
Nayya masih terus memandangi Aa'Bagas dengan lekad. Perlahan Nayya mendekat kan wajah Nayya ke wajah Bagas yang langsung membuat wajah Bagas memerah . Semakin lama semakin dekat hungga membuat Aa' Bagas terbaring di ranjang. Jantung Bagas berdegub kencang, beberapa kali Nampak Bagas membasahi bibirnya sendiri,
"Nay mau cium Aa' yah??" Tanya Bagas
Nayya tak menjawab apapun dan saat wajah mereka sudah sangat dekat,,,
"Aa' gak boleh nyentuh Nayya selama 3 hari!" Ucap Nayya yang langsung berdiri dan Bagas langaung terduduk menatap istrinya kaget
"Apa yank?! Jahat bangettt sih yank! Mana tahan Aa' gak selama itu. Sehari aja deh yah yah yah yah?" Ucap Bagas memohon
"Nawar nambah sehari! jadi 4 hari" Ucap Nayya yang kembali membereskan pakaiannya di lemari. Bagas pun tak bisa berkutik dan protes lagi. Bisa-bisa makin lama hukumannya.
Bagas langsung menjatuhkan kembali badannya di ranjang dan memejamkan matanya dengan berat. Sementara Nayya tersenyum geli melihat wajah A' Bagas yang sudah dangan kusut itu.
*****
Malam sudah menjelang....
Nayya masuk kekamar mandi untuk mengganti pakaian tidur, Sementara Bagas sudah merebahkan dirinya di ranjang. Pikirannya kemana-mana mencari cara untuk bisa mendapat jatahnya malam ini. Saat Nayya keluar dari kamar, Nayya menggunakan Piyama pendek yang membuat Bagas begitu terpana. Namun Nayya memasang wajah juteknya
Nayya memasang 2 guling di tengah tanpa permisi, kemudian ia menarik selimut tebal untuk menutupi tubuhnya.
__ADS_1
"Ehm... Yank, boleh pel....." Belum Bagas menyelesaikan ucapannya
"Gak boleh!" ucap Nayya
"Aa' gak bisa tidur kalau gak peluk Nayya" Ucap Bagas memohon
"Dulu sebelum nikah juga tidur sendiri kan?!" Ucap Nayya
Bagas membuang nafas kasarnya kemudian ia pun memejamkan matanya dengan susah payah. Sama seperti Nayya, rasanya ada yang kurang saat tidur tanpa dipeluk Aa' Bagas.
Malam semakin larut,, Nayya pun sepertinya tidak bisa tidur nyenyak dan akhirnya Nayya membuang guling di tengahnya dan merapatkan dirinya kepada Aa' Bagas. Bagas pun terbangun saat meraskan sesuatu menimpa dada bidangnya. Bagas tersenyum sesaat melihat Nayya yang malah tidur nyenyak di pelukannya.
"Hmm katanya gak boleh dipeluk, malah dateng sendiri" Gumam Bagas yang kemudian ia mengeratkan pelukannya. Akhirnya keduanya pun bisa tertidur nyenyak sampai pagi.
***
Nayya pun perlahan bangun dan akan segera beranjak agar tidak ketahuan oleh A' Bagas yang masih terlihat tidur. Namun sayang
"Aaaa" Jerit Nayya tertahan saat Aa' Bagas menarik lengan Nayya hingga membuatnya kembali jatuh ke pelukan A' Bagas.
"Mau kemana hm?" tanya Bagas yang mengeratkan pelukannya kembali
__ADS_1
"Mau mandi, wudhu terus sholat. Emangnya Aa' gak denger suara Adzan?!" ucap Nayya menahan kegugupannya
"Denger! Harusnya Nay tanggung jawab dulu dong!" ucap Bagas dengan tangan jahilnya yang sudah kemana-mana
"Apaan sih A'? udah ah Nay mau mandi!" Ucap Nayya yang langsung bertolak dan beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi. Bagas pun tak mau kalah, ia dengan cepat menyusul Nayya ke kamr mandi sebelum Nayya menutup pintu.
"Gantian dong A' !" Ucap Nayya yang rasa jantungan seketika
"Biar cepet mandi bareng! Aa' mau ngajakin Nay Olah raga pagi biar sehat!!" Ucap Bagas yang langsung menghidupkan shower dan membasahi keduanya. Akhirnya Bagas benar-benar mengajak Nayya olahraga pagi yang menyenangkan.
"Aa' berharap Nay segera hamil, buah hati kita" Ucap Bagas di sela mereka sudah hampir puncaknya.
Setelah kurang lebih 20 menit mereka berolahraga, Keduanya segera membersihkan diri mereka kemudian berwudhu dan sholat subuh bersama. Nayya menepuk jidatnya sendiri saat mengingat kembali kegiatan mereka pagi itu.
"Aku yang kasih hukuman, tapi aku sendiri yang gak tahan!" Batin Nayya. Kemudian Nayya pun mengusap wajahnya kasar dan merasa kesal sendiri.
.
.
.
__ADS_1
.