Gadis Preman Kampus

Gadis Preman Kampus
Gelora Cinta


__ADS_3

Warning!! edek-edek kecil skip dulu yahh bab ini hehehe....


--------------------------------------------------------


Nayya tengah sibuk mengubrek di dapur pagi itu,, sebagai menantu yang baik, Nayya pun mempersiapkan sarapan pagi itu untuk keluarganya. Sepertinya Nayya benar-benar sudah berubah sedikit demi sedikit. Biasanya Nayya hanya tinggal duduk manis dan sarapan sudah terhidang di meja makan karena ada mama kirana yang menyiapkan segalanya, namun sekarang sudah tidak lagi.


Meskipun Nayya tidak pernah masak dirumahnya, namun setiap kinzi pulang, Nayy selalu menemani Kinzi didapur untuk mencoba berbagai resep masakan dan kini Nayya pun dituntut harus menyiapkan segalanya karena sudah menyandang status sebagai istri. Nayya saat ini tengah membuat lontong sayur untuk sarapan pagi ini, sementara keluarga yang lain tengah jogging bersama termasuk Bagas.


"Okeeyy selesai. Saatnya mandiii" Ucap Nayya yang baru selesai menata meja makan dengan berbagai macam pendamping seperti buah, susu dan jus alpukat. Nayya beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


**


Bagas dan keluarga lainnya baru sampai dirumah, begitu sampai Bagas langsung mencari Nayya di dapur tapi tidak melihatnya. Hanya ada makanan yang sudah terhidang di atas meja.


"Wihhhh udah siap nihh sarapannya. Vino gak sabar mau cicip lontong sayur kak Nayya" Ucap Vino yang langsung menarik kursi di meja makan


"Heh! mandi dulu gih sana! bauk keringat tauk!! sarkas Bagas.


Vino pun mengurungkan niatnya kemudian ia menuju kamarnya untuk mandi dulu, sama halnya dengan yang lain. Bagas masuk kedalam kamar nya perlahan, dilihatnya di sekitar kamarnya tidak melihat keberadaan Nayya namun mendengar gemercik air dari dalam kamar mandi. Bagas pun langsung masuk kedalam kamar dan melepas pakaiannya yang sudah basah dengan keringat.


"Pasti Nay masih mandi" Ucap Bagas. Kemudian ia membuka kamar mandi yang ternyata tidak dikunci Nayya.


Cegluukkkkk


Bagas begitu sulit menelan salivahnya saat melihat keindahan didepan matanya. Nayya tengah menikmati guyuran shower yang membasahinya. Perlahan Bagas mendekati Nayya dan memeluknya dari belakang.


"Udah selesai yah ay??" Tanya Bagas yang membuat nayya meremang

__ADS_1


"Udah" Ucap Nayya sedikit gelagepan karena air yang menerpa wajahnya


Bagas langsung membalik Nayya dan membuat keduanya berhadapan dan saling menatap


"Cantik" Ucap Bagas sembari menyatukan dahinya dengan dahi Nayya. Nayya pun tersenyum mendengar pujian suaminya


"Mau disini apa di ranjang??" Tanya Bagas sembari tangannya yang sudah merajalela


"Aa'... dibawah sudah pada nunggu kita buat sarapan..." Ucap Nayya dengan bergetar


"Biar mereka sarapan duluan" Ucap Bagas yang langsung menggendong Nayya.


"Mau kemana??" ucap Nayya


"Berlayar ke lautan cinta" Jawab Bagas dengan begitu lembut. Nayya pun langsung blushing pipinya, dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


"A' pasti papa dan mama sudah...." Ucap Nayya belum selesai, dengan nafas yang sudah tak beraturan karena Bagas terus saja Mengabsen Nayya tanpa tertinggal secuilpun. Bagas pun menghentikan kegiatannya


"Aa' udah nunggu kamu selama seminggu, bahkan sebelum-sebelumnya Aa' udah gak sabar buat halalin kamu yank" Ucap Bagas merayu saat menatap Nayya yang sudah sayu diliputi kobaran api asmara.


"Aa' lakuin sekarang yah??" Ucap Bagas lembut


Nayya mengangguk dan menenggelamkan Bagas dalam pelukannya. Bagas pun langsung membawa Nayya menyelam bersama mengarungi samudra cinta. Kobaran gelora cinta telah menyala-nyala membakar dua jiwa yang kini menjadi satu. Bagas dengan penuh cinta membuat Nayya merasakan indahnya surga dunia❤


"A'Bagas...." Sebut Nayya


Sudah berjam-jam mereka melakukannya, seolah tak cukup sekali melakukannya, tapi sepertinya Nayya sudah terkulai lemas ditambah sedari tadi mereka belum mengisi perut mereka. Nayya begitu kesal dengan Aa'Bagas, janjinya selesai tapi saat di kamar mandi masih saja ingin melakukannya lagi dan lagi.

__ADS_1


Akhirnya permainan mereka pun berakhir di kamar mandi setelah menambah 1 jam lagi, kemudian mereka membersihkan diri dan berganti pakaian sebelum turun kebawah untuk sarapan.


Bagas menggendong Nayya dan akan menuruni anak tangga.


"A' turuni Nay A'! Nay malu" Ucap Nayya


"Kamu itu sakit yank, udah deh nurut aja!" Ucap Bagas yang terus saja menggendong Nayya sampai dimeja makan.


Sampainya dimeja makan keduanya sempat mematung, pasalnya papa, mama, Vino dan sibungsu memandangi mereka dengan perasaan kesal.


"Pagiiii semuaa... ayo kita sarapan" Sapa Bagas dengan rasa tak enak. Kemudian Bagas menurunkan Nayya di kursi dan mereka duduk bersama.


"Sarapan dari hongkong!!! Ini mah namanya makan siang!! kak Bagas gak lihat sekarang jam berapa? Jam 10 kak!!! lagian kak Bagas nih ngapain aja sih di kamar hah?? aku tuh laperrrr tau gak ..." Belum Vino menyelesaikan ucapannya, mama sudah menyumpeli mulut Vino den buah anggur


"Hehe maaf yahh semua" ucap Bagas tak enak, apalagi Nayya yang hanya terdiam dengan wajahnya yang merah karena malu. Benar-benar malu saat itu.


"Sudah ayo kita sarapan" ucap papa Adimas dengan senyam senyum setelah melihat Bagas dan Nayya yang terus saja tersipu malu.


Semua keluarga pun menikmati sarapan mereka eh maksudnya sarapan sekaligus makan siang.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2