G..ya

G..ya
pagi yang cerah


__ADS_3

Matahari telah terbit sejak tadi, tapi kedua insan itu belum juga terbangun dari tidurnya. G yang terganggu dengan silaunya cahaya Surya yang menerobos masuk dari celah-celah gorden jendela mau tak mau terbangun dari tidurnya. G tersenyum menatap wajah Maya.


" Kau selalu cantik meski dalam keadaan tertidur... " ucap lembut G di telinga Maya.


G mencium lembut kening Maya dan merapikan selimut ditubuh Maya. G perlahan menuruni ranjang berusaha untuk tak menimbulkan suara agar Maya tak terbangun.


G sedikit merasa bersalah karena ulahnya Maya sampai terlihat lelah.


" Istirahat lah ..." kata G seraya menatap wajah Maya.


G menuju kamar mandi tuk membersihkan tubuh nya dan juga mendinginkan adiknya yang sejak tadi terbangun hanya karena menatap wajah cantik Maya.


" Kenapa aku tak pernah puas ... padahal banyak wanita yang pernah mendekati ku tapi tak ada yang seperti mu Gya .. hanya dengan menatap wajah mu saja aku sudah ingin memangsamu..."


" Sabar... biarkan dia beristirahat.. tenangkan diri mu G.. " kata G dalam hati


Setelah sekian lama ada di kamar mandi akhirnya G bisa menenangkan diri nya dan adik kecil nya.


G membuka pintu kamar mandi dan masih mendapatkan Maya yang tertidur pulas. G menuju kamar tidur nya untuk mengganti pakaian. Hari ini di memutuskan untuk meliburkan diri karena ia masih ingin bermanja-manja dengan Maya.


KRING....KRING...KRING ...


G merasa kesal dengan bunyi telpon itu. Meski begitu ia tetap mengangkat telpon tersebut.


" Maaf tuan... apa tuan muda mau sarapan ? " tanya Jo di sebrang telpon.


" Jo.. bawakan sarapan ku dan Gya ke atas .. tapi nanti setelah aku menghubungi mu kembali ... MENGERTI..!! " perintah G.


"Baik tuan.. "


" Jo ... jangan biarkan seorang pun mengganggu ku dan Gya.. "


" Jika ada yang mencari keberadaan ku katakan kau tak tau.. "


" Baik tuan.."


G pun menutup telepon tersebut dan menuju ke kamar Maya. G perlahan membuka pintu kamar Maya dan dia terkejut tak mendapati Maya di sana. Tak lama G mendengar suara shower menyala.


Ketika menunggu Maya mandi G menelpon Jo untuk membawakan sarapan mereka ke kamar Maya. G meminta Jo untuk menata meja dan sarapan mereka dengan hiasan yang sedikit romantis. Setelah itu ia pun meminta Jo tuk meninggal ruangan tersebut.


Tak berselang lama Maya pun keluar dengan menggunakan jubah mandi putih pendek sebatas paha. G terhipnotis oleh kecantikan Maya. Wajah yang segar dan rambut yang masih basah . Tanpa di sadari adik kecil nya pun tegang kembali.


" G ... kau di sini..? sudah jam berapa ini..? kau tak berangkat kerja G ?" tanya Maya.


Maya sedikit heran karena G tak merespon pertanyaan yang diajukan nya. Maya pun mendekati G.


" G ... kau tak apa-apa..?" tanya Maya berdiri di depannya.


" Ahh.... apa.. Kamu bilang apa ...? " tanya G yang baru tersadar dari lamunannya.


" Apa yang kau lamunkan ...? "

__ADS_1


" Dirimu.."


" Aku..." Jawab Maya heran


G pun menarik tangan Maya dan membuat Maya duduk di pangkuan nya.


" Ya... aku melamun diri mu.. tubuh mu.. desahan mu.. segala sesuatu tentang mu.. aku seperti terhipnotis oleh mu.." kata G lembut ketika memeluk Maya.


" G.. kamu nakal.. sudah... lepaskan aku.. biarkan aku berganti pakaian dulu.."


" Aku masih ingin memeluk mu dan menciumi mu.."


" G.. geli.. lepas.. aku ingin berpakaian dulu.. tak enak jika ada yang datang.."


" Kau tenang saja takkan ada yang menggangu kita... bagaimana jika kita ulangi lagi kenakalan ku yang semalam..?" rayu G


" G.. lepas.. apa kau belum puas ..? semalam kau sudah berkali-kali bahkan sampai menjelang subuh.."


" Salahkan dirimu .... siapa suruh menggoda adik kecilku ... Lihat dia sudah siap tuk tempur kembali.. " kata G sambil menunjuk ke arah bawah tubuh nya


" Nakal... "


" Gya.. ya.. tenang kan adikku dulu .. baru aku akan melepaskan mu.." pinta G


Maya hanya tersenyum dan mengangguk. G mengerti dari jawaban malu-malu Maya. G mencium lembut leher Maya .


" Ahh.. geli G.. "


G kembali mencumbu Maya , tangannya bergerilya menyusuri tubuh Maya. G dapat dengan mudah menyusuri setiap tubuh Maya karena Maya hanya menggunakan jubah mandi.


"G... "


" Iya.."


G pun mengendong Maya seperti putri , merebahkan tubuhnya dengan lembut di ranjang dan menarik tali yang mengikat jubah mandi Maya.


" hehmm... G.. ahhh... " desahan Maya terluncur keluar ketika. G mencium lembut payudaranya.


G membuka semua pakaian yang ia kenakan. G begitu bersemangat tapi ia tak ingin menyakiti Maya . G melakukan nya dengan lembut.


" Gya.... apa kau sudah siap..?"tanya G karena dia sudah tak bisa menahan diri nya


" Ya... "


G pun perlahan meraba milik Maya. G membelainya.. merangsang nya .. agar Maya tak sakit ketika milik nya masuk nanti. Ketika di rasa sudah pas , G mulai memasukkan miliknya yang sudah mengeras.


" Ahhh.... hehmm... ahhh"desah Maya.


" G... lebih dalam.. lebih cepat.. " pinta Maya


"Hehmm ... iya sayang.... aku akan menikmati keindahan ini .. tubuh mu selalu memberikan kenikmatan yang luar biasa.."

__ADS_1


" ahh.. ahhh. a.hh. "


G menghujam terus miliknya ke tubuh Maya tanpa lelah. Semakin lama gerakan nya semakin cepat. G tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencumbu tubuh Maya yang lain.


G menghisap payudara miliknya Maya yang putih mulus dan montok. G menikmati nya. G banyak meninggalkan bekas kepemilikan nya di dada.. leher Maya. Desahan Maya semakin menjadi ketika gerakan tubuh G semakin cepat.


" G... G.. ahh... ahhh.ahhh.... "


" Apa kau menyukai nya..?" tanya nakal G


" Ehmmm.... ahhh. ... ahhh "


Maya tak dapat menahan lagi..


" Maya... jika kau nanti hamil .... aku akan bertanggung jawab.. terlebih itu adalah penerus keluarga Ryu... "


" G... apa kau tak pakai pengaman ?" tanya Maya.


" Ya... apa kau keberatan...?"


Maya hanya tersenyum dan menatap mata G


" Baiklah... aku percaya padamu, lakukan lah"


" Makasih sayang " kata G sambil mencium lembut bibir Maya.


G kembali mencumbu Maya dan membuat Maya kembali klimaks. G tersenyum melihat hal itu. G merasa bangga dengan dirinya.


" Gya... ahh.. hehmm... "


"Ahhh ....ahhhh... G ... "


" Sayang .. ahh.. ah..."


" G... terus... dikit lagi.. ahhh .. ahhh.. "


" Gya... ah.. ah.. " desah G ketika dirinya mencapai klimaks.


Tubuhnya jatuh lemas di atas tubuh Maya. Deru nafas nya begitu memburu.. G memeluk tubuh Maya. G kembali mencium lembut bibir Maya.


"Kau adalah milik ku... dan tak boleh ada yang melihat tubuh cantik mu selain diriku mulai kini.." kata G lembut


" G... apa boleh aku ke kamar mandi.. ? aku ingin membersihkan tubuh ku..." pinta Maya


" Tak.. aku masih ingin bermanja-manja dengan mu .. "


" G... ku mohon.. "


" Baiklah.. setelah itu kau kembali berbaring bersamaku.. "


" Baiklah.. " kata Maya di sela ia mencium bibir G

__ADS_1


G tersenyum " Pagi yang cerah... kau membuat pagi ku indah Gya.."


__ADS_2