Gadis Preman Kampus

Gadis Preman Kampus
Wanginya Bikin Nagih


__ADS_3

Warning!! edek-edek kecil skip dulu yahh bab ini hehehe....


------------------------------------------------------


 


Setelah selesai makan, Nayya dan mama Rara membereskan meja makan bersama. Sementara Bagas kembali ke kamar, papa ke ruang kerjanya dan Vino balik ke kamar. Hari ini memang hari libur, jadi ingin beristirahat.


"Nay, kamu istirahat aja. Pasti Capek banget kan sayang" Ucap mama Rara yang tengah mengelap meja sementara Nayya tengah mencuci piring


"Sedikit lagi ma ini, nanggung" ucap Nayya


Mama Rara tersenyum geli melihat anak mantunya yang wajahnya sudah memerah. Setelah selesai beres-beres Nayya pun pamit untuk beristirahat sementara Mama Rara menyusul papa di ruang kerjanya.


Ceklekk


Nayya masuk kedalam kamar dan melihat Bagas yang tengah membaca dokumen yang ntah dokumen apa. Nayya sengaja tak ingin menegur A' Bagas karena debaran jantungnya sudah tidak bisa tertahan sedari tadi. Hawa panas pun sudah menjalar di sekujur tubuhnya hanya dengan melihat Bagas.


Nayya mengambil ponselnya kemudian membaringkan dirinya di ranjang. Bagas baru sadar kalau Nayya sudah masuk ke kamar mereka. Ia pun segera membereskan dokumen-dokumennya dan lebih menyusul Nayya yang tengah asyik dengan gedgetnya. Bagas berbaring di samping Nayya kemudian tangan nakalnya sudah memeluk erat perut Nayya yang rata.


"Aa' jangan gitu deh! geli tauk!" Ucap Nayya yang merasakan geli sekaligus hawa panas saat Wajah Bagas menerpa lehernya, hembusan nafas panas pun semakin membuat Nayya kepanasan.


"Aa' suka bau wangi Vanilla, wanginya bikin nagih" ucap Bagas yang saat ini sudah sibuk dengan prakaryanya di leher Nayya.


"A'... Udah dong A' badan Nayya masih pegel-pegel A', masih perihhhhh..." ucap Nayya yang sudah terbata-bata. Namun tidak sejalan dengan yang diucap, tubuh Nayya berkata lain yang terus menerima sentuhan-sentuhan cinta bahkan menginginkannya lagi dan lagi.


Ntah sejak kapan keduanya sudah menanggalkan semua pakaian mereka saat ini. Nayya yang tidak bisa menolak pun akhirnya ikut terbuai kedalam api asmara yang diciptakan suaminya. Nayya benar-benar melayang ke awan, akal sehatnya pun sudah tidak berfungsi lagi, saat ini hanya ada kabut asmara yang memenuhi pikirannya. Saat mereka tengah menikmati manisnya madu,,,,,


Tok


Tok


Tok


" Kak Bagas, ini obat nyamuknya" Ucap Sibungsu didepan kamar.


Nayya langsung menahan suaminya yang sudah tak tekendali lagi. Sesaat Bagas tak bergeming, ia terus saja menggencarkan miliknya namun Nayya langsung mendorong suaminya itu hingga Bagas terpental di sampingnya


"Sial! lagi enak-enaknya, ada gangguan!"


"Buka dulu aja A' kasihan si Radit" Ucap Nayya yang langsung menarik selimut menutupi dirinya. Bagas pun memakai pakaiannya dan berjalan membuka pintu


Ceklek


"Kan bisa di tarok di depan aja. Nanti kak Bagas ambil" Ucap Bagas sewot bukannya terima kasih


"Dih! Radit kan cuma mau kasih aja! Sewot banget! lagian kenapa wajah kak Bagas kusut gitu??" Tanya Radit

__ADS_1


"Anak kecil gak usah kepo! udah sanaaaaaa balik kekamarmu" Ucap Bagas yang langsung menutup pintu.


Bagas meletakkan obat nyamuk di atas meja kemudian ia kembali ke ranjangnya namun ternyata Nayya sudah tertidur. Bagas hanya tersenyum melihat istri tercintanya yang sepertinya benar-benar lelah setelah beberapa rode mereka lakukan. Bagas membaringkan tubuhnya dan langsung ikut Nayya menyelam di lautan mimpi indah.


***


Siang itu semua keluarga tengah berkumpul di halaman belakang, Bagas menemani papanya bermain catur, sementara Radit dan Vino tengah Asyik bermain Game. Mama Rara dan Nayya tengah membuat cemilan didapur, kemudian mereka ikut bergabung di halaman belakang. Mereka pun bercengkrama hangat siang itu.


Tingggg tungggg Tingg tunggggg


(Terdengar suara bel rumah berbunyi)


Assistent rumah tangga membukakan pintu dan melihat siapa yang datang. Ternyata Lissa dan mamanya berkunjung. Mereka pun menuju halaman belakang dan bergabung bersama keluarga Adimas.


Nampak Lissa curi-curi pandang kepada Bagas namun Bagas tak meliriknya sama sekali, Bagas terus fokus pada permainan caturnya. Sementara Vino dan Radit memilih untuk pergi kekamar mereka daripada berkumpul dan mendengarkan obrolan orang dewasa.


"Jeng, ini istrinya Bagas ya??" Tanya mamanya Lisa


"Iya, kenalin namanya Kanayya" Ucap Mama Rara


Nayya pun bersalaman dengan mama Lissa dan menyapanya dengan ramah


"Benar kata lisa, istri bagas mah biasa aja ternyata!" Batin mamanya Lissa


"Andai aja yahh Bagas dan Lissa masih sama-sama sampe kuliah, mesti mereka sampe nikah hehe" ucap mamanya lisa.


Deg!


Jantung Nayya berdebar hebat kala mendengar ucapan suaminya.


"Tapikan kita dulu pernah saling anggep kalau kita pacaran" Ucap Lisa


"Itu kan hanya ucapan anak kecil dan tidak ada keterikatan" Ucap Bagas


"Dih! tapi kan kita pernah....." belum Lisa menyelesaikan ucapannya di potong oleh Bagas


"Udah lah lisa! jangan mancing keributan antara aku sama Nayya! kita itu gak ada apa-apa! Hanya teman!" sarkas Bagas


Deg!


Air mata Lisa pun menetes tanpa terasa, hatinya sakit begitu sakit. Selama ini Bagas tidak pernah berkata dengan nada keras kepadanya dan kali ini karena ia mengingatkan masa kecilnya, Bagas membentaknya.


"Kamu jahat! kamu bilang dulu mau nikah sama aku! kita juga pacaran dari kecil!" ucap Lissa sambil menangis.


Deg!


Deg!

__ADS_1


Deg!


Nayya yang hanya terdiam membeku ditempat, ucapan Lisa mengiang-ngiang di otak nayya. Rasa kecewa, marah, cemburu menjadi satu. Nayya mengeratkan tangannya dengan kuat, menahan amarah yang mulai membuncak di kepalanya. Nayya pun langsung berlari meninggalkan halaman belakang menuju kamarnya.


"Nayya" Teriak Aa' Bagas


Nayya tak bergeming mendengar panggilan dari suaminya. Ia terus saja berlari menuju kamar mereka dengan menahan tangisnya


"Lisa!! kau ini benar-benar keterlaluan!!" Hardik Bagas yang langsung menyusul Nayya ke kamar. Lissa pun langsung pergi meninggalkan rumah Keluarga Adimas tanpa permisi. Bagas dan Lisa hanya teman kecil, rumah mereka pun bertetanggaan.


Ceklek


Bagas membuka pintu dan begitu kagetnya ia melihat Nayya mengemasi pakaiannya di koper


"Sayanggg... kamu mau kemana??" ucap Bagas menghentikan tangan Nayya yang tengah memasukkan bajunya di koper


"Pulang ke Jerman! Lepasin A'!" Ucap Nayya menghempas tangan Bagas


"Sayangggggg dengerin duluu.... Aa' tuh gaknada hubungan apa-apa sama Lisa. Cuma temen dari kecil aja. Memang dia itu kelewat manja sama Aa' jadinya gitu. Aa' ngaku Aa' salah, tapi pleaseee jangan tinggalin Aa' Nay" Ucap Bagas memohon


Nayya menghela nafas kasar dan kemudian ia menatap Bagas


"Aa' pernah pacaran sama dia?!" Tanya Nayya


"Itu dulu waktu kecil belum sekolah, dan hanya permainan bersama temen-temen Aa' lainnya" Ucap Bagas


Nayya menatap Bagas dengan lekad,


"Aa' harus di hukum!" Ucap Nayya lugas


"Hukuman apa??" Tanya Bagas


Nayya tersenyum licik saat menatap lekad suaminya hingga membuat Bagas bergidik.


"Nayy.... jangan buat Aa' takut dehhhh" Ucap Bagas


"Tunggu" Ucap Nayya


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2