
Kenzo, Adimas dan Rara baru sampai di rumah sakit. Dengan Cepat mereka langsung menuju ruang inap Bagas. Suasana rumah sakit tak seramai saat siang tadi, karena jam sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Mereka sudah sampai di ruangan Bagas dan langsung membuka Pintu
Ceklekkkk
Rara melihat Bagas yang terbaring di ranjang pasien dan di sampingnya ada seorang gadis yang tertidur di kursi.
"Rara" ucap Kirana yang terbangun mendengar pintu terbuka
"Mbak Kia,,," RarĂ langsung memeluk Kirana.
Kevin, Katte dan Kinzi pun ikut bangun saat mendengar suara orang yang sedang bercakap. Kirana menjelaskan apa yang terjadi dengan Bagas. Rara dan Adimas pun kaget ketika mendengar penuturan Kirana, bagaimana bisa Bagas tak melawan sedangkan dia itu mendapat juara nasional karate saat di SMA. Adimas pun mendengus kesal, ingin sekali ia membangunkan Bagas dan menghajarnya namun di tahan oleh istrinya.
"Pasti Bagas punya alasan sendiri kenapa melakukan ini mas. Bukan kah tak masalah mengorbankan sedikit diri kita untuk mendapatkan cinta? Aku tau Bagas itu anak yang kuat mas. Percayalah" Ucap Rara menasihati Adimas yang hampir membangunkan Bagas. Mereka pun melihat Bagas yang masih tidur dengan menyentuh kepala Nayya yang tertidur di tepi ranjangnya.
***
Nayya terbangun saat mama kirana membangunkannya untuk sholat Subuh. Kemudian Nayya mengambil wudhu dan sholat diruangan itu. Sementara yang pergi menunaikan sholat berjamaah di salah satu ruangan kosong dirumah sakit. Bagas pun bangun saat mendengar Nayya murojaah disampingnya.
"Kak Bagas udah bangun? Mau sholat?"Tanya Nayya.
"Iya, Tayyamum aja Nay" jawab Bagas.
Dibantu Nayya, Bagas melakukan Tayyamum dan kemudian sholat dalam keadaan berbaring. Tak lama kemudian, datanglah keluarga mereka yang baru selesai menunaikan ibadah sholat subuh bersama.
Ceklekkkk
Bagas dan Nayya menoleh ke arah pintu saat mereka mendengar akan pintu terbukan.
Deg!
__ADS_1
Deg!
Deg!
Suara jantung Nayya berpacu cepat saat ia melihat seorang pria yang seumuran dengan papanya kemudian disampingnya ada seorang wanita cantik yang hampir seumuran dengan mamanya tengah memandangi Nayya dan Bagas. Nayya begitu gugup melihat keduanya. Semua keluarga masuk kedalam ruangan dan Kenzo menutup pintu. Ruangan VIP yang di tempati Bagas cukup besar, hingga mereka pun bisa masuk semuanya. Tubuh Nayya bergetar seketika melihat sorot mata wanita itu dan parahnya lagi wanita itu mendekati Nayya dan membuat Nayya seolah tak bisa bicara.
"Ini Kanayya ya??" Tanya Mama Rara.
"I..iya tante s..saya Kanayya" ucap Nayya yang tiba-tiba jadi gagap. Bagas yang melihat Expressi ketakutan Nayya pun ingin sekali tertawa.
"Ternyata memang cantik yahhh. Saya Rara mamanya Bagas" ucap Rara begitu ramah, dan ia pun langsung memeluk tubuh Rara yang tambah bergetar.
"T..tante, dan Om.. Saya minta maaf,, karena saya Kak Bagas jadi seperti ini" Ucap Nayya dengan menunduk dan mengakui kesalahannya.
"Sudahlah... ini kan sudah terjadi. Yang terpenting bagas udah sadar dan tinggal pemulihan kan. Dan saya seneng bisa bertemu dengan kamu. Dulu waktu kami ke Jerman pertama kali mengantar Bagas yang akan kuliah disini kan kita belum sempat ketemu langsung yaaa seinget mama. Nayya kan nginep dirumah Oma Nayya" ucap Rara menggoda Nayya
Nayya pun tersenyum tak enak, ternyata mama Bagas tidak seburuk yang ia fikirkan selama seharian kemarin. Mereka juga tak marah ataupun menghajar Nayya. Dan satu hal yang terlupa, tadi Mamanya Bagas menyebut dirinya Mama kepad Nayya.
Deg!
Deg!
Deg!
Jantung Nayya seolah ingin copot mendengar ucapan papa Bagas yang tiba-tiba mengagetkan semua orang termasuk Bagas.
"Pa, maksud papa apa pa??". Tanya Bagas
"Masss... jangan begitulah. Yang penting kan anak kita udah gak papa mas. Tinggal pemulihan aja" ucap Rara.
__ADS_1
"Saya gak mau melepas Nayya dari tanggung jawabnya!"Ucap Adimas.
"Nayya siap bertanggung jawab atas kesalahan Nayya Om. Apapun itu" ucap Nayya lirih dan takut-takut. Air mata Nayya pun menetes dii pipinya
"Kamu harus jadi mantu saya!" ucap Adimas
"Apaaaaaa?????!" Nayya begitu kaget dengan apa yang didengarnya.
Bukan hanya Nayya, tapi yang lainnya pun ikutan kaget dengan apa yang mereka dengar. Nayya langsung pingsan ditempat, untung saja ada Kevin yang langsung menangkap Nayya saat itu. Kevin segera membaringkan Nayya di sofa.
"MAASSSSSS" Rara langsung memanggil Adimas dan mencubit perutnya.
"Awww sakit sayanggg. Lepasiinn dong Ay" ucap Adimas manja
"Gak mau! bisa-bisanya ya mas nakutin calon anak mantu! gak anak gak bapak sama aja! bener-bener gak bisa dapetin hati Nayya dengan bener!" Ucap Rara dengan begitu kesal terhadap suaminya.
"Iya-iyaa maaf" Ucap Adimas tulus.
Semua orang pun tersenyum geli melihat papa Adimas dan Mama Rara seperti itu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Author Prov#
Tanggung jawab macam apa ini!. Bagas hanya luka sedikit tapi Nayya harus menikahinya. Duh duh duh papa Adimas hukumannya sungguh bikin kepala uni cenat cenut. Harusnya bukan di BAB ini dong ngomongin ituuuu papa sayanggggg. Dih! gak sabar banget punya mantu!.