
Angga duduk termenung di ruang kerjanya. Ia menatap foto pernikahan nya dengan Maya 2 tahun silam. Betapa ia bahagia karena bisa memiliki Maya.
Maya adalah Wanita satu-satunya yang ia cintai dan yang selalu ada di hatinya. Meski sejak awal mengenal Maya hingga mereka menikah orang tua Angga menentang pernikahan mereka.
Angga sebenarnya sudah di jodohkan dengan anak dari sahabat ibunya. Tapi .. Angga hanya mencintai Maya. Tak seharusnya Angga menceraikan Maya. Dia menyesali perbuatannya.
" Andai kau tau Maya,... apa yang ku perbuat ini.. semua hanyalah untuk mu...." gumam Angga
"Aku mencintaimu melebihi diriku sendiri Maya."
" Maaf kan ketidakmampuan ku.."
Angga tertunduk mengingat kembali bagaimana dia dipaksa menikahi Yohana oleh orang tuanya.
"Angga .... apa yang kau harapkan dari istri mandul seperti Maya..?" tanya ibunya
" Bu...aku mencintai Maya .. apa pun yang terjadi...aku suaminya..bu..."
" Ibumu ini sudah tua ... sudah ingin menimang cucu.. seperti teman-teman seusia ku... sampai kapan ibu mu harus menunggu...??"
"Bu..anak itu berkah dari Allah bu.... Mungkin kami belum di percaya oleh -Nya....Aku dan Maya sudah berusaha Bu.. tapi semua adalah kehendak -Nya Bu... kita tidak bisa memaksakan kehendak kita..."
" Ibu tak mau tau..km harus menikahi Yohana.
Yohana adalah putri teman ibu...jika km tak mau menikah dengan nya... ibu akan pastikan Maya menderita...."
Hal itu lah yang membuat Angga akhirnya setuju menikahi Yohana enam bulan yang lalu. Angga merasa bersalah karena telah mengkhianati Maya.
Angga tak bisa berbuat apa-apa karena dia tau bagaimana sifat ibunya. Jika ia terus menentang nya, maka Maya lah yang akan menderita.
Malam itu..
"Mas...malam ini mas menginap di sini kan?" tanya manja Yohana.
" Aku ini juga istri mu mas ..kau belum melaksanakan kewajiban mu padaku mas sebagai seorang suami." rengek Yohana.
" Tidak aku harus pulang..aku tau Maya pasti menunggu ku."
" Mas ..aku ini juga istri mu sama dengan Maya... lalu mengapa kau membedakan perlakuan mu terhadap ku ?"
" Kau tak sama dengan Maya....Aku mencintai Maya...dan kau seharusnya tau sejak awal.... bukankah ....aku sudah menolak pernikahan ini ..."
" Tapi aku juga berhak atas diri mu sebagai istri mu mas..."
" Tidak....hati, jiwa, dan ragaku hanya lah milik Maya ..kau dengar itu.. "
Yohana merasa kecewa dengan jawaban Angga. Dia pun menyusun rencana agar Angga tetap bersamanya , menghabiskan malam ini dengan nya.
" Mas ...mas mau minuman dingin."
" Boleh..."
"Oke mas . . sebentar ya ..aku ambil kan"
Yohana dengan niat liciknya mencampur minuman Angga dengan alkohol.
" Kau akan bersamaku malam ini mas" gumam Yohana dalam hatinya.
" Ini mas ....diminum.."
" Makasih." Angga pun meminumnya tanpa ragu..
__ADS_1
Perlahan kesadaran Angga memudar. Yohana pun mulai mendekati Angga. Membelai Angga dengan lembut nya. Yohana mencoba mencium bibir Angga tapi Angga menolaknya.
" Apa yg kau lakukan Yohana...?"
" Mas ..aku ingin dirimu mas..aku ingin kamu."
"Tidak.... menjauhlah dariku."
Angga mencoba melepaskan pelukan Yohana. Yohanna terus menciumi leher dan pipi Angga. Angga menolaknya tapi Yohana terus saja memaksakan kehendaknya, hingga akhirnya angga menampar nya
PLAKKK
"Maaf....maaf kan aku Yohana.." kata Angga sambil berlalu meninggalkan Yohana.
Angga tak tau kalo ternyata ada noda lipstik di kerah kemeja nya.
"BODOH... BODOH.."
" Kenapa aku tidak menyadari semua itu."
" Betapa bodoh nya aku...maafkan aku Maya "
"Aku menyakiti mu....maaf kan aku sayang."
Angga menyesali perbuatannya. Tanpa Angga sadari Angga mengucapkan kata cerai .Tak seharusnya Angga menceraikan Maya.
Tapi sikapnya yang tempramen kadang kala membuat nya berbuat gegabah. Dan kini, nasi sudah menjadi bubur..
Angga menunggu Maya dirumah. Angga berpikir Maya tak mungkin pergi jauh karena Maya tak membawa baju atau pun barang-barangnya yang lain.
"Jam berapa ini ...? kenapa Maya belum juga kembali...apa terjadi sesuatu pada nya" gumam Angga khawatir.
"Maya pulang lah .... maafkan aku Maya" lirih Angga.
"Haruskah aku menelponnya..?"gumam angga
Angga pun memberanikan diri tuk menelpon Maya.
DRETTT.. DERTTTT... DERTTTT..
Maya hanya melihat layar Hpnya tanpa mengangkat panggilan telepon dari Angga.
G melihat semua itu dan merasa kesal.
" Ya... kenapa...?"
" Hehhmmmm... Angga ..dia menghubungi ku.." jawab Maya jujur.
" Kenapa tak kau angkat panggilan telepon dari Angga..? "
" Aku belum siap untuk berbicara dengan nya. Aku butuh waktu untuk memikirkan semua ini....Aku ingin menenangkan diriku ..."
" Baiklah ... terserah padamu.. lakukan apapun yang menjadi keinginan mu.."
" Terimakasih G..."
Saat itu Maya sedang bersama G karena G ingin mengantar Maya ke kamar nya. Mereka berjalan menaiki tangga menuju lantai Tiga.
G memerintahkan Jo untuk mempersiapkan kamar tidur yang ada tepat di sebelah kamar tidur G.
"Maya....ini kamar mu.." kata G sambil membuka pintu kamar Maya.
__ADS_1
Maya melihat kamar tidur yang cukup besar. Kamar tidur yang bernuansa putih dan sangat cantik. Kamar tidur yang memiliki ranjang besar. Ada dua meja kecil di kedua sisi ranjang yang berhiaskan lampu tidur diatasnya.
Di kamar itu pun terdapat meja rias dan lemari baju yang besar penuh dengan keperluan wanita mulai dari baju ,tas , sepatu dan yang lain nya.
Bahkan kamar tidur Maya memiliki teras yang menghadap ke taman belakang rumah.
"Bagaimana kau suka...??" tanya G
" Suka... Terimakasih G..."
" Jika ada yang kurang kamu bisa beritahu padaku...kamu jangan sungkan.."
" Tidak...ini sudah cukup.."
" Maya ...kau tak ingin makan... seharian ini kamu belum makan...?"
" Tidak G... aku sedang tak nafsu makan.."
" Ya....jangan lupa untuk menjaga kesehatan mu sendiri.... lupakan yang terjadi hari ini..."
" Akan aku coba...." jawab Maya
"Oke..aku tinggal dulu...kamu istirahat dulu.."
kata G sambil berjalan meninggalkan Maya .
Maya melihat kembali hpnya tapi kali ini dia ingin mendengarkan musik di hpnya.
Oh, it hurts the most couse I don't know the couse
Maybe I should'n have cried
When you left and told me not to wait
Oh, it kills the most to say that I still care
Now I'm left tryna rewind the Times you hold and kissed me back
I wonder if your'e thinking
" is She alright all alone ?"
I wonder if you tried to call , but couldn't find your phone
Have lever crossed your thoughts
Because your name's all over mine
A monent in time , don't watch me cry
A monent in time , don't watch me cry
DON'T WATCH ME CRY (Jorda Smith) by cover Alexander porat
Mendengarkan lagu itu membuat Maya kembali menangis. Maya begitu meresapi setiap lirik lagu itu. Perlahan Maya pun tertidur karena lelahnya. Bahkan Maya tak sadar jika Angga menelpon Maya lagi.
DRETTT.... DRETTT... DRETTT..
Maya terlalu lelap dan tak menyadari jika G ada di kamar nya. G melihat layar hp Maya yang bergetar.
"Brengsek...mau apa lagi dia?"gumam G .
__ADS_1