Gadis Preman Kampus

Gadis Preman Kampus
Saya Sudah Menikah


__ADS_3

Pagi itu setelah sholat subuh berjamaah di masjid, ibu Ranti tengah bersiap untuk jualan sarapan pagi. Pak Joni pun membantu istrinya membawakan barang-barang ke depan pelataran masjid ada tanah kosong milik tetangga. Nayya pun ikut membantu ibu Ranti untuk bersiap jualan sarapan pagi meskipun ibu Ranti melarangnya karena merasa tidak enak.


Jalanan semakin terlihat jelas, beberapa warga sudah mengantri untuk membeli sarapan pagi ibu Ranti, ada yang memesan bubur ayam, ada yang memesan nasi uduk, ada yang gorengan dan ada juga yang makan di tempat. Pagi itu bagi ibu Ranti suasana terlihat berbeda, karena sebagian pelanggannya itu lirik-lirik neng bule yang ikut melayani peelanggan yang makan di tempat.


"Neng, boleh minta foto gak??" Hehe ucap salah seorang ibu-ibu


"Emm boleh bu" Ucap Nayya


Ibu itu pun berfoto bersama Nayya, dan karena 1 di perbolehkan maka banyak yang mengantri untuk berfoto bersama Nayya. Keadaan pagi itu begitu ramai di lapak sarapan pagi Ibu ranti.


Sebuah mobil silver melintas di jalan itu dengan begitu pelan, pemiliknya pun membuka kaca mobil


"Pagi dok" Sapa pak Joni sembari mengantarkan pesenan pelanggannya di meja


"Pagi pak" Jawab dokter tampan itu


Si dokter pun langsung mengerem dadakan saat pandangannya tertuju pada seorang wanita dengan parasnya kebule-bulean yang begitu cantik tengah berfoto dengan ibu-ibu di tempat itu. Begitu penasarannya Dokter muda itu pun langsung memarkirkan mobilnya tak jauh dari lapak ibu Ranti. Kemudian ia keluar dari mobil dan berjalan menuju lapak


"Mau pesen apa dok" Ucap pak Joni


"Bubur ayamnya seporsi ya pak" Ucap dokter yang langsung duduk di meja. Sesaat ia menatap ke arah Nayya yang masih dengan senyum manisnya melayani orang-orang yang mau berfoto dengannya.


"Tunggu sebentar ya dok" ucap pak Joni yang kemudian ia langsung memesankan kepada istrinya.


Nayya nampak lelah berdiri dan berfoto bersama para fans dadakannya itu, akhirnya ia pun meminta izin untuk beristirahat dan tidak menerima foto dulu. Fans dadakannya pun mau mengerti dan memberi ruang untuk Nayya beristirahat.

__ADS_1


"Ini dok buburnya" ucap pak Joni


"Terima kasih pak. Oh iya, itu siapa ya pak?? kok saya lihat banyak warga sini minta foto gitu??" Ucap dokter


"Ohh namanya neng Nayya dok, mungkin karena wajahnya kayak bule gitu jadi banyak yang minta foto" ucap pak Joni


"Saudara pak Joni ya??" Ucap Dokter


"Bukan dok, itu kemaren malem dia sholat di masjid sini, terus katanya dia habis kabur dari penculikan, dokter mau kenalan yah sama si eneng?? heheh" ucap pak Joni yang bisa menebak dari wajah dokter ganteng itu


"Eh enggak pak, cuma penasaran aja tadi ada apa rame-rame" Ucapnya dengan rasa tak enak.


Pak Joni pun mendekat kearah Nayya dan mengatakan kalau ada yang mau kenalan, Nayya sempat mengerutkan keningnya, namun dia tidak bisa menolak ucapan pak Joni yang sudah begitu baik mau menolongnya. Nayya pun ikut pak Joni menuju dokter muda itu


Deg!


"Aku kok jadi deg-degan gini sihh!!" Batinnya.


"Nah ini neng Nayya, dokter ganteng mau kenalan hehe" Ucap pak Joni


"Sebenernya gak gitu maksudnya hehe cuma...." Belum selesai dokter itu bicara, Nayya sudah angkat bicara


"Aku Nayya" Ucap nya singkat


"Dion" Ucap dokter ganteng itu yang langsung mendadak kaku mendengar suara Nayya.

__ADS_1


"Sudah yah pak, Nayya mau bantu ibu beres-beres" Ucap Nayya dengan ramah kemudian ia meninggalkan Pak Joni dan dokter Dion.


Karena merasa tidak enak berlama-lama disana, dokter Dion pun pamit untuk pergi kerumah sakit. Sepanjang perjalanan rasanya dokter Dion terus saja tersenyum, ntah kenapa seperti itu, dia pun juga tidak tau. Bisa tau namanya saja sudah membuat hati dokter Dion berbunga-bunga, apalagi bisa menjadikan Nayya istrinya (pikiran dokter Dion)


Sementara itu Nayya ikut memberesi wadah-wadah jualan ibu Ratih yang sudah kosong.


"Neng, kayaknya dokter ganteng naksir eneng. Dia itu dokter muda neng, orangnya ramahh banget meskipun orang kaya tapi gak sombong. Itu rumahnya gedong besar cat putih" Ucap ibu ratih dengan tersenyum


" Hehe saya gak tertarik buk sepertinya" Ucap Nayya


"Kenapa neng?? kurang ganteng ya?? apa gimana??" Ucap ibu Ratih


"Saya sudah menikah bu, dan suami saya pasti saat ini sedang bingung mencari saya" Ucap Nayya


"Ohhh sudah menikah. Ibu kira belum neng, habisnya gak pake cincin, terus masih muda bangettt jadi gak kelihatan hehe" Ucap ibu Ratih tidak enak


"Sebenernya saya pake bu cincinya, mungkin saat saya pingsan waktu itu, cincin saya di rampas sama mereka" Ucap Nayya


"Mudah-mudahan Keluarga eneng segera kesinii ya neng. Pasti mereka sangat khawatir" ucap Ibu Ratih yang langsung menangis. Padahal Nayya yang bersedih, ini malah ibu Ratih yang menangis.


Setelah selesai membereskan perlengkapan jualan mereka, Nayya pun pergi ke masjid untuk sholat dhuha. Nayya mengadu kepada sang pecipta bahwa ia begitu rindu dengan semua keluarganya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2