
Pagii hari yang cerahhhh, semua keluarga tengah menikmati sarapan pagi ini.
"Pa, ma,, Nay kan sudah selesai ujian, dan ada waktu libur sekitar 2 minggu. Rencana Bagas mau ke Indo pa, ma mau ngajakin Nayya juga sekalian liburan dan bisa kenal sama keluarga di Indo. Nayya kan belum pernah pa ke Indo" Ucap Bagas
Nayya pun menoleh ke arah suami yang disampingnya. Padahal Nayya baru mau bilang untuk ke Maldev bersama teman-temannya dan sepertinya rencana itu menguap karena rencana Aa' Bagas yang lebih masuk akal bagi papa dan mama.
"Kapan rencana kalian berangkat??" Tanya papa
"Besok pa. Sayang mau kan kita ke Indonesia?" Ucap Bagas
Nayya yang tengah meminum susu coklat pun menjawabnya dengan anggukan. Tidak ada kata penolakan bagi Bagas, yang jika ia menolak, maka Bagas akan pasti menghukum Nayy nanti di kamar.
Akhirnya setelah sarapan Nayya dan Bagas membereskan pakaiannya untuk penerbangannya besok.
"A',,, ini gak dadakan banget ya?? Kok Aa' gak nanya Nay dulu sih??" Tanya Nayya
"Memangnya kalau Aa' Nanya ke Nayya dulu Nayya bisa bilang enggak??" Ucap Bagas dengan senyum manisnya yang membuat jantung Nayya deg deg an tak karuan
"Aa' nih suka maksa! Nyebelinnnn!" Ucap Nayya
"Nyebelin tapi ngangenin kan??!" Ucap Bagas dengan genitnya
"Dih!! B aja tuh!" Ucap Nayya kesal dengan memajukan bibirnya yang membuat Bagas semakin gemas ingin sekali menciumnya
"Aa' pengen menghabiskan waktu berdua sama kamu yank, dan Aa' pengen ngenalin Nayya dengan keluarga Aa'" Ucap Bagas yang berlutut di pangkuan Nayya saat Nayya duduk di tepi ranjang, pandangan mereka bertemu
__ADS_1
"Iyaaa Aa', Nayya mau" Jawab Nayya
"Makin cintaaaa deh sama Nayya" Ucap Bagas yang langsung berdiri dan memeluk Nayya. Nayya pun membalas pelukan Bagas dengan begitu Erat
Setelah selesai membereskan pakaiannya, Bagas mengajak Nayya untuk membeli tiket penerbangan mereka besok. Sengaja pengen belinya di luar, sekalian Bagas mengajak Nay untuk jalan- jalan menghabiskan waktu bersama mereka. Bagas bemar-benar membuat Nayya merasakan jatuh cinta setiap hari.
*****
Keesok Paginya Kevin mengantar Bagas dan Nayya ke bandara, tentunya setelah pamit kepada semua keluarga Nayya.
"Hati-hati ya kalian, semoga sampai tujuan. Dan adik ipar! Jagain Nayya dengan baik! jangan sampai Nayya nangis! bakal bonyok muke pas-pasanmu itu!" Ucap Kevin sembari memeluk Bagas
"Tenang aja! Nayya akan selalu aman di pelukanku" Ucap Bagas
Nayya pun memeluk Kevin untuk melepas perpisahan mereka, kemudian Bagas memggandeng Nayya untuk segera masuk kedalam bandara karena sebentar lagi pesawat akan segera take off.
Pesawat sudah mendarat cantik di bandara, semua penumpang sudah bersiap untuk segera turun dari pesawat. Bagas menggenggam erat tangan Nayya dan tak ingin lepas, selain karena takut Nayya jauh darinya, dan karena takut nayya hilang karena ini pertama kalinya Nayya ke Indonesia.
Setelah mengambil kopernya, Bagas dan Nayya keluar dari bandara dan sudah melihat mama Rara juga papa Adimas yang menunggu mereka
"Mama... Papa" Ucap Bagas
Rara pun langsung berlari dan menghampiri anak mantunya bukan anaknya yang sudah merentangkan tangan berharap pelukan mamanya.
"Yah mama, udah punya mantu, jadi lupa sama anak!" Ucap Bagas dengan sirik. Kemudian papa memeluk bahu Bagas
__ADS_1
"Bagaimana perjalanan kalian?? menyenangkan??" Tanya Papa
"Iya pa. Bagas seneng bisa bawa Nayya pulang kerumah" Ucap Bagas
Adimas dan Rara mengajak Bagas dan Juga Nayya untuk masuk ke dalam mobil kemudian menuju rumah mereka. Nampak Nayya merasakan Jetleg, karena ini perjalanan terjauh pertama yang pernah Nayya alami. Sepanjang perjalanan pulang pun Nayya sudah tertidur di pangkuan suaminya.
Begitu sampai dirumah, Bagas yang tak ingin membangunkan istrinya pun lebih memilih menggendongnya ke kamar. Dengan peerlahan Bagas membopong Nayya dan membawanya masuk
"Pengantin baru mah, gitu yahhh?! digendong-!gendong terus! kalau pengantin lama mah, boro-boro di gendong, kalau ketiduran mah langsung d bangunin bukan d gendong!" Ucap Mama Rara ngedumel
Adimas yang mendengar ucapan istrinya pun jadi terkekeh sendiri. Kemudian dengan Cepat Adimas membopong Rara dan membawanya masuk ke kamar.
"Diihhh lepasinn mas!! apaan sih ini!" rara berontak namun sia-sia
"Kamu pengen kann kayak Bagas sama Nayya?! Malem ini mas mau minta jatah!" ucap Adimas dengan seringai genitnya dihadapan Rara
"Dasar mas mesum! tiap malem minta jatah!" Ucap Rara yang kemudian memukul dada Adimas dengan ringan, dan akhirnya Rara pun hanya bisa pasrah mengikuti kemauan suaminya itu.
.
.
.
.
__ADS_1
.