
Pagi itu Aa' Bagas sudah bersiap untuk ke kantor bersama papa Dimas, dan Nayya pun membantunya untuk bersiap.
"Nay bisa pasang dasi gak??" Tanya Aa' Bagas
"Bisa dong A', memang nya Nay segitu gak bisanya bantuin Aa'" Ucap Nayya
Bagas pun terkekeh melihat wajah Nayya yang cemberut.
CUP
Bagas mengecup pipi kanan Nayya dan sukses membuat Nayya merona
"Dih mesum! kan Aa' masih dihukum!" Ucap Nayya
"Udahh deh yank hukumannya" ucap Bagas yang langsung memeluk pinggang Nayya
"Hmmm iya dehh... Oh iya, Aa' jam berapa pulang nanti?" Tanya Nayya
"Emm jam 3 kayaknya, kenapa sayang?? kangen ya??" Goda Bagas
"Nayy dirumah sendiri dong, tadi mama bilang mau arisan. Nay gak mau ikut karena Nay kan gak ngerti apa-apa A' disini, nanti malah buat malu mama" Ucap Nayya
"Hmm kamu berani kan dirumah?? kalau gak berani biar Aa' yang nemenin kamu. Aa' gak jadi aja ke kantor" Ucap Bagas
"Berani lah... ini kan masih pagi. Kalau malem iyaa" Ucap Nayya
"Ya udah kalau gitu, kalau urusan Aa' udah selesai pasti Aa' segera pulang. Gak bisa tau jauhan lama gitu sama Nay, bawaannya rindu" Ucap Bagas
"Gombal!!!" Ucap Nayya yang kemudian memeluk erat Suaminya.
Tak lama kemudian Aa'Bagas dan papa sudah berangkat ke kantor. Sementara mama bersiap untuk arisan bersama ibu-ibu rekan bisnis papa. Saat Nayya akan naik tangga menuju kamarnya, Nayya bertemu dengan Vino,
__ADS_1
"Gak sekolah Vin?" Tanya Nayya
"Enggak kak, kan ini lagi ujian adik kelas Vino jadi yang kelas 12 libur. Oh iya mau ikut Vino ke toko buku gak kak??" Tanya Vino
"Emmm boleh, lagian aku dirumah nanti juga sendiri. Kak Nay ambil tas dulu yah" Ucap Nayya
"Oke. Vino tunggu didepan ya" Ucap Vino
Nayya pun bergegas ke kamar untuk mengambil tasnya, namun sepertinya Nayya lupa mengambil ponselnya yang masih di cas. Nayya pun segera turun dari kamarnya dan pamit kepada mama Rara untuk pergi ke toko buku bersama Vino. Keduanya kini pergi bersama di antar oleh pak Sam. Saat keduanya naik kedalam mobil, nampak Lisa melihat mereka dari jendela kamarnya. Lisa pun segera mengikuti kepergian Vino dan Nayya.
**
Nayya dan Vino baru sampai di toko buku, Kemudian pak Sam pun kembali kerumah untuk mengantar mama Rara arisan. Nayya dan Vino pun masuk ketoko buku.
" Kak, vino ke rak sana ya. Kak Nay jangan jauh-jauh ya. Kalau ada apa-apa cepet hubungi Vino" Ucap Vino
"Iya iya. Memangnya Kak Nay anak kecil apa!" Ucap Nayya melenggang pergi menuju rak buku lain. Saat Nayya tengah melihat- lihat buku, dari kaca terlihat seorang anak laki-laki yang berpakaian lusuh dan juga tengah menenteng karung sembari mengaduk-aduk kotak sampah. Timbul rasa iba di hati Nayya melihat anak itu. Nayya pun kemudian berjalan keluar menghampiri anak itu.
Anak itu nampak ketakutan, ia pun berjalan mundur dan Nayya pun terus mendekat, tempat itu terbilang masih sepi karena dipagi hari, belum banyak pengunjung yang datang.
"Heyy jangan takut. Aku bukan orang jahat" ucap Nayya
Saat Nayya sudah mengikuti anak itu sampai di pinggir jalan, ntah dari mana datanganya seorang pria yang langsung membius Nayya dari belakang dan membuat Nayya pingsan seketika. Pria itu pun langsung membawa Nayya masuk kedalam mobil hitam dan membawanya pergi, sementara anak kecil tadi pun berlari ketakutan.
***
Vino yang baru selesai membayar buku di kasir, kemudian Vino mencari Nayya di setiap lorong rak buku namun tidak menemukan kakak iparnya. Vino begitu gusar dan khawatir, ia takut kakak iparnya hilang, apalagi Nayya tidak tau sama sekali daerah itu. Vino menghampiri satpam yang berjaga disana
"Permisi pak, apa bapak tadi lihat seorang cewek separo bule keluar dari toko buku ini pak??" Tanya Vino was was
"Enggak dek, saya baru aja balik dari toilet belakang. Memangnya ada apa dek??" Ucap Pak satpam
__ADS_1
"Kakak Ipar saya hilang pak!" ucap Vino
"Coba kita ke dalem dek, kita lihat rekaman CCTV di toko kan ada" ucap pak satpam
"Ayo pak! nanti saya bisa di amuk sama papa dan mama saya!" Ucap Vino
Vino dan pak satpam pun berlari menuju kasir, disana ada layar monitor yang tersambung dengan CCTV. Mereka pun melihat Nayya di bawa pergi oleh seorang pria yang tidak jelas siapa, karena pria itu menggunakan topi menutupi wajahnya. Dengan tubuh gemetar dan ketakutan, Vino memberanikan diri untuk menelfon Bagas.
Tuuuuuttttttt Tuuutttttttttttttt
Bagas meraih ponselnya dan mengangkat telfon dari Vino.
"Hallo Vin, Assalamualaikum" Ucap Bagas
"Wa'alaikumsalam kak. Emm kak Bagas,,,, kak Nayya hilang kak! Kak Nayya ikut Vino ke toko buku, terus sekarang Kak Nayya diculik kak" ucap Vino ketakutan
Rasanya seperti di sambar petir, hati bagas membeku, amarahnya pun langsung membuncak
"Kau dimana sekarang?!" Ucap Bagas menahan amarahnya
"Di toko buku Berkah kak" Jawab Vino
"Jangan kemana-mana sampai aku kesana!" Ucap Bagas.
Dengan cepat Bagas langsung pergi ke toko buku dimana Vino saat ini berada. Pikiran Bagas begitu kacau, ia khawatir terjadi sesuatu yang buruk kepada Nayya. Bagas pun menelfon papanya yang berada diluar soal Nayya yang diculik, tanpa menunggu lama papa adimas mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Nayya.
.
.
.
__ADS_1