
Lina mengakhiri niatnya untuk melanjutkan perkataan. ๐๐ฆ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ญ๐ง๐ณ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข.
"Hanya ada satu kamar dan kasur. Apa kau tidak keberatan?" Ilfra menggeleng dan menyimpulkan senyuman, mengisyaratkan bahwa dirinya tidak keberatan.
Napas panjang Lina keluarkan akibat tanggapan yang Ilfra berikan. "Maaf karena memaksamu untuk menginap."
๐๐ฆ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ฎ๐ข๐ข๐ง, ๐๐ช๐ฏ๐ข. Ilfra tersenyum sebagai tanggapan singkat, lalu kembali pada buku tulisnya di meja. Ia lekas menutup buku tersebut setelah menulis manual satu kalimat penutup, lalu beranjak menuju tempat tidur.
Ilfra mengukir senyum kecil saat melihat Lina yang sudah tidur tenang. Ia pun membaringkan badannya di sebelah Lina, lalu menatap langit-langit kamar yang gelap.
๐๐ถ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ๐บ๐ข โฆ ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ณ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ข๐ณ๐ฌ๐ถ. ๐๐ฆ๐ด๐ฌ๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฉ๐ช๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข.
"๐๐บ๐ข๐ด๐ถ๐ฎ๐ช, ๐๐ช๐ฏ๐ข," ucapnya kepada sang sahabat yang entah benar-benar tidur atau tidak. Ia lekas memejamkan mata bersama kedua tangan yang saling menggenggam, berharap agar hal baik datang keesokan hari.
๐๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ด๐ถ๐ข๐ณ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ต, ๐ฆ๐ง๐ฆ๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฅ๐ข, ๐๐ญ๐ง๐ณ๐ข, batin Lina sembari mencoba untuk tidur dengan nyenyak.
***
๐๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ ๐ต๐ถ๐ซ๐ถ๐ฉ ๐๐ข๐ฏ๐ถ๐ข๐ณ๐ช, ๐ฌ๐ฆ๐ธ๐ข๐ด๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐๐ช๐ฏ๐ข ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฅ๐ข. ๐๐ถ๐ฏ๐ข๐ง๐ช๐ฌ ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข, ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ช๐ฏ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข? ๐๐ข๐ข๐ฉ, ๐ด๐ช๐ด๐ช ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ด๐ช๐ฌ๐ข๐ฑ๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฅ๐ฆ๐ธ๐ข๐ด๐ข. ๐๐ฆ๐ด๐ฌ๐ช โฆ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ญ๐ข๐ฉ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ณ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ช๐ข๐ณ๐บ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ฏ ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ฌ.
Indra penglihatan berwarna merah muda sang gadis mulai dibuka. Selepas beranjak dari kursi belajar, ia segera mengambil tas pink dan menggendongnya, lalu keluar dari kamar yang sudah rapi.
Gadis itu pergi ke ruang dapur dan membuka pintu kulkas, melihat apa saja yang ada di dalam lemari pembawa dingin itu. ๐๐ข๐ณ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ฌ๐ถ โฆ ๐ถ๐ฉ๐ฉ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐จ๐ช. ๐๐ข๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ช๐ฏ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ข๐ถ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ถ๐ฎ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ. ๐๐ฉ, ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ญ๐ข๐ฉ.
Selepas memenuhi keharusannya, gadis itu pergi meninggalkan rumah dengan mengenakan seragam sekolah. Suasana yang sepi menjadi pendukung dari langkah kaki senyapnya.
๐๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ช๐ฏ๐จ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช, ๐บ๐ข, ๐ข๐ธ๐ข๐ญ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช. Lampu merah untuk pejalan kaki menyala, membuat Ilfraโgadis yang mengukir ketidakpedulianโberhenti.
๐๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ช๐ฌ๐ข๐ฑ ๐ฑ๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ด, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ธ๐ข๐ด๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐ค๐ถ๐ญ.
"Hai." Ilfra mendapati rasa terkejut dalam diri. Pandangannya langsung melirik ke arah kiri, melihat siswi SMA yang menyapanya.
Warna lampu sudah menjadi biru dan Ilfra kembali melanjutkan langkah, tetapi bersama siswi berambut hitam di sampingnya. Keduanya mengambil jalan berbeda setelah berada di luar jalur zebra cross.
"Daah," kata siswi itu dengan nada yang sama saat menyapa Ilfra. Secuil keheranan muncul di benak Ilfra, tetapi ia memilih abai dan tak acuh.
__ADS_1
๐๐ข๐จ๐ช-๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐๐๐ ๐๐ฉ๐ช๐ฌ๐ถ๐ณ๐ฐ. ๐ ๐ข, ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ๐ญ๐ข๐ฉ.
**
Udara masih lepas dari sifat niskala akibat turunnya suhu. Bentuk padat dari napas dingin juga tetap ada di lingkungan sekitar. Hanya beberapa hal saja yang berubah demi beradaptasi terhadap musim ini.
"Kita cukupkan pembelajaran hari ini. Silakan berkemas-kemas dan berdoa sebelum pulang."
Semua murid yang telah menyimpan buku di dalam tas mulai berdoa masing-masing. Saat bel pulang berbunyi, guru pengajar pun mengakhiri waktu doa dan keluar kelas lebih dulu, diikuti murid-murid yang tak mendapat jadwal piket.
"Kau tidak pulang, Ilfra? Apa kau belum selesai menulis pelajarannya?"
Siswi bernama Ilfra lekas menulis jawaban di buku. ๐ ๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ด๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ถ.
Anggukan dilakukan siswi yang memberi pertanyaan. Sembari melanjutkan kewajiban menyapu, siswi itu mulai menambah pembicaraan. "Omong-omong, hubungan kalian jadi lebih baik, ya? Padahal dulu kalian bermusuhan."
Ilfra memiringkan kepala akibat ucapan siswi tersebut. Setelah menulis kalimat pertanyaan, ia mengetuk meja agar siswi itu membaca tulisannya. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ช๐ฏ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ถ๐ด๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ? ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฉ?
"Em. Waktu semester satu. Sebenarnya aku kurang tau apa kalian bermusuhan atau tidak, tapi sikap kalian saling diam dan menjaga jarak waktu itu."
"Ah, ya. Lain kali kita ngobrol lagi, ya."
Ilfra kembali menunjukkan senyuman sebelum benar-benar keluar kelas. Setelah langkahnya mencapai tangga menuju lantai satu, ia mendapati sosok hitam menyerupai manusia di sana. Hanya beberapa saat saja ia melihat sosok itu sebelum akhirnya hilang bagai asap.
๐๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฌ๐ถ๐ค๐ข๐ณ๐ช, ๐บ๐ข, ๐ฎ๐ข๐ด๐ข ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ๐ต๐ถ๐ญ๐ช๐ด?
**
๐๐ข๐ข๐ฉ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ. Gadis yang ingin tidur itu akhirnya beranjak dari tempat tidur. Ia mendatangi cermin dan memandang pantulan diri. Senyuman singkat dilakukannya sebelum rasa kesal kembali teringat.
๐๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ-๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ซ๐ข.
Netra dengan iris pink gadis itu melirik ke arah pintu. Setelah melangkah dan membuka pintu tersebut, ia mulai keluar dari ruang kamar. Namun, ia kembali dan mengambil tas yang diisi buku beserta pulpen.
Angin sepoi-sepoi membisik pendengaran Ilfraโgadis yang kini tengah berjalan menikmati suasana malam. Kota yang sunyi dan tak memperlihatkan orang-orang di luar bangunan, ia sangat menikmati ketenangan ini.
__ADS_1
๐ ๐ข, ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ช๐ต ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ.
"๐๐ฐ๐ฏ๐ด๐ต๐ฆ๐ณ โฆ."
Pupil matanya melebar saat suara menggaung menggetarkan pikiran. Penglihatan segera melirik sekeliling dan tak mendapati hal aneh. Hanya jalan raya yang kesepian bersama dinginnya salju tipis.
"๐๐ข๐ด๐ข๐ณ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฐ๐ฏ๐ด๐ตโ"
"๐๐ฐ๐ฏ๐ด๐ต๐ฆ๐ณ? ๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ด ๐ฅ๐ช๐ด๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ต ๐ฎ๐ฐ๐ฏ๐ด๐ต๐ฆ๐ณ!" potong Ilfra dengan mata yang melirik ke arah sosok yang mengatainya.
Sosok berwujud serigala hitam itu tampak tertegun dan gemetar. Bulunya berkobar bagai api kegelapan, sedangkan matanya memancarkan kilauan merah. Ilfra menyunggingkan senyum seringai pada sosok itu, menambahkan suasana baru pada kesunyian.
"๐๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ถ๐ณ๐ข-๐ฑ๐ถ๐ณ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ, ๐๐ฐ๐ฏ๐ด๐ถ๐ต๐ข," lirih Ilfra tepat di telinga runcing Monsutaโsosok serigala hitam.
"๐๐ขโ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ, ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ช๐ต๐ถ?"
"๐๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ, ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ." Ilfra mengambil jarak satu langkah antara dirinya dengan Monsuta. "๐๐ช ๐๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ญ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ฏ๐จ๐ถ๐ฏ๐จ. ๐๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด๐ต๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ฌ."
Monsuta merasakan sesuatu dari tatapan dan senyuman Ilfra. Dirinya yang dibuat terdiam tak dapat memalingkan pandangan. Saat anila membawa beberapa bunga salju kecil, satu bisikan batin menggaung di pikirannya.
๐๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฑ ๐ข๐ธ๐ข๐ด๐ช ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช๐ฌ ๐ฃ๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ, ๐๐ฐ๐ฏ๐ด๐ถ๐ต๐ข.
Ilfra berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Monsuta. Tanpa menunggu lama, sosok serigala itu langsung mengubah diri menjadi bayangan yang mengikuti Ilfra.
Suasana sepi kembali terasa selepas keduanya tak berbicara dengan suara menggaung. Ilfra pun berhenti saat jaraknya dengan lampu jalan sudah jauh. Matanya melirik ke belakang, melihat kegelapan di luar jangkauan cahaya lampu.
Ada empat mata yang memandangnya dengan tajam di sana. Ia tersenyum dan mengalihkan matanya ke langit, bersamaan dengan kewaspadaan yang diganti dengan ancaman.
๐๐ฆ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ๐ต๐ข๐ฏ, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐บ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ?
"๐๐ข๐ฌ๐ฉ๐ญ๐ถ๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ณ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ต๐ข," gumam Ilfra dengan pandangan yang langsung diarahkan ke belakang, mendapati kekosongan dari birunya lampu jalanan. Matanya melebar sejenak sebelum ekspresi wajah menjadi datar.
๐๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฃ๐ถ๐ณ ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐๐ฐ๐ฏ๐ด๐ถ๐ต๐ข. ๐๐ฉ, ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ญ๐ข๐ฉ.
Perjalanan menuju rumah sudah ditetapkan Ilfra dengan berjalan pelan. Bunga salju perlahan bertambah dan turun bak gerimis. Tanpa memedulikan hawa dingin, ia membiarkan butiran salju itu masuk ke mulutnya.
__ADS_1
๐๐ฆ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ, batinnya saat merasakan aura dingin yang biasa tak diacuhkan.