
Bagas dan anak buahnya masih menyusuri jalan dan sesekali bertanya kepada orang yang ada di pinggir jalan namun tak ada yang melihat wanita yang ia cari. Rasanya begitu frustasi yang dirasakan Bagas saat ini. Hatinya tidak tenang sama sekali
"Nayya.... dimana kamu sayang?" batin Bagas meratapi.
Terdengar suara adzan isya' lalu Bagas menyuruh anak buahnya untuk berhenti di masjid pinggir jalan. Mereka pun sholat Isya' berjamaah di masjid. Sementara itu Nayya, ibu Ratih dan anak- anak masuk ke barisan wanita untuk ikut Sholat berjamaah.
Tak lama Sholat pun selesai, Nayya berkemas dan akan kembali ke rumah bersama Ibu Ranti dan anak-anaknya.
Bagas masih terduduk di atas sajadahnya, mengucap Dzikir dan berdoa memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa agar dipertemukan dengan istri tercintanya.
Pak Joni tengah membereskan sajadah-sajadah yang tidak tersusun rapi, ia melihat seorang pemuda yang sepertinya sangat khusyuk berdoa. Kemudian begitu kaget pak Joni saat melihat banyak pria bertubuh besar yang berdiri dan berjejer di luar masjid. Pak Joni pun bergegas keluar dari masjid dan kembali kerumahnya.
Tok
Tok
Tok
"Buuuu... ibuu buka bu... ini bapak" ucap pak Joni
Pak Joni mengetuk pintu dengan tergesa-gesa membuat seisi rumah kaget. Dengan cepat ibu Ranti membuka pintu rumah saat mendengar suara suaminya memanggil.
Ceklek
"Assalamualaikum" Ucap pak Joni ketakutan
"Wa'alaikumsalam, ada apa pak?? kok ketakutan gitu??" Ucap Ibu Ranti
__ADS_1
"I..itu di luar masjid ada banyak pria bertubuh besar bu. Ngeri bapak, apa jangan-jangan ada hubungannya sama Neng Nayya ya bu?? apa mereka mau menangkap neng Nayya??" ucap pak Joni
"Siapa pak??" tanya Nayya
"Itu di luar masjid banyak orang gede-gede badannya neng. Pake baju hitam-hitam gitu" ucap pak Joni
Nayya terdiam sejenak,,,,
"Coba kita lihat pak" Ucap Nayya
"Jangan neng, bahaya. Saya takut kalau dia mau culik neng Lagi" ucap pak Joni yang di angguki ibu Ranti
"Tapi saya penasaran pak,,, kalau pun mereka orang suruhan penculik itu, kita bisa melihatnya dari kejauhan saja pak" Ucap Nayya.
"Baiklah kalau begitu, kita lihat dari samping aja neng" ucap pak Joni. Kemudian Pak Joni, ibu Ranti dan Nayya pun berjalan perlahan melangkah ke masjid kembali. Disana mereka tidak menemukan pria yang berdoa dengan Khusuk, tapi mereka melihat rombongan pria-pria itu akan masuk kedalam mobil.
Sepertinya Nayya melihat punggung seorang pria yang begitu tidak asing baginya. Pria itu nampak berbeda diantara yang lain. Meskipun hanya menggunakan kaos oblong dengan celana sedikit cingkrang dengan postur tubuhnya yang tinggi, rambut hitam dengan kulitnya yang kuning langsat mengingatkan Nayya kepada sosok suaminya.
Nayya baru tersadar jika yang ia lihat itu begitu mirip dengan sosok suaminya. Iyaaa suaminya yang ia rindukan, suami yang dinantinya berhari-hari.
"A' Bagas" ucap Nayya lirih
Nayya pun beranjak akan menemui Bagas namun mobil mereka sudah bergerak meninggalkan masjid.
"Aaaaaaaaaa' Bagassssssss Aa' Nayya ada disiniiiii" Nayya berlarian mengejar mobil Bagas namun tak berhenti. Sesekali Nayya terjatuh namun ia terus memanggil-manggil Bagas dengan sekuat tenaganya. Tak lama terdengar suara motor butut berhenti di dekat Nayya
"Neng ayo naik, kita kejar suami eneng" Ucap pak Joni.
__ADS_1
Nayya mengangguk kemudian ia pun naik ke motor pak Joni.
Treekk kteeekkkk teeekkkkk terdengar begitu bising motor tua pak Joni mengisi jalanan yang juga sudah bising dengan kendaraan lain yang lalu lalang. Motor pak Joni tidak sepadan dengan mobil para anak buah Bagas yang berjalan beriringan. Sesekali pak Joni melambaikan tangannya seperti memanggil mobil didepannya.
Tuuuuutttttt
"Ada apa?!" Ucap Bagas dari sambungan telfon
"Boss, di belakang mobil kami ada seorang bapak-bapak dengan motor bututnya mengejar kita dari tadi. Apa kami perlu membereskan boss??" Ucap anak buah Bagas di mobil barisan belakang.
"Kita berhenti sebentar" Ucap Bagas
Bagas pun mengintruksikan 4 mobil yang menggiringinya untuk berhenti sebentar. Melihat mobil berhenti, pak Joni pun menyalip sampai ke mobil terdepan. Bagas sekejap melihat wanita yang di bonceng pria tua itu seperti Nayya. Dengan Cepat Bagas turun dari mobilnya. Begitu juga Nayya, begitu motor pak Joni berhenti, ia segera turun dari motor itu.
"Kanayya" Ucap Bagas begitu keras saat melihat wanita yang ada didepannya ternyata benar adalah istri yang dicarinya.
"A' Bagas" Jawab Nayya dengan menahan isak tangisnya.
Bagas langsung berlari dan memeluk Nayya begitu eratnya.
"Nayya.... benar kan ini Nayyaku??" Ucap Bagas yang masih meyakinkan hatinya agar tidak salah. Sementara Nayya tidak menjawab dengan suara, ia hanya bisa menangis dan mengangguk didekapan suaminya. Tak henti-hentinya Bagas dan Nayya mengucap Syukur kepada Allah karena mempertenukan mereka kembali🥺
.
.
.
__ADS_1
.
.