Gadis Preman Kampus

Gadis Preman Kampus
Kangen Banget!!


__ADS_3

Bagas masih meresapi pertemuannya kembali dengan Nayya istrinya. Perasaan bahagia dan haru menyelimuti hatinya.


"Terima kasih Ya Allah, Engkau sudah mengabulkan doaku" ucap syukur Bagas didalam hatinya


Bagas melerai pelukannya kepada Nayya


"Kamu gak papa kan sayang?? ada yang luka?? atau mereka sudah berbuat kurang ajar sama kamu??" Ucap Bagas cemas


"Waktu itu sempet di tampar aja A' hiks.., tapi Nay udah gak papa hiks..... Alhamdulillah hiks...Nay bisa kabur dari sana hikss...., tapi Nay gak tau jalan pulang hiks.... dan Nay bertemu dengan keluarga pak Joni hiks... mereka yang menolong Nay A'" Ucap Nayya dengan masih segukan karena tangisnya.


Bagas kembali memeluk Nayya dengan begitu erat, menenangkannya kembali dari tangisnya yang pecah. Setelah puas melepaskan tangisnya, Bagas pun menyapa pak Joni dan mengucapkan banyak terima kasih karena sudah menolong istrinya dengan mengizinkannya untuk tinggal dirumah mereka.


Sebelum pulang, Bagas memberikan sebuah amplop untuk pak Joni dan keluarga sebagai tanda terima kasih mereka, awalnya pak Joni menolak, tapi karena desakan Nayya akhirnya pak Joni menerimanya. Nayya tau kalau pak Joni dan keluarga membutuhkan uang untuk membayar hutang mereka kepada renternir. Memang tidak banyak, tapi bunganya sangat besar tak sebanding dengan dengan pokoknya. Hutang itu pun di gunakan keluarga pak Joni untuk biaya pengobatan ibu Ranti. Bagas dan Nayya pun pamit kepada Pak Joni untuk kembali kerumah mereka.


Sepanjang perjalanan Bagas terus saja memeluk Nayya didalam mobil. Perasaan lega dan bahagia kini memenuhi hati Bagas dan Kanayya. Sesekali Bagas mendaratkan kecupan hangat dan tentu membuat Nayya tersipu sekaligus malu. Dimobil bukan hanya mereka berdua melainkan ada 2 asisstent papa adimas yang duduk di kursi supir dan sampingnya. Keduanya nampak biasa saja seolah tak melihat apapun di belakang dan mereka juga tak ingin mengganggu keintiman tuan mereka.


"Malu tau A',, jangan cium-cium Nay terusss!" ucap nayya sedikit berbisik


"Tenang aja, mereka gak lihat kok" Ucap Bagas yang kembali mendaratkan kecupan singkat kepada Nayya.

__ADS_1


Nayya mengerang kesal karena Bagas tak mau mendengarkannya, sesaat ia kembali mengecupnya, Nayya pun langsung mengigit bibir bawah Bagas dengan begitu gemas, karena Bagas tak mau melepaskan Nayya sedikit pun.


"Aww sakit Yank" Ucap Bagas yang langsung melepas pelukannya


"Salah siapa dari tadi mesum!!" ucap Nayya yang kemudian membenarkan duduknya


"Namanya juga kangen bangetttttt yank, masih mending cuma cium kan daripada Aa' makan kamu dimobil" Ucap Bagas dengan terkekeh


"Aa' ngomongnya frontal banget sihhhh!! nyebeliiinnn!!!" ucap Nayya.


"Ehmm.." Asisstent papa Bagas pun berdehem kecil melonggarkan tenggorokannya yang sepertinya terasa kering mendengar pertengkaran kecil tuannya. Sementara yang di sampingnya hanya tersenyum tipis, sebenernya sihh mau tertawa keras, tapi harus di tahan kalau tidak mau di pecat.


Tak lama mereka pun sudah sampai di rumah....


"Alhamdulillah nakkkkk akhirnya kamu ketemu. Mama khawatir banget sama kamu sayang. Mama takut terjadi apa-apa. Mama gak bisa bayangin kalau kamu sampe lecet dikit aja, gimana papa dan mama ngomong sama keluarga Nayya. Mama udah gak bisa mikir apa-apa lagi saat tau kamu di culik. Mama..." Ucapan mama Rara yang begitu panjang dan juga pelukan mama Rara yang begitu erat membuat Nayya rasa sesak.


"Ma... Nayya gak papa ma" Jawab Nayya dengan terbata.


"Ma,, kasihan Nay ma, mama peluknya erat bangettt!" ucap Papa

__ADS_1


"Ehh maaf ya sayang. Sangking khawatirnya mama" Ucap mama.


"Ayo kita masuk semua" ucap papa


Mereka pun masuk kedalam rumah dan berkumpul di ruang keluarga.


"Maafin Vino ya kak Nay, Karena Vino lalai kak Nayya jadi di culik orang" Ucap Vino menyesal


"Gak papa Vin, ini semua kan juga kehendak Allah, yang penting Kak Nay udah balik lagi" Ucap Nayya


"Lain kali, jangan tinggalkan kakakmu sendiri. Sudah tau dia baru pertama kali di Indonesia, mana dia tau didaerah sini". Ucap mama


"Iya ma, Vino salah" ucap Vino


Setelah beberapa saat mereka mengobrol di ruang keluarga, Bagas mengajak Nayya untuk beristirahat di kamar mereka. Tentu keuarga lainnya juga pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2