
Nayya terus berlari tanpa arah dan tujuan, melewati jalanan yang sepi hingga ia sampai di pinggir jalan. Banyak mobil-mobil yang lalu lalang di jalan itu.
"Aku harus kemana sekarang?? aku saja tidak tau jalan pulang " Ucap Nayya Monolog.
Kemudian Nayya terus berjalan kedepan tanpa membawa apa-apa. Sepintas beberapa orang melihat Nayya dan mengagumi kecantikannya, maklum orang cantik jalan sendirian mestilah banyak yang menggodanya apalagi parasnya yang blasteran memiliki daya tarik tersendiri. Nayya merasa risih mendengar panggilan-panggilan terhadap dirinya namun tidak dihiraukannya. Selama mereka tidak kelewatan, Nayya tidak ambil pusing. Kemudian Nayya menutup setengah wajahnya dengan ujung hijabnya.
Tanpa terasa waktu sudah maghrib, Nayya mampir di sebuah masjid untuk menunaikan ibadah sholat maghrib. Setelah selesai sholat Nayya masih berada di masjid untuk menunggu waktu isya, disana ia bertemu dengan ibu penjaga masjid
"Neng bukan orang sini ya??" ucap ibu itu menyapa
"Iya bu, saya hanya numpang lewat, karena adzan jadi saya mampir kesini" ucap Nayya
"Ohh begitu, ya sudah saya pulang dulu ya" ucap ibu itu akan beranjak
"Maaf bu, kira-kira boleh tidak ya malam ini saya menginap di masjid ini ?? di terasnya juga gak papa asalkan saya tidak kena hujan, soalnya saya tidak tau jalan pulang kerumah, saya kabur dari penculikan bu, semua uang saya juga hilang" Ucap Nayya sedih
"Astagfirullah, kasihan sekali kamu neng, kalau kamu mau bisa ikut kerumah saya di belakang masjid ini" ucap ibu itu.
"Boleh bu kalau tidak merepotkan" Ucap Nayya
Ibu Ranti dan Nayya pun berkenalan, setelah itu Nayya pun ikut ibu Ranti kerumahnya. Rumah kecil yang ditempati ibu Ranti dan keluarganya ada pak Joni suami ibu Ranti kemudian 2 orang anak mereka yang masih kecil-kecil Nadin dan Keyla.
Nayya begitu kasihan melihat hidup mereka, ia banyak-banyak bersyukur dengan kehidupannya yang serba kecukupan. Namun disaat kondisi seperti ini, ia merasa begitu jatuh. Banyak pelajaran hidup yang Nayya dapat dari keluarga ibu Ranti. Meskipun dalam keadaan pas-pasan mereka selalu bersyukur dan merasa cukup. Akhirnya Ibu Ranti menyuruh Nayya untuk menginap dirumahnya malam ini.
***
__ADS_1
Begitu Informasi tentang penculik itu sudah di dapatkan dari anak buah papanya, Bagas, Papa Adimas dan anak buahnya langsung menuju lokasi penculik itu.
Sementara itu, Lissa tengah marah besar kepada anak buahnya yang tidak becus sama sekali. Bagaimana bisa, Nayya kabur dari ketiga preman yang dibayar oleh Lissa.
"Kalian bodoh sekali!! nyiksa 1 wanita aja kalian gak becus!! percuma dong aku bayar kalian mahal!!" Ucap Lissa
"Maaf boss, wanita itu bukan wanita sembarangan boss, dia bisa beladiri boss" Ucap kepala preman
"Halah! itu alesan kalian aja! Pokoknya aku gak mau tau, kalian harus menemukannya hidup ataupun mati! baru aku lunasin pembayarannya!!" Ucap Lissa
Kemudian Lissa segera pergi dari markas preman itu bersama supir sekaligus bodyguardnya. Sementara ketiga preman itu pun begitu kesal karena harus menemukan wanita bule itu jika mereka ingin lunas bayarannya dari lissa.
Belum lama mobil lisa pergi dari markas preman itu, rombongan Bagas dan papa baru sampai disana. Anak buah papa adimas langsung mengepung tempat itu.
Duaaarrrrrrrrrrrr
"Kalian siapa?! ada urusan apa !!" Ucap ketua preman.
Bagas melihat ketiga preman itu pun langsung mendidih darahnya, rahangnya mengeras, dan genggaman keras pun sudah tercetak jelas di tangan Bagas
BUUUGGGGGGG
Bogeman keras mengenai wajah ketua preman yang menantang itu hingga membuatnya tersungkur di lantai
"HEYYY!! BERANINYA KAU..." belum selesai preman itu bicara, Bagas sudah mengangkat kerah baju pria itu dan menatapnya dengan tatapan membunuh
__ADS_1
"DIMANA KALIAN MENYEMBUNYIKAN KANAYYA?!!" Ucap Bagas garang
"Ohh kalian mencari wanita bule itu?! Dia sudah kabur dari sini!!! ntah kemana dia sekarang kami juga tidak tau!!" Ucap preman itu.
Bagas semakin marah mendengar ucapan preman itu, saat akan menghajarnya lagi, papa adimas memperingatkan, Nayya sudah tidak ada ditempat itu.
"SIAPA YANG MENYURUH KALIAN MENCULIK NAYYA?!" ucap Bagas
"Seorang wanita, ntah siapa namanya. Yang jelas kami di bayar untuk menyiksa bule itu!!" Ucap Preman itu
"KURANG AJAR!!!" Ucap bagas yang tersulut emosi...
BUUUUG BUUUG BUUUG
Bagas pun memukuli pria itu sampai babak belur, Ketua preman itu tidak mampu membalas satupun pukulan Bagas.
"Bereskan mereka!" Ucap Bagas kepada anak buah papanya.
Sebelum mereka pergi, tak lupa Bagas menyita ponsel preman itu untuk mengetahui siapa dalang penculikan Nayya. Kemudian Bagas dan Adimas kembali menyusuri jalan mencari keberadaan Nayya. Sementara ketiga preman itu di tahan oleh anak buah papa Adimas. Perasaan Bagas pun begitu tidak tenang karena belum menemukan Nayya sampai malam itu.
.
.
.
__ADS_1
.