
" Maya..." Angga terkejut melihat Maya ada di hadapannya. Angga langsung memeluk Maya meski Maya menolak untuk pelukan itu.
"Lepas... lepas kan aku....apa yang kau lakukan.. lepas kan aku..." Pinta Maya
" Maya ...kemana saja kamu ?? apa yang terjadi pada mu..?? dimana kau tinggal selama ini..??susah sekali aku menghubungi mu sayang.." Tanya Angga tanpa melepaskan pelukannya
Maya masih berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan Angga. Namun , Angga memeluknya erat sampai Maya sulit untuk lepas dari nya.
" LEPAS KAN AKU... APA YANG KAU LAKUKAN..??? " Teriak Maya
Angga bukan melepaskan pelukannya, ia malah menatap wajah Maya. Betapa rindunya dia pada Maya, Angga pun memberanikan diri untuk mencium Maya. Angga mendekat kan wajah nya ke wajah Maya. Menatap bibir Maya yang telah lama ia rindukan.
BRRUKKK
"APA YANG KAU LAKUKAN..??" Teriak G setelah ia melayangkan pukulan keras tepat di wajah Angga.
G pun yang melihat Angga tersungkur dengan bibir yang robek pada sudut bibirnya menarik tangan Maya dan memeluknya.
" Kau tak apa-apa Gya..?? apa pria brengsek itu menyakiti mu..?" tanya G sambil melihat Maya. G bisa melihat ketakutan pada wajah Maya. Bahkan G bisa melihat tubuh Maya yang bergetar.
" KAU....!!!" Teriak G ketika ia kembali menatap Angga. G begitu marah dengan apa yang ia lihat tadi.
" Stop...G..Ku mohon..!!!" pinta Maya ketika G kembali ingin melayangkan pukulannya ke Angga. Maya tak ingin G melukai Angga mungkin ia masih mencintainya atau setidaknya masih ada rasa itu di hatinya . Karena bagaimanapun Angga pernah ada di kehidupan Maya.
G pun menatap Maya...
" Kenapa Maya...?? apa kau sudah melupakan perbuatannya padamu..??" tanya G
" Biar ku balas kan sakit hati mu... "
" Tidak ..G.. ku mohon ....lepaskan dia..." pinta Maya sambil terisak.
" Baiklah.." G paling tak bisa melihat air mata di mata indah Maya.
G pun berjalan mendekati Maya dan memeluknya. G menenangkan hatinya dan amarah nya hanya untuk Maya. Jika tidak , sudah babak belur Angga di hajar G. Pilihan hanya ada dua .. satu rumah sakit dan pilihan kedua adalah kuburan...
" Maya... siapa dia..?" tanya Angga. Angga berusaha bangkit dari tempat ia terpuruk karena di hajar G.
"Maya... maafkan lah aku...aku akan menjelaskan semuanya padamu...ku mohon biarkan ku jelaskan semuanya padamu.." pinta Angga sambil berdiri dan berjalan ke arah Maya.
"Apalagi yang ingin kau katakan...?" tanya G menghalangi langkah Angga mendekati Maya.
" Minggir kau... !!! Aku ingin bicara dengan istri ku..."
"ISTRIMU....KAU TAK SALAH..????" Teriak G
amarahnya kembali terpancing..
" Awas kau ...!!! jangan ikut campur dengan urusan keluarga kami... kau itu bukan siapa-siapa...???" kata Angga
" CUKUP... HENTIKAN...!!! KU MOHON.." Pinta Maya
" Mas..tak ada yang bisa kita bicara lagi.. kau. bukan lagi suamiku.. kau sudah menceraikan ku.. bahwa kau mengusir ku keluar dari rumah mu.."
__ADS_1
" Sayang..." kata Angga
" Hentikan mas... biarkan aku tenang menjalani hidup ku ini.. ku mohon.. jangan ganggu aku lagi...!!! " pinta Maya
" Sayang...aku mencintaimu . Bagaimana aku bisa hidup tanpa mu sayang..?? maafkan lah aku.. biar ku jelaskan semuanya..ku mohon..." pinta Angga. Angga berusaha untuk mendekati Maya tapi G berdiri di hadapannya
Maya memegang tangan G, menarik nya dan memeluknya. "G....ku mohon bawa aku pergi dari sini....aku tak sanggup lagi.." bisik Maya
G pun melakukan apa yang di inginkan oleh Maya. Mereka berjalan menuju lift meninggalkan Angga.
"MAYA...!!!!" Teriak Angga
Maya mengacuhkan nya dan tetap berjalan bersama G. G merasakan tubuh Maya yang masih bergetar. Wajah yang memucat dan tubuh yang dingin.
" Gya ... kau tak apa-apa..?? " tanya G begitu ada di dalam lift.
" Gya...Gya..GYA...." Teriak G ketika melihat Maya pingsan dalam pelukannya.
###
TUTT....TUUTT..TUUTT
" Ian.. sekarang juga kamu ke rumah ku...!!" perintah Gin
TUUTT
" Apalagi sekarang..??" tanya Ian dalam hati nya karena G menghubungi nya dan menutup telepon nya begitu saja tanpa menjelaskan apapun
###
" Ku mohon Gya.. sadarlah..!! "
G melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan keadaan sekitar.
"Jo...Jo.." Teriak G
"Iya tuan...,apa yang terjadi dengan nona Gya tuan..? " tanya Jo yang melihat Maya pingsan di pelukan Ryu Gin.
" Jo...Apa Ian sudah datang..? " tanya G
" Belum tuan.."
"Hubungi dia lagi...katakan secepatnya dia untuk ada di sini ...jika ia masih ingin hidup..!!"
perintah Gin
" Baik tuan.."
Sebelum Jo menelpon Ian, Ian sudah memarkir mobilnya di depan rumah Gin.
"Bagus... suruh dia ke kamar Gya.. Jo!!" pinta G ketika melihat mobil Ian. G pun membawa Maya ke kamar nya dan membaringkan tubuhnya di ranjang nya. G begitu khawatir melihat kondisi Maya yang tak kunjung sadar.
###
__ADS_1
" Tuan Ian... apa kabar? sebaiknya tuan segera ke kamar nona Gya... tuan Ryu Gin sudah menunggu anda di sana !!" kata Jo
" Jo .. memang nya apa yang terjadi..? mengapa Gin begitu tergesa-gesa saat menghubungi ku..?" tanya Ian
" Saya sendiri kurang tau tuan..tapi sepertinya nona Gya sedang kurang sehat... karena saat dia pulang tadi ....tuan muda mengendong nona Gya dalam keadaan pingsan.." jelas Jo
TUTTT...TUTTT....TUUTT
" SAMPAI KAPAN KALIAN BERBICARA DI SANA.....???" Teriak G
" Maaf tuan ..saya akan Segera membawa tuan Ian ke kamar nona Gya..."
KKLUKK
" Kau dengar sendiri tuan ... sebaiknya tuan Ian segera ke kamar nona Gya.."
" Ryu Gin tak pernah berubah ... selalu bertindak semaunya.." kata Ian sambil berjalan ke kamar Maya
###
" Ian.... kenapa lama sekali kau sampai ke sini ...?? apa jarak parkiran mobil mu begitu jauh...hahhh..? " kata G kesal
" Kau ini ... selalu tak sabaran... ada apa lagi sekarang..??" tanya Ian yang melihat Maya terbaring tak sadarkan diri
" Gya ...ia pingsan setelah bertemu dengan mantan suaminya.." jelas G
" SUAMI ..." tanya Ian kaget
" Apa kau tak mendengar.... MANTAN SUAMI.. " Jelas G
" Oke... maaf.. mantan suami.. jadi ....Gya sudah pernah menikah...??"
" Sudah .. kerjakan apa yang menjadi bagian mu dan jangan ikut campur urusan ku..!!"
" Baiklah.. biar aku memeriksa kondisi nya dulu..."
Ian memeriksa kondisi Maya dengan teliti dan sesekali Ian memperhatikan Ryu Gin yang begitu khawatir pada Maya.
" Bagaimana..??" tanya G
" Gya ...dia baik-baik saja ... hanya sedikit terkejut dan sepertinya dia masih memiliki beban pikiran yang belum bisa ia selesaikan."
" Apa ...tak ada yang lain..?? mengapa ia bisa pingsan seperti itu?"
" Ia pingsan karena rasa terkejut dan tertekan... jadi kau tak usah khawatir.. biarkan dia beristirahat dan menenangkan pikirannya."
"Baiklah..." jawab Gin
" Gin... apa kau mencintai nya ..?? " tanya Ian
" Hehhmm ... aku...aku sangat mencintai nya melebihi diri ku sendiri.." jawab G sambil tersenyum menatap wajah Maya.
" Baiklah...aku kembali ke rumah sakit sekarang... jika ada yang mendesak kau bisa menghubungi ku ...aku akan segera datang.."
__ADS_1
" Thanks.."jawab G singkat
Ian pun meninggalkan Gin dan Gya , meski Ian masih tak percaya dengan yang ia dengar dan ia lihat tadi...