
Bayangan nestapa dari hati Ilfra terealisasikan menjadi kabut padat menyerupai tangan. Kabut hitam itu sedang mencekik balik leher Lina, menimbulkan rintihan sakit dan darah merah yang keluar bak dahak. Namun, Lina mencoba 'tuk menganggap rasa sakit yang terasa hanyalah khayalan. Sambil tetap fokus mencengkeram kuat leher Ilfra, ia juga dicengkeram balik oleh tangan tajam kabut hitam.
"Nyawa dibayar nyawa! Mati saja kau!"
"๐๐ข๐ข๐ง โฆ!"
Entah datang dari mana suara jarum jam yang berdetak, tetapi ketenangan langsung mengalir sebagai suasana baru. Tidak ada hawa membunuh yang dipancarkan kedua gadis di toilet itu. Menghilang juga tangan kabut yang tercipta atas dasar rasa sakit. Meskipun begitu, dalam takdir sudah dituliskan: tetap sisakan emosi negatif bagi Shifera Ilina Symphony.
"Kau โฆ sialan kau!"
"๐๐ข๐ข๐ง๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ, ๐ฎ๐ข๐ข๐ง โฆ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฐ๐ฉ๐ฐ๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ข๐ง๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ โฆ. Aku ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ, ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ฌ๐ถ โฆ ๐ข๐ฌ๐ถ, ๐ข๐ฌ๐ถ โฆ."
Tangisan Ilfra akhirnya pecah bersama mata bak ruby yang terpecah belah. Anehnya, Lina malah merasakan sedikit empati dalam hati. Ketidakpeduliannya pada suara gaung yang terdengar duka dari gadis itu, juga emosi marah tanpa kepastian alasan. Air mata pun turut diciptakan Lina akibat kebingungannya dalam berperasaan.
"Kenapa โฆ kenapa! Sebenarnya apa yang kau mau, hah!"
Lina terbelalak tiba-tiba. Rasa mual yang menyerang membuat cairan merah kehidupannya terbuang. Tangan yang tadinya mencekik Ilfra langsung dialihfungsikan sebagai penutup mulut.
"๐๐ช๐ฏ๐ข!" Ilfra menunjukkan keterkejutannya meski dibanjiri air mata. Ia membiarkan insting pikiran bekerja dengan sendirinya. Setelah memaksa tangan Lina menyingkir menutup mulut, juga membuat pandangan siswi itu menatap langit-langit, ia langsung menusukkan taringnya pada leher Lina.
"Akh โฆ." Darah yang mengalir dari mulut perlahan berhenti keluar, tetapi jejaknya pada pakaian dan lantai akan tetap ada. Lina mulai kehilangan kesadarannya, sementara Ilfra tersadar akan tindakan yang dilakukan.
"๐โ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ? ๐โ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ขโ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ข๐ฑ๐ข ๐ด๐ฆโ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ?"
Ia telah berhenti menggigit siswi yang diharapkan akan memaafkannya. Namun, ia malah semakin menambah alasan agar dirinya tak dimaafkan. Melihat kondisi Lina yang sudah setengah mati, juga kondisi diri bersimbah darah.
๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ข๐ฑ๐ข? ๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ข๐ฑ๐ข!
๐๐บ๐ฐ ๐๐ญ๐ง๐ณ๐ข, ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ, ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ โฆ!
๐๐ข๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ค๐ข๐ณ๐ช ๐ค๐ข๐ณ๐ข.
๐๐ฆ๐ฑ๐ข๐ต๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ค๐ฆ๐ฑ๐ข๐ต.
๐๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ซ๐ข๐ถ๐ฉ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช?
๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ.
๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ.
๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฅ๐ช๐ข๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฐ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ด๐ช.
๐๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ข๐ต๐ข๐ด๐ช ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช!
๐๐ต๐ถ๐ณ ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข๐ด!
__ADS_1
"๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฐ๐ฉ๐ฐ๐ฏ, ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ข๐ฌ๐ข๐ญ๐ข. ๐๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ, ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ด๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐จ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ ๐ด๐ฆ๐ค๐ถ๐ช๐ญ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช!"
**
๐๐ฌ๐ฉ โฆ ๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ? Sangat perlahan dan berselimut rasa sakit, tetapi kepastian telah membuat kedua mata biru itu mekar dari hilang diri. Lina memandang sekitarnya yang terasa tak asing, sampai sosok Ilfra di samping menciptakan rasa kaget.
Gadis berambut pink itu tengah tertidur sambil bersandar pada tembok putih. Di kala Lina mengecek waktu pada jam dinding, ketidakpercayaan semakin menjadi. ๐๐ถ๐ฌ๐ถ๐ญ 14.44? ๐โ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ช๐ฏ๐จ๐ด๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ญ๐ข๐ฎ๐ขโ ๐ข๐ถ๐ฉ!
Seketika, gadis berambut putih panjang itu kembali terbaring di kasur. Penyebabnya tentu rasa pusing dan sakit yang langsung menyerang. Kelopak mata siswi yang menunggunya pun terbuka, memperlihatkan iris merah muda pembawa pesan buruk.
"๐๐ช๐ฏ๐ข โฆ. ๐๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ช๐ถ๐ฎ๐ข๐ฏ," lirih Ilfra meskipun suara gaungnya tetap terdengar sama di otak Lina. Air mata menjadi ekspresi kegembiraan diriya, sedangkan jantung yang berdetak kencang adalah hasil harapan Lina.
"Tโtidak, tidak. Pergi kau, Monster! Pergi!" Dorongan tangan dihadiahkan Lina kepada Ilfra, menjadikan gadis yang dibenci itu terduduk kasar di keramik putih.
Masih dalam posisi berbaring miring, Lina lantas meluapkan emosi negatifnya dengan raut penuh marah. Mental rentan gadis berambut pink itu tentu menciptakan maknanya, melebih-lebihkan kebencian Lina yang tak diimbuhi kata-kata bijak.
๐๐ข๐ต๐ช ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ!
๐๐ข๐ต๐ช! ๐๐ข๐ต๐ช!
๐๐ฆ๐ณ๐จ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ!
๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ, ๐ญ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฑ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข ๐ช๐ฏ๐ช!
๐๐ข๐ด๐ข๐ณ ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ!
๐๐ฐ๐ฏ๐ด๐ต๐ฆ๐ณ!
๐๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ถ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด!
๐๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ!
๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ด ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฅ๐ช๐ซ๐ข๐ถ๐ฉ๐ช.
๐๐ฆ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช!
๐๐ช๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต๐ช, ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ถ๐ค๐ช๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ.
๐๐ข๐ต๐ช ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ!
๐๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ช๐ซ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ.
๐๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ.
๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ถ.
__ADS_1
๐๐ฐ๐ฌ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ.
๐๐ข๐ด๐ข๐ณ ๐ฎ๐ฐ๐ฏ๐ด๐ต๐ฆ๐ณ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ณ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข!
๐๐ฆ๐ซ๐ข๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ช๐ต๐ถ ๐ซ๐ข๐ฉ๐ข๐ต, ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ?
๐๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ค๐ฐ๐ฃ๐ข ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ถ๐ด๐ต๐ข '๐ฌ๐ข๐ฏ?
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ, ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ!
๐๐ข๐ต๐ช ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ด๐ข๐ฏ๐ข!
๐๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ฎ๐ถ!
๐๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ฎ๐ถ, ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ฎ๐ถ!
๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข, ๐ฌ๐ฆ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ต๐ข๐ฌ๐ฅ๐ช๐ณ!
Air terjun kebahagiaan dari matanya kini berubah menjadi penunjuk emosi sedih tanpa henti. Iris matanya perlahan menghilangkan secara penuh titik cahaya nyawa. Diri pun terduduk senyap bersama tubuh yang membekukan cairan merah. Sekarang, tujuan semua kata-kata mutiara hasil ketakutan akan segera tercapai.
"๐๐ข๐ข๐ง โฆ, ๐๐ช๐ฏ๐ข." ๐๐ฆ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ถ. ๐ ๐ข, ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข๐ช ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ด๐ช๐ญ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ต๐ช๐ข๐ฏ, ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข โฆ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ค๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฑ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ช๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ข๐ต '๐ฌ๐ข๐ฏ?
Netra pink Ilfra seketika menjadi seperti galaksi tanpa bintang; gelap dan mati ditinggal pergi kehidupan berkilau. Jarum jam yang berdetak tiba-tiba terdengar sangat jelas, menggantikan perasaan kacau Lina saat menyadari kondisi Ilfra.
"Hei โฆ. Hei!" ๐๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ฉ๐ข๐ฉ! ๐๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ถ๐ณ๐ข-๐ฑ๐ถ๐ณ๐ข ๐ฎ๐ข๐ต๐ช ๐ด๐ถ๐ณ๐ช ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ด๐ช๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต๐ช! Lina mencoba untuk mengambil posisi duduk, tetapi tubuhnya tetap memaksa berbaring di atas kasur.
๐๐ฌ๐ฉ. ๐๐ฅ๐ข ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ? ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ต๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ตโ ๐ข๐ข๐ฌ๐ฉ! Indra penglihatan Lina dipaksa terpejam oleh insting otak demi menanggapi rasa sakit. Kesadaran tentang aliran darah yang berarus deras diperolehnya, begitu pula dengan ingatan asing di dalam pikiran.
' "๐๐ฃ๐ถ โฆ. ๐๐บ๐ข๐ฉ, ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ถ๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ถ๐ฏ โฆ!" '
"Aaakhh!"
Pintu dibuka oleh guru UKS yang mendengar suara teriakan Lina. Ia semakin terkejut melihat Ilfra yang tak sadarkan diri dalam kondisi terduduk. Tanpa basa-basi, dirinya menenangkan gadis di atas kasur lebih dahulu, barulah ia mencoba menyadarkan Ilfra.
๐๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช? ๐๐ข๐ญ๐ถ, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ข๐ฅ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ต๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข? Guru itu menyentuh pergelangan tangan Ilfra, mengecek denyut nadi gadis berambut pink yang hampir tidak bekerja.
๐โ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฌ๐ฆ ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต. "Nak Lina, ibu akan membawa Ilfra ke rumah sakit. Kamu tenangkan dirimu dengan mengatur napas, ya. Ibu akan panggilkan guru lainnya ke sini."
****
13 Oktober, ini adalah hari di mana siswa-siswi kelas sembilan SMP Shikuro pergi berlibur ke luar pulau. Tepatnya di Kota Yaishi yang dikenal dengan banyak gunung. Di sana, Lina sudah tak lagi bersama Ilfraโkarena pengelompokan murid dalam menginap di hotel yang tidak dipilihkan guru. Pada pukul 10.23 PM, gadis itu terbangun dari tidurnya. Ia keluar mencari udara segar, memikirkan mimpi yang membuatnya tidak bisa terlelap.
๐๐ช๐ฎ๐ฑ๐ช ๐ช๐ต๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ๐จ๐ช๐ข๐ฏ๐จ-๐ฏ๐จ๐ช๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข? ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ช๐ฎ๐ฑ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ข๐ฏ ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐ค๐ถ๐ญ? ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข!
"๐๐ช๐ฏ๐ข."
__ADS_1
Netra biru langsung diarahkannya ke belakang, menanggapi sosok gadis remaja dengan iris mata merah muda bercahaya.
"๐๐ช๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ช๐ฌ๐ถ๐ต ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ณ? ๐๐ฅ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ค๐ข๐ณ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ."