G..ya

G..ya
sakit 1


__ADS_3

Maya berdiri terdiam di balik pintu kamar mandi. Sebenarnya sejak tadi Maya sudah menahan tangisnya. Maya hanya tak ingin G melihat dia menangis lagi seperti kemarin.


Maya harap semoga G sudah meninggalkan kamarnya. Seketika senyum manis Maya yang tadi menghiasi bibirnya perlahan menghilang tergantikan isak tangis yang sejak tadi ia tahan.


Air mata nya kembali terurai membayangkan mengapa bukan Angga yang membuat nya tersenyum. Mengapa Angga selalu memberi luka pada nya.


" Mengapa bukan kamu mas ...?? mengapa bukan kamu yang membuat ku tertawa..?" lirih Maya


Mendadak Ingatan Maya membawa ia pada ke kehidupan sehari-hari yang biasa dia jalani bersama Angga. Kehidupan yang selama dua tahun Maya lakukan tanpa mengeluh sedikitpun.


Maya selalu percaya bahwa Angga mencintai nya dan dia punya cara tersendiri untuk menggungkapkan rasa cinta nya.


Maya hanya hidup untuk melayani suaminya yang dia cintai.


" Apa aku sanggup menghadapi semua ini..?"


" Apa aku sanggup tanpamu ....aku terbiasa hidup bersama mu.."


" Mengapa kau mengkhianati ku...?"


" Kamu jahat mas Angga.... kenapa kau menceraikan ku...?"


"Apa salahku...?" lirih Maya semakin pedih.


Maya merasa kedua kakinya lemas tak berdaya lagi tuk berpijak. Ia pun terduduk lemas dan menangisi kepedihannya. Maya duduk tertunduk dan menangis.


Maya tak pernah membayangkan pria yang selalu ia cintai sepenuh hati nya tega mengkhianati kepercayaannya bahkan tega menceraikannya.


"Kenapa kau tega mengkhianati ku...apa yang salah dengan diriku...kamu jahat mas Angga."


Maya menangis.. lama Maya menangis.. Hati nya sakit seperti teriris - iris.... Air matanya tak lagi terhentikan... Dadanya terasa sesak Hingga ia sulit bernafas.. perlahan-lahan pandangan Maya pudar dan Maya pun tak sadarkan diri.


###


G yang menunggu Maya di meja makan merasa gelisah. G sesekali melirik jam tangannya dan juga melirik ke arah tangga .


" Kenapa Maya lama sekali... ? " kata G sambil sesekali melihat tangga


G yang tak tenang akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamar Maya . G berjalan menaiki tangga karena kamar Maya ada di lantai tiga bersebelahan dengan kamar G.


" Seperti nya ada yang salah....kenapa Maya selama ini...." ujar G


TOK..TOKK.....TOKK


G mengetuk pintu kamar Maya. Beberapa kali G memanggil nya tapi tak ada jawaban. Hingga akhirnya G memutuskan untuk masuk. G melihat kedalam tapi tak mendapati keberadaan Maya. G pun berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


" Maya..kau tak apa-apa ?..Maya... kenapa kau tidak menjawabku...."G memanggil Maya.


" Apa terjadi sesuatu pada mu..."


" Maya....buka pintunya...


BUKA PINTUNYA MAYA ... jika kamu tidak buka juga aku akan mendobrak nya...!!!" ujar G


Karena Maya tak kunjung menjawab akhirnya G pun mendobrak pintu kamar mandi itu. G terkejut mendapatkan Maya yang terbaring tak sadarkan diri dilantai kamar mandi dekat bathtub.


" Maya...Maya...Apa yang terjadi padamu ... bangun lah Maya.." kata G sambil memukul-mukul pelan pipi Maya.


" Kau demam Maya... kenapa kau tak bilang padaku...Maya...Maya.."kata G ketika menyentuh dahi Maya.


Maya tak sadarkan diri juga. G yang semakin khawatir akhirnya menggendong Maya dan membaringkan tubuhnya di ranjang. G segera menghubungi dokter pribadinya.


TUTT...TUTT....TUTT....


" Ian... sekarang juga km ke rumahku..." perintah G.


" Ada apa Gin...apa kau sakit ?


" SUDAH CEPAT LAH...!!" teriak G dan memutuskan panggilannya


Ian Kusuma adalah teman dekat Ryu Gin dan juga dokter pribadinya.


Rambut nya yang hitam dan tinggi yang lumayan serta yang tak kalah penting Ian pria yang sabar.


Ian menjadi dokter pribadi Gin karena terpaksa. Jika bukan karena Ryu Gin yang membiayai semua biaya kuliah dan membiayai kehidupannya di Jepang mana mau Ian menerima permintaan sahabatnya itu.


Semua karena balas budi makanya Ian mau menjadi dokter pribadi Ryu Gin. Apalagi Ian sudah tau bagaimana tabiat dari teman dekatnya itu.


Tapi beruntung nya .. Ryu Gin orang yang jarang sakit. Paling sesekali dia memanggil Ian karena ada hal yang sangat mendesak dan itu pun jarang terjadi.


Meski pun demikian Ryu Gin tetap menggaji Ian dengan bayaran yang lumayan besar.


Jadi bisa dikatakan Ian seperti makan gaji buta tiap bulan nya.


" Ada apa ini .. kenapa dia menyuruh ku datang ke rumah nya...apa bos ku yang sedingin es itu bisa sakit...!!" ujar Ian


Ian pun segera meninggalkan pekerjaannya dan menuju kediaman Ryu Gin. Ia tak ingin kena semprot bosnya apalagi ini untuk pertama kalinya Ryu Gin memanggil dirinya kerumahnya.


Sesampainya Ian di rumah Ryu Gin Ian melihat Jo sudah menunggu di depan pintu.


" Hai Jo .. ..Apa kabarmu ?" sapa Ian

__ADS_1


" Baik tuan..." jawab Jo singkat dan Jo pun menelepon tuan mudanya.


" Tuan ....tuan Ian sudah tiba...." kata Jo lewat Telepon


" Biarkan dia masuk Jo.... antar kan dia ke kamar Maya .."


" Baik tuan..." Jo pun menutup telepon nya


" Mari tuan Ian...saya akan mengantar anda.. tuan muda sudah menunggu anda " kata Jo


Ian pun berjalan di belakang Jo dan mengikuti arah kemana Jo membawanya.


"Jo....apa Tuan mu sakit .? Kenapa ia menyuruh ku dengan tergesa-gesa.. dan tak memberikan informasi apapun...? tanya Ian penasaran.


" Tidak tuan Ian ...tuan muda baik-baik saja..."


" Lalu....siapa yang sakit..?? kenapa tuan mu seperti kebakaran jenggot begitu ketika ia menelpon ku tadi.....?"


" Nona Maya yang sakit tuan ..."


"Maya...siapa dia...?" Ian semakin penasaran


Jo hanya terdiam, dia tidak ingin mencampuri urusan tuannya.


"Jo... katakan yang kau ketahui.." bujuk Ian


" Sebaiknya tuan Ian tanya sendiri kepada tuan muda..." jawab Jo


Ian semakin penasaran siapa sebenarnya Maya karena Ian baru mendengar nama itu. Ian tak pernah melihat temannya itu bersama seorang gadis. Melihat Gin tertarik dengan gadis saja tak pernah tapi ini membawa seorang gadis kerumahnya.


Ian sangat penasaran dengan sosok wanita yang ada bersama sahabat nya itu. Mengapa wanita ini sangat berharga bagi Ryu Gin.


"Siapa gadis ini...?" gumam Ian dalam hati.


###


" Maya.. bangun lah.." ujar G sambil menggenggam tangan Maya.


" Mas ... kamu jahat.. kenapa kamu mengkhianati ku...?" kata


" Apa salahku...kenapa kau meninggalkanku? aku mohon jangan tinggalkan aku.. jangan usir aku dari kehidupan mu mas Angga..." kata Maya sambil menggenggam tangan G yang dia pikir adalah tangan Angga.


" Jangan pergi... jangan tinggalkan aku..." pinta Maya sambil menangis


G mendengarkan setiap perkataan yang Maya ucapan meski sangat pelan. G merasa sedih mendengar semua yang terucap dari mulut Maya.

__ADS_1


" Aku tidak akan pernah meninggalkan mu.." jawab G sambil menggenggam tangan Maya meski sebenarnya hati nya terluka karena G menyadari betapa besar cinta Maya terhadap Angga.


__ADS_2