
๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ถ๐ข โฆ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐๐๐ ๐๐ฉ๐ช๐ฌ๐ถ๐ณ๐ฐ, ๐บ๐ข? Sembari memandang keluar jendela kelas, rambut merah muda Ilfra tersibak angin dingin yang menyejukkan. Indra pendengaran masih mengetahui suasana kelas yang masih sepiโhanya ada dirinya sendiri.
๐๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ถ๐ต๐ถ๐ต๐ถ๐ฑ ๐ด๐ข๐ซ๐ข.
Pikiran dicobanya untuk melihat lebih jelas waktu sebelum ia bisa duduk di bangku, tepatnya pada gadis yang memberi rasa penasaran tanpa sadar. ๐๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ. ๐๐ฆ๐ฌ๐ช๐ญ๐ข๐ด, ๐ณ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ต ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ถ๐ญ๐ช๐ต๐ฏ๐บ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ถ๐ต๐ช๐ฉ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐๐ช๐ฏ๐ข. ๐๐ฌ๐ด๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ด๐ช ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ณ๐ต๐ข ๐ต๐ข๐ต๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ซ๐ข๐ฎ, ๐๐ช๐บ๐ข๐ฏ๐ข ๐ช๐ต๐ถ โฆ.
"Selamat pagi, Ilfra. Kau datang awal seperti biasa, ya." Ia segera menoleh mendengar namanya dipanggil. Terlihat gadis berambut putih bagai salju menghampirinya. Ilfraโgadis yang melamun dengan pandangan mata berkilauโlekas mengambil buku dan pulpen, kemudian menulis kalimat untuk diperlihatkan. ๐๐ข๐จ๐ช ๐ซ๐ถ๐จ๐ข, ๐๐ช๐ฏ๐ข.
**
Mentari yang suci masih bersinar meski awan putih menyelimuti bumi. Hingga pukul tujuh tepat, bunyi bel masuk berupa melodi unik terdengar, membuat murid-murid segera memasuki kelasnya masing-masing.
Waktu pelajaran pertama dimulai, lalu berakhir sekitar pukul sembilan tepat. Beberapa murid beranjak pergi menuju kantin, menghasilkan suasana kelas yang sepi. Namun, masih tersisa sedikit murid yang tak berminat untuk keluar. ๐๐ฉ, ๐ช๐บ๐ข. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ.
Tangan kanan Ilfra bergerak mengambil kotak makan di dalam tas. Setelah diletakkan di meja, ia membukanya sehingga terlihat makanan yang tersusun rapi dan cantik. Nasi isi sosis digulung telor dadar dan daun kol iris tipis sebagai lalapan, juga saus tomat beserta kecap asin untuk tambahan rasa. Ia memandangnya dengan rasa lapar yang mulai bergejolak.
๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ!
๐๐ถ๐ฎ. ๐๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฌ. Ia menampilkan raut senang setelah satu suap makanan telah dikuyah, tanpa memedulikan dua tiga murid melihatnya makan. Sampai sahabat sebangkunya datang membawa mi cup instan di tangan.
"Kau makan dengan lahap, ya. Makananmu pasti enak, aku jadi iri."
Ilfra melirik ke arah Lina yang baru saja duduk di sebelahnya, kemudian memakan mi instan dengan santai. Ia menelan makanannya sebelum mengambil buku dan pulpen di dalam tas, kemudian menunjukkan tulisan yang ditulis dengan tinta hitam.
" 'Ini hanya makanan biasa. Kau juga bisa membuatnya, Lina.' Kurasa kau benar," ujar Lina membaca tulisannya dengan suara yang bisa didengar murid-murid lain. Meski terkejut karena tulisannya dibaca, Ilfra hanya bisa tersenyum dan kembali melanjutkan makan. ๐๐ฑ๐ข ๐๐ช๐ฏ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ซ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ค๐ข ๐ต๐ถ๐ญ๐ช๐ด๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ข๐จ๐ข๐ณ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ต๐ข๐ถ? ๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ข๐ฑ๐ข?
**
__ADS_1
๐๐ฆ๐ฌ๐ช๐ต๐ข๐ณ ๐ฑ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ญ ๐ด๐ฆ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ด๐ช๐ข๐ฏ๐จ, ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ. ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ-๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ, ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ช๐ณ๐ข๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ญ ๐ฅ๐ถ๐ข. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ณ ๐ญ๐ถ๐ฑ๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ฌ๐ฆ ๐ด๐ธ๐ข๐ญ๐ข๐บ๐ข๐ฏ. ๐๐ฉ, ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ '๐ฌ๐ข๐ฏ? ๐๐ฉ, ๐ช๐บ๐ข, ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ต๐ข๐ด. ๐๐ข๐ข๐ข, ๐ฎ๐ถ๐ด๐ช๐ฎ ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ถ ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ด๐ข๐ญ๐ซ๐ถ ๐ต๐ถ๐ณ๐ถ๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช.
Ilfra terpaksa duduk diam di kelas sembari melihat ke luar jendela. Butiran putih turun membawa banyak teman dengan kecepatan tinggi. Terdengar seperti hujan biasa, tetapi suaranya tak bisa dijelaskan karena angin yang menyamarkan.
"Bagaimana kalau kau ikut denganku?" Ilfra berbalik memandang sahabatnya yang selalu menunjukkan ekspresi biasaโdatar dan hampir tak berekspresi. Segera tangannya menulis dua kata di kertas dan memperlihatkan pada Lina, sang sahabat. ๐๐ฆ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข?
Semua pandangan seketika tertuju pada Lina yang beranjak dari bangku. Ilfra langsung mengikuti Lina yang telah berjalan keluar kelas. Pandangan murid-murid lain yang fokus padanya tak diacuhkan.
๐๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข, ๐ฎ๐ถ๐ณ๐ช๐ฅ-๐ฎ๐ถ๐ณ๐ช๐ฅ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ต๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ.
Tanpa menggendong tas atau menggenggam buku di tangan, ia dan Lina melangkah melewati koridor yang sepi. Meski terlihat pintu kelas yang terbuka dan beberapa murid di dalam, tak sedikit pun matanya melirik ke sana. Baginya, lebih menarik hujan salju yang perlahan mereda dan membawa ketenangan.
๐๐ฉ?
Ilfra berhenti ketika melihat Lina berbelok dan masuk ke dalam toilet. Sedikit terkejut, tetapi pikiran tak bisa memaksa mulut untuk mengatakannya. Selang beberapa menit, ia dapat melihat sosok Lina yang keluar dengan ekspresi sama, lalu berdiam di dekat pintu toilet.
Ia tersadar gadis berambut putih panjang itu membalas tatapan matanya yang mengisyaratkan tanda tanya. Tampilan datar terlihat dari mata biru bak langit malam sang sahabat. Tak lama setelahnya, ia mulai dikejutkan ketika satu pertanyaan diutarakan gadis yang dipanggil Lina. Rasa kosong dalam dirinya segera tergantikan dengan keanehan.
**
๐๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ข๐ฉ๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช โฆ.
Ilfra telah mengganti sepatu putih yang biasa dipakai untuk berpijak pada lantai sekolah. Netra pinknya melihat ke arah gerbang sekolah yang tampak kecil di kejauhan. Meskipun, tujuannya melihat ke sana adalah mengecek hujan salju yang telah berhenti sempurna.
Terlihat beberapa murid melewatinya dan telah melangkah keluar dari gedung sekolah. Seusai lorong tempatnya berdiri sepi dan tak dilewati murid-murid lain, ia mengarahkan matanya ke belakang.
"Ayo." Lina berjalan melewati Ilfra setelah saling menatap sejenak. Ilfra pun mengikuti tanpa berpikir panjang, sembari menggendong tas pink dan memandang tas hitam Lina.
__ADS_1
๐๐ข๐ณ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ข๐ฏ๐ฆ๐ฉ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ช๐ฏ๐ข.
Setelah sampai di gerbang sekolah, Ilfra berhenti tepat di belakang Lina yang tampak menoleh ke kananโmemandang jalanan. Benda niskala terus memberi sengatan dingin, tetapi tidak ada tanda-tanda peduli dari Ilfra dan Lina, sampai sebuah mobil sedan hitam datang.
๐โ๐ฎ๐ฐ๐ฃ๐ช๐ญ?
Pintu depan mobil terbuka, tetapi Ilfra tak dapat melihat sosok yang menjadi pengendali mobil. Lina melirik ke arahnya sebelum masuk ke dalam mobil dan menempati kursi depan. Ia yang tersadar akan isyarat Lina segera membuka pintu belakang mobil dan masuk ke dalam. Ia masih merasakan dingin ketika duduk di kursi belakang mobil.
Tak menunggu lama, mobil segera bergerak dengan kecepatan sedang. Rasa nyaman dapat dirasakan, tetapi kebingungan juga menyelimuti pikirannya. Namun, ia tak bisa berkata-kata atau bahkan menghilangkan pemikiran:
๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ข๐ฑ๐ข? ๐๐ฑ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ญ๐ช๐ด ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ? ๐๐ฑ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ถ๐ด๐ข๐ฅ๐ข๐ณ๐ช? ๐๐ฑ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ถ ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ? ๐๐ฑ๐ข ๐๐ช๐ฏ๐ข โฆ.
"Ah, kau tidak nyaman dengan bau mobil?"
Ilfra tersadarkan dari keheningan pikiran berkat pertanyaan yang Lina berikan. Segera ia meletakkan tas di kursi mobil dan mengambil peralatan menulisโbuku dan pulpenโlalu menulis sebuah kalimat. ๐๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ, ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ค๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐ซ๐ถ๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ถ๐ญ๐ช๐ด๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช?
"Tolong berhenti sebentar." Matanya terbelalak heran mendengar suara lembut dan rendah itu berkata dengan nada dingin. Sang pengemudi segera menghentikan mobil tanpa menjawab atau bertanya.
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐๐ช๐ฏ๐ข โฆ.
Ilfra tak sempat menyelesaikan kata batinnya sebab suara pintu mobil yang dibuka dan ditutup. Tak lama, ia dapat melihat pintu belakang yang dibuka dari luar. ๐๐ฉ?
"Baiklah, cepat jalan," perintah Lina dengan nada yang lebih halus setelah selesai berpindah tempat dudukโdari kursi depan ke kursi belakang tempat Ilfra duduk. Ilfra segera menambahkan tulisan pada buku dan menunjukkannya.
๐๐ข๐ณ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฏ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฎ๐ฐ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ฏ๐บ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐-๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ฅ๐ถ๐ฅ๐ถ๐ฌ?
Mobil kembali bergerak dan Lina menampilkan senyum tipis setelah membaca dalam diam. Ilfra sedikit memiringkan kepala karena tak ada sepatah kata yang dikeluarkan. ๐๐ฉ, ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ. ๐๐ฑ๐ข ๐๐ช๐ฏ๐ข ๐ด๐ข๐ฅ๐ข๐ณ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช?
__ADS_1
"Aku malas kalau harus menoleh untuk membaca jawabanmu, lebih baik turun dan pindah tempat duduk saja."
๐โ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ. Ilfra tersenyum menanggapi perkataan Lina. Tangannya baru saja menarikan pulpen untuk menulis, tetapi pandangan melihat sekilas warna merah melintas di luar jendela pintu mobil. ๐๐ช๐ข๐ฑ๐ข?