Gadis Kutukan

Gadis Kutukan
Bab 7: Ingatan


__ADS_3

๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ โ€ฆ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต. ๐˜”๐˜ข๐˜ข๐˜ง, ๐˜“๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข. Tulis Ilfra pada buku yang biasa digunakannya untuk berkomunikasi.


Lina terdiam sejenak melihat Ilfra yang terus menundukkan pandangan. ๐˜—๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ญ, ๐˜๐˜ญ๐˜ง๐˜ณ๐˜ข?


๐˜š๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช, batin Lina sembari beranjak dari sofa.


"Aku ambil minuman dulu." Ilfra mengangguk dengan penglihatan yang masih menatap lantai. Pikirannya kembali menciptakan penyesalan.


๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข? ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜“๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข? ๐˜—๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜“๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ โ€ฆ ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ.


"Kau bukan monster. Jangan berpikir seperti itu, Ilfra." Gadis bermata pink itu segera mengarahkan perhatiannya pada sang sahabat.


Terlihat dua gelas berisi minuman berwarna merah diletakkan Lina di meja. Selepas mengambil posisi duduk, gadis bermata biru itu kembali berkata.


"Minumlah, akan kujelaskan maksud pertanyaanku."


Ilfra mengangguk dan segera mengambil minuman di depannya. Sesaat, ia sedikit ragu akibat mencium bau dari minuman itu. Lina yang menyadarinya sedikit membuang napas.


"Kau menginginkannya bukan? Karena itu kau merasa bahwa aku adalah ancaman?" Ilfra semakin tertegun ketika matanya seakan dipaksa untuk menatap Lina.


Tatapan Lina yang biasanya terlihat datar kini tampak dingin dan tajam. Ia segera menghilangkan penolakan dalam diri dan meminum cairan berwarna merah itu.


๐˜”๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜“๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข โ€ฆ ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฉ. Bunyi gelas yang diletakkan Ilfra terdengar cukup keras. ๐˜๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ '๐˜ช๐˜ต๐˜ถ'.


Ilfra kembali mengarahkan matanya pada sang sahabat. Dengan ekspresi yang menahan emosi negatif, ia mulai mendeskripsikan gadis di hadapannya itu. ๐˜“๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข โ€ฆ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ด๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถโ€” ๐˜ฆ๐˜ฉ?


Lina tersenyum tipis melihat ekspresi Ilfra yang terkejut. "Sepertinya ingatanmu sudah mulai kembali."


Gadis berambut pink itu segera mengambil buku dan pulpen di meja. Tanpa butuh waktu lama, ia segera menulis pertanyaan akibat gambaran peristiwa di kepalanya.


๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช?


Kini, gadis berambut putih panjang yang terbelalak. Tatapan tajam yang diarahkan padanya sedikit menciptakan kewaspadaan. Perlahan, ketenangan mulai berkumpul dalam diri dan menggerakkannya untuk bicara.

__ADS_1


"Akan kujelaskan saat makan malam nanti," jawab Lina sambil meninggalkan Ilfra di ruang tamu bersama ketidakpercayaan.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ โ€ฆ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. Ilfra membatin sambil mengepalkan kedua tangan dan menunduk.


**


Langit malam tampak sedikit membiru akibat kilauan bintang. Meski bulan sedang tidak terlihat, senyum tipis tetap disimpulkan Ilfra. Ia membiarkan cahaya malam masuk ke ruang kamar yang ditempatinya.


๐˜š๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜“๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข. ๐˜๐˜ข๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ. ๐˜๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ฌ-๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ฌ.


Ilfra mengeluarkan udara dari mulutnya, menyebabkan proses kondensasi tercipta. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ, ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถโ€”


"๐˜”๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ."


Gadis yang dilanda kekacauan pikiran itu menghentikan niatnya untuk bicara. Ia hampir membuka mulutnya akibat mendengar bisikan itu. ๐˜—๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ โ€ฆ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ โ€ฆ.


Tiba-tiba, rasa kesedihan langsung dikeluarkan. Dirinya sudah mencoba duduk tenang di atas kasur, tetapi malah menderita karena kacaunya emosi. Pengendalian emosinya seakan hilang saat kemunculan sekilas ingatan.


๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ด? ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ? ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข โ€ฆ. ๐˜๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ-๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ถ๐˜ญ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช โ€ฆ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข! ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ โ€ฆ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


"Kalau kau kembali haus, aku sudah meletakkannya di laci meja. Semoga kau bisa menerimanya, Ilfra," tutur Lina memilih untuk membiarkan Ilfra sendiri di kamarnya. Awalnya yang ingin masuk ke sana berakhir pergi menjauhi.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช โ€ฆ. Lina menghentikan langkahnya dan kembali melihat ke arah pintu kamar. ๐˜๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ.


"๐˜“๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข." Keterkejutan langsung menghampiri Lina sebelum dirinya sempat berbalik.


Terlihat pintu kamar dibuka dan menampakkan sosok Ilfra di sana. Ekspresi serius dengan mulut yang menyisakan bekas darah ditampilkan gadis pink itu.


"๐˜Š๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ฎ๐˜ถ," ucap Ilfra dengan suara yang sengaja dilirihkan, tetapi masih terdengar jelas di pikiran pendengarnyaโ€”Lina.


๐˜œ๐˜ค๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. Lina menyimpulkan senyum tipis sebelum mengangguk. "Kita ke ruang tamu dulu."


Setelah sampai di ruang tamu, Ilfra dan Lina saling duduk berhadapan. Keduanya saling bertatapan sejenak sebelum Lina memulai pembicaraan.


"Ini buku dan pulpenmu. Maaf karena aku mengambil dan melihat isinya tanpa sepengetahuanmu. " Melihat ekspresi datar Lina sedikit menenangkan Ilfra yang merasa kekurangan darah. Penglihatannya sedikit melirik buku dan pulpen di meja, lalu kembali pada mata biru Lina yang berkilau.

__ADS_1


"Aku tidak menambah atau melakukan apa-apa selain melihatnya. Kau bisa mengambil darahku jika ada yang berubah di sana," lanjut Linaโ€”gadis bak air yang mengalirโ€”dengan nada yang serius. Ilfra hampir membuka pikiran negatifnya karena sikap sang sahabat yang berubah-ubah.


Segera ia ambil pulpen dan buku agar menghasilkan sebuah tulisan bernada pertanyaan. Lalu, ia menunjukkan dengan membuat buku menutup setengah wajahnya. Hanya menyisakan sepasang mata pinknya yang menatap tajam kawan bicara.


๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช, ๐˜“๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข?


๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข โ€ฆ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ?


Penglihatan Lina meluas saat pertanyaan tambahan tertulis sendiri di buku komunikasi. Namun, ia memilih untuk menjawab pertanyaan si gadis berambut pink, menahan rasa penasarannya akan keanehan itu.


"Kurang lebih seperti itu, walau sebenarnya โ€ฆ aku ingin kau mengingat satu hal di masa lalu."


๐˜š๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ? Batin Ilfra kembali tertulis di buku dengan tinta berwarna biru, menambah rasa penasaran yang dipendam Lina.


Helaan napas dikeluarkan secara perlahan oleh Lina. "Apa kau benar-benar mengurung diri selama dua minggu, Ilfra?"


Suasana hening menyapa cukup lama seusai Lina mengajukan pertanyaan. Satu kata singkat Ilfra gumamkan sebagai pengakhiran, disebabkan batin yang tidak mau tertulis di buku.


"๐˜ ๐˜ข." ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜“๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข. Sembari memejamkan mata, Ilfra meletakkan bukunya di meja, bersanding dengan pulpen yang sudah menjadi sejuk.


Tidak ada komentar dari Lina, sedangkan Ilfra memilih untuk kembali diam. Sikap tak acuh ia berikan pada efek suara Ilfra yang mengacak pikiran. Sebelum mengambil keputusan untuk pergi, ia kembali berucap.


"Bisakah kau mengajariku memasak? Aku belum masak makan malam."


**


๐˜—๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ต๐˜ช๐˜จ๐˜ข ๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ณ๐˜บ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜‰๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข โ€ฆ.


Ilfra memperlihatkan netranya pada buku yang memunculkan isi batin. Sesaat, ia memejamkan mata sebelum memandang ke arah gadis bermata biru.


"Ada apa, Ilfra?" Lina bertanya dengan pandangan yang tetap fokus menatap layar handphone. Tak luput juga jari tangannya yang menekan dan menggeser layar secara cepat, menghasilkan ekspresi memaklumi di wajah Ilfra.


"๐˜‰๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข-๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข." Sikap diam langsung melekat pada diri Lina saat suara menggaung Ilfra memasuki otaknya. Ia lekas mengarahkan matanya pada sang penghasil suara, menatap dan memperhatikan raut yang ditampilkan.


"Ilfra. Apa kau โ€ฆ."

__ADS_1


__ADS_2