Gadis Preman Kampus

Gadis Preman Kampus
Pura-Pura


__ADS_3

Pagi ini Bagas dan Nayya sudah bersiap untuk kembali ke Jerman, bukan tanpa alasan mereka kembali lebih cepat dari rencana awal. Nayya sebenarnya masih ingin di Indonesia namun Bagas memiliki tugas penting dan mengharuskan Bagas segera ke Jerman dan Nayya pun tak mau jika ditinggal suaminya di Indonesia. Setelah selesai membereskan pakaian mereka, keduanya pun keluar dari kamar menuju meja makan untuk sarapan bersama keluarga.


Beberapa menit kemudian, Bagas dan Nayya serta keluarga sudah selesai sarapan, kemudian mereka akan menuju bandara. Saat mereka baru keluar dari rumah, Lissa dan juga kedua orang tuanya sudah berdiri didepan pintu.


"Lisa? tante? Om? ada perlu apa kemari?!" Ucap Bagas sedikit ketus.


Nayya menggenggam erat tangan Bagas untuk menahan emosi suaminya yang sudah memuncak.


"Bagas, Nayya dan pak dimas juga ibu Rara,, kami mohon maaf atas segala kesalahan Lisa terhadap Nayya. Kami sebagai orang tuanya begitu malu melihat kelakuan putri kami yang di butakan oleh cintanya sendiri. Hanya kata maaf mungkin tidak bisa mengembalikan keadaan, tapi Lissa benar-benar minta maaf atas kesalahannya" ucap Papa Lissa


"Maafin aku Nayya,, aku menyesal sudah berbuat jahat sama kamu. Aku janji gak akan mengganggu hubungan kalian lagi" ucap Lissa dengan wajah penyesalan


"Gak usah janji! karena janji sering diingkari! lebih baik kamu buktikan saja ucapanmu itu!" Sahut Bagas


Lissa terlihat tidak senang mendengar ucapan Bagas, namun mau bagaimana lagi, lisa harus meminta maaf jika dirinya tidak mau masuk sel tahanan. Kemudian Lissa mengulurkan tangan kepada Nayya dan di sambut oleh Nayya, lalu Lissa memeluk Nayya dan berbisik kepadanya


"Sampai kapanpun aku gak akan pernah rela, Bagas menjadi milik wanita lain selain aku!" bisiknya pelan dan hanya Nayya yang mendengar

__ADS_1


"Sampai kapanpun aku gak akan pernah membiarkan orang lain merampas milikku. Bahkan aku sanggup mematahkan jari-jari lentimu saat ini!!" Bisikan Nayya mampu membuat Lissa bergidik. Lisa tidak menyangka Jika wanita dihadapannya yang terlihat seperti kalem ternyata begitu mengerikan. Lissa pun melepaskan pelukannya kemudian mundur beberapa langkah kebelakang.


"Kami permisi dulu ya om, tante karena kami harus segera sampai di bandara" ucap Bagas yang langsung menari Nayya agar berjalan mengikutinya masuk kedalam. Sementara papa dan mama Rara mengantarkan Bagas dan juga Nayya sampai di gerbang depan, dan supir sudah menjalankan mobil meninggalkan rumah menuju bandara.


Sepanjang perjalanan Bagas hanya diam dan lebih memilih melihat pemandangan luar. Nayya pun menggenggam erat tangan suaminya


"A' udah lahhh jangan marah terus,, yang penting kan Nayya udah selamat" Ucap Nayya bergelayut manja


"Aa' tuh masih gak nyangka, Lissa jahat banget sama kamu ay!'Sahut Bagas


"Gimana kalau Aa' tau si Lissa cuma pura-pura minta maaf tadi! Pasti dia tambah kesel deh sama Lisa" Batin Nayya.


"Nayya kan?" Ucap Pria itu


Bagas dan Nayya pun menoleh ke samping dan melihat dokter Dion disana


"Dokter Dion, loh kok di sini juga?" Ucap Nayya, Bagas begitu kaget saat melihat pria yang menyapa istrinya itu adalah Dion Pratama, teman sekaligus musuh Bagas saat mereka masih duduk di bangku SMA.

__ADS_1


"Iya, aku mau ke jerman nerusin study aku. kamu??" Tanya Dion yang sepertinya tidak menganggap keberadaan Bagas di samping Nayya


Bagas yang tidak terima jika istrinya di ajak bicara pun langsung merangkul pinggang Nayya dengan sigap


"Kami mau balik kerumah. Dan kamu jangan coba-coba mendekati istriku!!" sarkas Bagas


"Ini suami kamu Nay?? gak salah sama ni cowok??" Tanya Dion


"Iya ini suami aku. Memangnya kalian kenal?" Tanya Nayya


"Enggak!" Jawab Dion dan Bagas bersamaan


Nayya yang nampak bingung menatap Dokter Dion dan Aa' Bagas bergantian. Tak lama Giliran Bagas dan Nay masuk kedalam pesawat dan di susul oleh Dion yang juga satu pesawat dengan mereka. Tentu ini sangat membuat Dokter Dion dan Bagas sama-sama kesal dan memanas. Pesawat pun Take Off menuju Jerman.........


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2