
Bagas terbangun dari tidurnya dan melihat Nayya yang sepertinya masih nyenyak didalam pelukannya
"Bangun tuan puteri" Ucap Bagas menyentuh ujung hidung Nayya yang membuatnya geli
"Emm... Nayy capek A' " Ucap Nayya dengan suara khas bangun tidur dan hanya menggeliatkan sedikit tubuhnya tanpa membuka mata
"Ini kan dirumah mama bukan dirumah kita sayang,,, harusnya kita yang sudah bangun duluan" Ucap Bagas yang kemudian menyentuh hidung Nayya dengan ujung hidungnya.
"Geliii A'..." Ucap Nayya yang langsung membuka matanya
"Mandi yukk" Ucap Bagas
"Aa' Mandi dulu aja, Nay malu... Nay kan masih ehem" Ucap Nayya tak melanjutkan
"Ya udah Aa' mandi duluan" Ucap Bagas yang langsung beranjaak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berwudhu kemudian sholat subuh. Bergantian dengan Nayya yang kemudian masuk ke kamar mandi setelah suaminya selesai.
Tak lama Nayya pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi dan melihat Bagas baru selesai muroja'ah.
"Mau kemana yank?" Tanya Bagas saat melihat Nayya akan membuka pintu
"Ke dapur A' mau buat sarapan. Aa' mau sarapan apa??" Tanya Nayya
"Mie tumis enak kali yahh" Ucap Bagas
Saat Nayya akan keluar dari kamar, Bagas pun langsung mengikutinya.
"Masak bareng yuk" ucap Bagas dengan merengkuh pinggang Nayya
"Lepasiin A', disini kan ada keluarga Aa' Bagas, Nay malu" Ucap Nayya
"Udah biasa aja..." Ucap Bagas
Mereka pun sudah sampai didapur, rumah itu terasa masih begitu sepi. Kemudian Bagas dan Nayya memulai membuat sarapan untuk keluarganya.
"Sepi banget ya A'? orang-orang pada kemana??" tanya Nayya yang tengah mencuci sayur
"Palingan pada jogging keliling komplek. Biasanya gitu sihh tiap pagi" Ucap Bagas yang tengah merebus Mie
Setelah selesai mencuci sayuran, Nayya menggoreng telor orak arik setelah matang, Kemudian ia menumis bumbu dan setelah harum ia memasukkan sayur sawi kedalam kuwalinya, ditambah potongan sosis lalu memasukkan Mie yang sudah di tiriskan oleh Aa' Bagas.
Saat Nayya tengah sibuk dengan mie nya, Bagas pun menyelusupkan tangannya di perut Nayya yang rata dan menjatuhkan dagunya di bahu Nayya
__ADS_1
"Emmm dari bau nya aja wangi bangett... Pasti enak deh mie tumisnya" Ucap Bagas
"A'... jangan gini dong,, nanti kalau ada yang lihat gimana?? Nayy malu A'!" ucap Nayya kegelian karena tangan Bagas yang tidak bisa diam.
Bagas tak bergeming, ia tetap Asyik dengan kegiatannya sendiri. Nayya pun jadi kesel karena kelakuan suami mesumnya itu, ia segera mematikan kompor dan menahan tangan Bagas yang sudah berada di bagian atasnya.
"Udah yah! STOP!" ucap Nayya.
Bagas pun langsung membalik Nayya dan kini mereka berhadapan.
"Kenapa sihhh marah-marah?? Aa' kan cuma peluk Nayya" Ucap Bagas berbinar
"Peluk ya peluk, tapi tangannya jangan kemana-mana! sampe talinya lepas lagi!!" Gerutu Nayya yang sibuk membenahi tali 'milik' nya yang sudah lepas karena ulah Bagas.
"Hehe maaf ya yankk.. Sini tak bantuin " Ucap Bagas
Bagas pun bertanggung jawab menalikan kembali daleman Nayya yang sudah lepas itu. Bagas membalikkan Nayya kemudian
Cup
Bagas mengecup pipi Nayya, dan membuat Nayya kaget. Bagas tersenyum manis ketika melihat pipi Nayya yang sudah merah.
Saat tengah fokus dengan tali menali yang ternyata Bagas gak ahli sama sekali, deheman membuyarkan kefokusan mereka
"Ehem!!"
Bagas Dan Nayya pun Kaget setengah mati mendengarnya. Kemudian Bagas dengan cepat memeluk Nayya untuk menutupi dirinya dan Bagas sedikit menoleh
"Mama!" Ucap Bagas
"Kalian lagi ngapain hm?! mesra-mesraan itu di kamar! bukan di dapur! itu papa dan adik-adikmu udah di depan!" Ucap Mama.
"Benarkah?" Ucap Bagas
Bagas pun langsung menggiring Nayya dan kemudian menyuruh Nayya masuk kedalah kamar mandi yang ada di dekat dapur. Gara-gara suami mesumnya itu, Nayya malu dihadapan mama mertuanya.
Setelah selesai Nayya memperbaiki penampilannya, nayya keluar dari kamar mandi, sementara Bagas masih berdiri didepan kamar mandi menunggunya
"Udah?" Tanya Bagas tanpa dosa
"UDAH!" jawab Nayya kesal
__ADS_1
Bagas pun terkekeh melihat wajah kecut istrinya saat keluar dari kamar mandi. Namun wajah Nayya langsung berubah saat melihat papa adimas dan mama Rara yang baru keluar dari kamar.
"Berarti lama banget ya aku di kamar mandi tadi? itu mama dan papa sudah rapi gitu" Batin Nayya malu
"Kok berdiri disitu aja Nay, ayoo sini kita sarapan bareng. Ini kamu yang masak ya?" Ucap mama ramah
"Tadi di bantuin Aa' ma" Jawab Nayya
Mereka pun duduk bersama di depan meja makan, dilihatnya makanan sudah terhidang di meja. Tak lama dua anak laki-laki yang salah satunya mungkin tidak terlalu jauh usianya dengan Nayya, baru keluar dari kamar.
"Pagii semua" Ucap salah satu dari mereka
Semua orang menjawab sapaan anak itu dan kemudian mereka berdua ikut bergabung di meja makan.
"Eh iya Nayy,,, ini kenalin anak- anak mama, adiknya Bagas. Nah yang besar ini namanya Vino, dan si bungsu panggil aja Radit. Mereka gak ikut pas kalian Nikah karena lagi ujian mid semester, jadi keduanya tinggal di rumah oma sementara waktu" Ucap mama
"Kak Nayya kok mau sih nikah sama kak Bagas??" Tanya Vino asal jeplak
Nayya bingung mau jawab apa,
"Apa yahh...emmm" Nayya mencoba mencari jawaban yang tepat
"Karena kak Bagas kan ganteng! baik!, perhatian! romantis! ramah! setia dan masih banyak lagi" Ucap Bagas menjawab pertanyaan Vino
Nayya pun langsung menoleh kearah Bagas disampingnya.
"Dia bilang apaa??? dek!, abangmu ini playboy, mesum, suka maksa, urat malunya udah putus" batin Nayya dalam hatinya.
Bagas tersenyum manis kepada Nayya dan Nayya pun mengangguk berarti mengiyakan perkataan Bagas tadi. Papa dan mama jadi tertawa melihat tingkah anak-anaknya. Senang rasanya memiliki keluarga yang kompak dan bisa saling menyayangi.
Mereka pun menghabiskan sarapan pagi ini dengan penuh kehangatan. Saling mengenal dan saling mendekat diantara keluarga.
Setelah sarapan, Bagas ingin mengajak Nayya untuk mengunjungi rumah omanya bersama mama. Karena papa gak bisa ikut harus ke kantor, sementara Vino dan si bungsu juga sekolah. Nayya begitu senang bisa bertemu dengan adik-adik Aa' Bagas yang super duper kocak, dan sesekali mereka membocorkan kebiasaan buruk Aa' bagas di masa kecilnya.
.
.
.
.
__ADS_1