
Bagas mengambilkan lontong yang cukup banyak di piring Nayya kemudian di tambahkan sayurnya, dan telor rebus, sampai piring nayya benar-benar penuh
"A' ini kebanyakan. Nay gak akan habis semua ini" Ucap Nayya kesal
"Biar tenaganya cepet balik lagi yank. Kamu kan udah lelah banget tadi" Ucap Bagas
" A' ini mah 3x porsi Nayya makan. Gak habis nanti malah mubazir a' Bagas" Ucap Nayya lagi
"Hmm ya udah kita makan sepiring berdua aja. Sini Aa' Suapi" Ucap Bagas
"Maluu... ada papa mama dan adik-adik" bisik Nayya dan kemudian Nayya mengambil sendok sendiri.
Saat tengah menikmati makanan mereka, tetiba sibungsu bertanya kepada Bagas
"Kak Bagas, itu kenapa leher kakak biru-kemerahan gitu??" Tanya sibungsu yang sukses membuat semua orang menoleh kearah Bagas.
Bagas pun menggaruk lehernya yang tak gatal, ia bingung mau menjelaskan apa dengan adiknya yang masih SMP itu. Sementara Nayya sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi
"Emm itu dek di kamar kakak banyak nyamuknya. Mungkin karena lama gak di tidurin kali yahh jadi banyak nyamuk" Ucap Bagas asal
"Ohh gitu... ya udah nanti aku beliin obat nyamuk di mini market depan kak" Ucap sibungsu
"Makasih" Ucap Bagas yang mengacak-acak rambut adiknya. Kemudian sibungsu pun melanjutkan makan nya sembari bercerita dengan papa dan mama, sementara Bagas mengusap usap paha nayya untuk menjahilinya dibawah meja. Nayya pun mengibaskan tangan Bagas yang tidak bisa diam sama sekali sembari mereka berdua menghabiskan sepiring lontong sayur.
"Pa,,, kok dileher papa juga sama kayak punya kak Bagas?? memangnya di kamar papa sama banyak nyamuk juga??" Ucap Sibungau bingung
"Hah?? mana??" Ucap Papa yang langsung menarik kerah bajunya sedikit keatas
"Ituuu paa adaaaaaa kelihatan sedikit" Ucap bungsu yang matanya begitu jeli
Papa menoleh kearah mama yang sudah memerah wajahnya, padahal semalem sudah diperingatkan oleh papa untuk tidak membuat disana namun kelepasan.
"Ehmm... mungkin dikamar papa juga banyak nyamuk dek! nyamuknya paling seneng kalau dikamar ada 2 orang yang berbeda jenis!!!!" Ucap Vino
"Ohh gituu... ya udah bungsu belikan obat nyamuk yah biar di kamar papa dan kak Bagas bebas dari nyamuk. Emm beli yang elektrik aja dehh biar gak sesek nafas" Ucap Bungsu yang langsung beranjak meninggalkan meja makan. Bungsu pun pamit untuk ke minimarket depan membeli obat nyamuk.
"Makasih ya Vin hehee udah bantuin jawab. Eh bentar deh! kamu tau dari mana soal kayak gini?!" ucap Bagas langsung menyelidik. Papa dan mama pun juga menatap tajam kepada Vino.
"Ehmm... biasa aja kali lihatnya. Emm temen- temen Vino di sekolah sering kok bahas itu. Tenang.... Vino gak macem-macem kok hehe" ucap Vino sedikit bergidik, apalagi melihat tatapan mamanya yang begitu tajam.
__ADS_1
"Awas ya kalau kamu sampe macem-macem!! mungkin kamu bisa bohong sama papa dan mama, tapi ada Allah yang maha melihat segalanya!" Ucap mama tegas
"Siapppp ma! Vino gak akan pernah lupa ucapan mama!" ucap Vino memberi hormat kepada mama .
Bagas dan juga Nayya ingin sekali menyemburkan tawa melihat ketakutan Vino terhadap mama Rara.
Memang Mama Rara begitu tegas dengan anak-anaknya jika menyangkut masalah yang yang gak bener. Bahkan mama dan papa Bagas tidak memperbolehkan mereka berpacaran, apalagi menyakiti hati wanita. Terbukti dari Bagas terhadap Nayya, sebenarnya Bagas sudah lama memendam rasa kepada Nayya, lebih dalam lagi saat Bagas pertama kali bertemu dengan Nayya pertama kali.
*Flashback On*
_Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama_
Pagi itu, tepat di hari minggu.......
Nayya baru sampai dirumahnya setelah hampir seminggu Nayya menginap dirumah omanya. Nayya memutuskan untuk menginap karena papa bilang, pria yang dijodohkannya sejak kecil akan datang ke rumah mereka bersama keluarganya.
Tingg tunggg
(Nayya menekan bel rumah)
Saat Nayya membuka pintu rumah ternyata tidak dikunci, sementara Bagas yang akan beranjak dari ruang tamu dan mau ke ruang makan terhenti saat mendengar bel rumah. Bagas pun hendak membuka pintu rumah eh ternyata tidak di kunci
"Awwww" Terdengar dari dalam rumah suara orang yang kejeduk saat Nayya mendorong pintu lumayan kuat
Nayya dan juga Bagas terbengong sesaat ketika pandangan mereka bertemu saat itu...
"Cantikk... benar-benar cantik" Ucap Bagas didalam hatinya saat melihat gadis cantik yang masih berusia sekitar 17th itu didepannya.
"Aduuhhh sakittt" ucap Bagas pura-pura sakit kepala lagi.
Nayya pun mengeryitkan dahinya,
"Dihh,, salah siapa berdiri dibelakang pintu!" ucap Nayya jutek yang langsung berlalu meninggalkan Bagas.
"Gilaaa....! menarikk banget sih kamu Nay!" batin Bagas yang balik mengekori Nayya menuju ruang makan.
"Pagi pa, ma, kak..." Ucap Nayya
"Pagiii" Ucap semuanya menjawab
__ADS_1
"Pa, ni orang siapa sih pa?? bikin kaget aja berdiri di belakang pintu, kejeduk deh kepalanya" Ucap Nayya yang kemudian duduk dan mengambil segelas susu kemudian ia berdoa, lalu meminumnya
"Ya itu Kak Bagas calon suami kamu" Ucap mama enteng
Nayya menoleh kearah Bagas yang duduk di sampingnya lalu
Byuuuurrrrrrr
Nayya menyemburkan susu dimulutnya yang belum sempat ia telan ke wajah Bagas yang matanya sudah terpejam rapat.
"NAYYA!!!" Ucap mama dan papa barengan
Braaakkkkkkkkk
"Nayya gak mau nikah! TITIK!" ucap Nayya langsung pergi setelah meletakkan gelasnya di atas meja dengan kasar.
Kevin pun mengambilkan tisu dan memberikannya kepada Bagas.
"Maafin Nayya yah, anaknya emang sedikit bar-bar, tapi aselinya anaknya baik kok. Mending kamu mandi lagi deh" Ucap Kevin
"Iya" ucap Bagas
"Maafin anak mama yah nak Bagas" Ucap mama kirana tak enak hati karena kelakuan Nayya
"Gak papa ma.. Bagas ke kamar mandi dulu ya semua" Ucap Bagas yang langsung ke kamar tamu untuk mandi yang kedua kali. Sampainya di kamar mandi, Bagas pun bercermin dan menatap dirinya dengan tajam
"Aku akan membuatmu jatuh cinta, Kanayya Maheswara!!" Ucap Bagas monolog dengan memegang dadanya yang sudah bergrmuruh sedari tadi saat pertama kali melihat Kanayya secara langsung.
Sejak saat itu, Bagas terus mendekati Nayya. Namun Bagas lebih memilih mendekatinya dengan membuat Nayya terus-terusan kesal kepadanya. Membuat setiap pertemuan mereka hanya diisi dengan pertengkaran kecil dan Kevin selalu menjadi penengannya.
.
.
Cintaku sudah berlabuh saat pertama kali melihatnya
_Bagas_
*Flashback Off*
__ADS_1