Gadis Preman Kampus

Gadis Preman Kampus
EXTRAPART 1


__ADS_3

Tanpa terasa usia kehamilan Nayya sudah menginjak 9 bulan . Begitu terasa berat untuk berjalan, dan juga begah saat bernafas. Namun dengan kondisinya yang seperti itu, Nayya tetap akan berjuang untuk sidang skripsinya. Bagas sudah menyuruh Nayya untuk mengambil stopout dulu sementara Namun Nayya tidak mau. Ia bersikeras untuk menyelesaikan skripsinya agar bisa ikut sidang sebelum ia melahirkan anak mereka.


Pagi ini Nayya sudah bersiap untuk mengikuti sidang di kampus. Bagas yang was was takut Nayya lahiran di kampus pun begitu setia mendampingi Nayya.


"Udah siap sayang??" tanya Bagas saat masuk kedalam kamar


"Udah A',, ayokk berangkat" Ucap Nayya.


Kemudian Bagas menggandeng Nayya dengan perlahan. Sebenernya Bagas begitu kesihan melihat kondisi Nayya, namun bagaimana lagi, Nayya ngeyel begitu. Kemudian mereka masuk kedalam mobil dan menuju kampus. Sepanjang perjalanan Nayya mengusap-usap perutnya. Sebenarnya Nayya sudah merasakan kontraksi didalam perutnya, tapi Nayya menahannya dan tidak memberitahu A' Bagas.


"Anak mama sayang.... sabar yahh.... nanti keluarnya kalau mama sudah selesai sidang aja yah.... Kamu harus jadi saksi dimana mama berjuang menyelesaikan study mama, agar kelak kamu juga akan menjadi anak yang mengerti arti perjuangan" Ucap Nayya membujuk bayi didalam perutnya.


Bagas melihatnya tersenyum kemudian dielusnya perut Nayya yang sudah membesar itu


"Anak papa harus nurut yahhhh...." Ucap Bagas.


Tak lama mereka pun sampai di kampus....


"Semangat ya sayanggg" ucap Bagas


CUP


Bagas mengecup Nayya sekilas dan membuat mood Booster Nayya semakin meninggat berkali lipat.


Kemudian Bagas turun dari mobil dan menggandeng Nayya menuju ruangan sidang. Semua mata tertuju kepada pasangan ini terutama teman-teman Nayya. Banyak yang merasa iri melihat sosok Bagas yang menemani Nayya yang tengah hamil besar itu. Para teman dan sahabatnya kariin pun turut menyemangati Nayya yang sudah gilirannya untuk masuk keruang sidang.


Sesaat Nayya menarik nafas panjang dan menghembuskannya kasar. Lalu ia menoleh kearah A' Bagas dengan tersenyum dan melepaskan genggaman tangannya. Kemudian Nayya masuk kedalam dan yang lain menunggu di luar termasuk Bagas.


Dari luar tampak Nayya sedikit gugup sesaat, namun di kemudian ia sudah terlihat biasa dan menjawab pertanyaan dari para pengujinya. Bagas tidak bisa duduk tenang. Ia pun terus berdiri didepan pintu yang terlihat ada kaca dibagian atas daun pintu, sehingga Bagas bisa melihat Nayya yang tengah dicerca berbagai pertanyaan.

__ADS_1


Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh para penguji, sesekali Nayya terlihat meringis karena merasakan kontraksi di perutnya. Hampir 1 jam waktu berjalan dan akhirnya Nayya sudah melalui sidang yang begitu menegangkan. Lalu dengan cepat Bagas membuka pintu saat Nayya mulai berjalan keluar.


"Bagaimana hasilnya sayang??" Ucap Bagas dengan semangat saat membuka pintu


"Alhamdulillah lulus A' " Ucap Nayya yang kemudian Bagas langsung memeluknya.


"Alhamdulillah sayanggggg" Ucap Bagas. Kemudian Bagas melepaskan pelukannya saat mendengar kariin memanggil Nayya. Teman-teman Nayya pun ikut berkumpul disana, mereka satu persatu memberikan ucapan selamat kepada Nayya.


Kemudian Nayya dan Bagas pamit pulang kepada Kariin dan teman-temannya, karena kondisi Nayya yang seperti ini, dia tidak bisa berlama-lama di kampus. Saat Nayya masuk kedalam mobil dan baru saja Bagas duduk di kursi kemudi Nayya pun mencengkram kuat lengan Bagas


"Eeuuhhhh sakiiitttt A' " Ucap Nayya.


"Sayang! kamu mau lahiran " ucap Bagas dengan paniknya.


Terlihat air ketuban pun sedikit membasahi rok Nayya. Dengan Cepat Bagas langsung melesat ke rumah sakit terdekat.


"Sayangggg kamu sabar yahh... sebentar lagi kita sampaiii" Ucap Bagas panik


"Tarikkk nafasss.... hembussskannn.... tarikk nafassss..... hebuskannnn......" Ucap Bagas mengintrusksi Nayya sesuai dengan video yang di tontonnya semalam bersama Nayya. Nayya pun mengikuti intrusksi dari suaminya.


Jalanan pun macet seperti dadakan, dan hal itu benar- benar membuat Bagas kesal. Padahal rumah sakit sudah hampir dekat.


Tiiiiiinnnnnn


Tiiiiinnnnnnn


Tiiinnnnnnnn


Beberapa kali Bagas menekan klakson mobil namun kemacetan didepan sepertinya enggan terurai. Bagas yang sudah kesal dan panik kemudian ia keluar dari mobil. Lalu Bagas membuka pintu mobil Nayya dan segera menggendongnya ala bridal Style. Dengan kepanikannya Bagas segera mengunci mobilnya dan berlari membawa Nayya kerumah sakit.

__ADS_1


Semua pengendara melihat Bagas yang berlarian di trotoar menuju rumah sakit. Ternyata kemacetan itu karena ada kecelakaan di jalan. Sementara Bagas tidak mempedulikan hal itu, ia terus berlarian menggendong Nayya agar cepat sampai di rumah sakit. Sayup-sayup Nayya menatap suaminya dibawah terik matahari, yang sudah ngos-ngosan. Nayya terus menahan rasa sakit di perutnya yang sangat dasyat. Sesekali Bagas melihat kearah Nayya yang menahan rasa sakit..


"Sabarr ya sayang... sebentar lagi kita sampai" Ucap Bagas yang terus berlari.


Kemudian Bagas dan Nayya sampai di rumah sakit.


"PLEASE HELP ME....!!!!" Teriak Bagas saat sampai di depan rumah sakit. Dengan cepat beberapa suster datang dan membawa Nayya ke ruang bersalin. Bagas tak mau ketinggalan, ia pun ikut masuk kedalam ruangan bersalin. Tampak Nayya yang sudah tak tahan lagi ingin mengeluarkan bayi yang ada diperutnya. Keringat bercucuran, dan dokter menyuruh Bagas untuk mengelap keringat istrinya.


Sungguh tubuh Bagas bergetar hebat saat itu, ketika melihat Nayya yang mengerang kesakitan. Genggaman kuat dilakukan Nayya di tangan Bagas. Sementara Bagas berusaha menguatkan Nayya, meskipun sebenarnya ia tidak tega melihat Nayya seperti itu. Dorongan pertama belum berhasil, dorongan kedua akhirnya berhasil....


"Ooeekkkkk" Jeritan bayi mungil memenuhi ruangan bersalin itu, bayi yang sudah berada didalam kandungan ibunya selama 9 bulan. Bayi yang di nanti-nanti akhirnya lahir kedunia. Suster membersihkan Bayi Nayya kemudian dokter menyelesaikan tugasnya.


Rasa bahagia dan keharuan menyeruak di hati Bagas dan Nayya. Kini penantian mereka selama 9 bulan sudah didepan mata. Kesakitan yang luar biasa sudah terbayarkan dengan kehadiran bayi mungil.


"Selamat sayang... sekarang kamu sudah menjadi ibu" Ucap Bagas dengan mata berkaca-kaca. Nayya pun sudah menangis. Kemudian Bagas mengecupi seluruh wajah Nayya tanpa henti.


"Congratulations, sir, Mom, your child has been born safely. The baby is so beautiful like her mother"


(Selamat ya pak, bu, anak kalian sudah lahir dengan selamat. Bayinya begitu cantik seperti mamanya)


Ucap Dokter saat memberikan bayi mungil kepada Nayya.


Nayya bergetar saat menyentuh untuk pertama kali bayi mungil yang kini berada atasnya tengah mencari-cari sumber kehidupannya. Untuk pertama kalinya Nayya merasakan hisapan kecil dari mulut mungil putri kecilnya. Sungguh sulit di ucapkan dengan kata-kata bagaimana kebahagiaan yang Bagas dan Nayya rasakan saat itu.


.


.


.

__ADS_1


.


Uni jadi ikutan terharu🥺


__ADS_2