahakan.,.. kau tak perlu menyalakan diri mu sendiri... bagi ku kau bersama ku saja sudah cukup membantu ku melewati semua ini.. "
__ADS_1
" Ya... "
"Hehhmmmm..."
" Sepertinya kau pingsan karena lapar....,? lihat kau menghabiskan nya..."ledek G sambil memperlihatkan mangkuk bubur yang telah kosong.
" Habis mau bagaimana lagi ...tuan rumahnya pelit ... dari kemarin tak menawari ku makan.."
" Enak saja....!!! siapa yang menyuruh mu mengurung diri dikamar..??? .kau tak tau ...betapa lelahnya Jo turun naik tangga hanya karena dirimu...."
" Benarkah.... "
"Kasihan Jo...aku akan membuatkan cake sebagai permintaan maaf ku padanya...ketika aku sudah sembuh nanti...dimana dia sekarang...."
"Siapa ..?"
"Jo... "
" Dia sedang keluar kota...kau tak perlu mencarinya...." kata G kesal
***
" Nona .. mengapa kau berkata seperti itu...kau membuat ku dalam masalah..kau tak tau betapa mengerikannya jika tuan muda cemburu...."kata Jo dalam hati.
Tanpa mereka sadari Jo sedang berada depan pintu kamar maya. Jo mendengar semua yang Maya katakan.
" HAHH....Aku dalam masalah besar seperti nya..." kata Jo lemas.
***
"Sekarang kau minum obat dan vitamin mu... lalu beristirahat lah.."
" Hehhmmmm....." jawab Maya
" Kalo begitu aku pergi dulu sebentar....aku ada sedikit urusan ...kau istirahat oke.."
" G .. jangan pergi...temani ku ..." kata maya sambil memegang tangan G ketika G ingin beranjak pergi darinya.
" Baiklah..."
" Tetaplah bersamaku sebentar lagi....temani ku hingga aku tertidur...."pinta Maya
" Hehmm... tenanglah...istirahat ...Aku akan bersamamu..." jawab G tersenyum dan mengengam tangan Maya hingga ia tertidur.
" G boleh aku bertanya pada mu ?"
" Hehhmmmm .... tanyakan lah apa yang ingin kau ketahui..."
" Siapa kau sebenarnya ...? maksud ku nama aslimu...?"
" Namaku ....Ryu Gin.... "
" Lalu bagaimana dengan pekerjaan mu...?
" Hehmm....kalo itu masih rahasia..."
"Tuh kan ...."
" Sudah .... pejamkan matamu.. tidur lah.."
G merapikan selimut dan mematikan lampu setelah ia memastikan Maya tertidur pulas. G berjalan meninggalkan kamar Maya menuju ruang kerjanya yang bersebelahan dengan kamar mereka.
__ADS_1