
Bagas mengambil ponsel bos preman itu kemudian membuka ponselnya. Dilihatnya panggilan terakhir yang di lakukan oleh preman itu, kemudian Bagas pun menelfon nomer itu...
Tuuuutttttt Tuuuttttttttttt
"Hallo! ada apa lagi?! apa kalian sudah menemukan dia?!" Ucap wanita didalam telfon.
Bagas langsung mengeras rahangnya saat mendengar suara wanita itu. Bagas begitu kenal suara siapa itu. Kemudian Bagas mematikan ponsel itu, dengan cepat Bagas pergi keluar rumah dan menuju ke rumahnya Lissa.
Tinggg Tungggg
Bagas begitu gusar didepan pintu menunggu pintu itu di buka
Ceklek
"Bagas, ayoo masuk" Sapa Lissa dengan hati gembira karena Bagas mau main kerumah Lissa setelah sekian lama. Bagas pun masuk kedalam rumah Lissa.
"Mau minum apa??" tanya Lisa ramah
"Gak usah. Aku kesini cuma mau ketemu kamu dan apa sebenarnya mau mu lisa?!" Ucap Bagas
"Jelas aku mau kita bersama" ucap Lissa
"Sudah aku bilang berapa kali! aku gak pernah cinta sama kamu! dan sekarang kamu sudah jadi wanita yang paling aku benci! berani-beraninya kamu merencanakan penculikan Nayya istriku!!" Sarkas Bagas
Lissa pun terkaget mendengar ucapan Bagas, darimana ia tahu kalau Lisa yang merencanakan penculikan itu?
__ADS_1
"Kamu jangan asal nuduh ya! aku memang cinta sama kamu tapi aku gak ada hubungannya sama hilangnya istrimu!" ucap Lissa
"Ohh kamu mau mengelak?! Aku punya buktinya!" ucap Bagas lalu mengeluarkan ponsel jadul penculik itu dan menekan nomer lissa.
Tuuuttttt Tuuttttttt
Lissa melihat kelayar ponselnya dan dilihat panggilan dari preman yang menculik Nayya. Kemudian Bagas mematikan telfonnya lalu mengulang menelfonnya. Bagas pun berulang-ulang melakukannya dan membuat Lissa begitu ketakutan.
"Bagaimana sekarang?! apa kau masih tidak mau mengaku?!" Ucap Bagas
Lissa terdiam membisu tak bisa menjawab apapun. Tubuhnya bergetar hebat karena ketakutan
"A..akuu t..tiidak bermaksud untuk menyakiti Nayya. A..aku hanya ingin memberi peringatan sama dia yang sudah merebutmu dariku" Ucap Lissa
"Cih!! siapa yang merebutku darimu hah?! Aku katakan sekali lagi, AKU GAK PERNAH CINTA SAMA KAMU! dan sampai Nayya gak ketemu dan kenapa-napa seumur hidup aku bakal buat kamu menderita!! Camkan itu Lissa!!!" Sarkas Bagas yang langsung keluar dari rumah Lissa.
Bagas dan anak buahnya kembali mencari keberadaan Nayya dari titik gudang tempatnya disekap waktu itu. Bagas berharap ia segera dapat menemukan Nayya.
**
Malam itu,, Nayya pergi ke masjid untuk sholat maghrib bersama ibu Ranti dan kedua anaknya.Tak lama setelah selesai sholat, mereka pun akan kembali ke rumah Ibu Ratih namun tertahan oleh Dokter Dion dan pak Joni yang sudah di teras rumah mereka sambil ngobol
"Malam Nay" sapa Dion
"Malam" Jawab Nayya singkat
__ADS_1
"Maaf ya dokter, gak bisa ngajakin masuk karena tempatnya sumpek dan sempit hehe" Ucap ibu Ranti
"Gak papa bu disini aja" Ucap Dion ramah
"Ayo bu kita masuk" ucap Nayya mengajak masuk ibu Ranti
"Nay boleh ngobrol sebentar?" Ucap Dion
"Maaf dok bukannya gak mau ngobrol, saya hanya ingin mejaga diri saya dari fitnah. Karena saya sudah bersuami. Sekali lagi saya minta maaf" Ucap Nayya dengan ramah
Deg!
"Sudah menikah?!" batin Dion
Rasanya baru tadi pagi dia merasakan hatinya berbunga-bunga, tapi hanya sesaat karena kini hatinya langsung patah berkeping-keping mendengar calon gebetannya ternyata istri orang. Dion pun menetralkan perasaannya yang sakit
"Baiklah kalau begitu, maaf aku gak maksud apa-apa sebenarnya. Aku hanya ingin kenal saja, tapi karena Nayya sudah menjelaskan di awal maka saya tidak masalah" ucap Dion
Nayya tersenyum datar kemudian ia masuk kedalam rumah bersama ibu Ratih. Lalu Dion pun pamit pulang kepada Pak Joni.
.
.
.
__ADS_1
.