
Hari semakin sore lalu mereka pulang ke rumah masing-masing. Evan sangat kelelahan, setelah Evan mandi lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang, Tante Fany berjalan menghampiri Evan dan duduk di sebelahnya.
Tante Fany lalu memijat kaki Evan, karena Evan merasa kakinya kaku dan berat.
Setelah Tante Fany memijat kakinya, Evan merasakan kakinya terasa enteng dan nyaman, cukup lama Tante Fany memijat tubuhnya Evan akhirnya kelelahan dan berbaring di sampingnya Evan sambil merangkul pinggang milik Evan.
"Capek Van, kamu sekarang pijitin Tante dong?" Tante Fany mengelus rambut hitam milik Evan
"Mana yang mau di pijit, depan apa belakang" balas Evan sambil tersenyum menggoda Tante Fany
"Semuanya terserah kamu, mau yang mana dulu" Tante Fany pasrah mau diapakan oleh Evan.
"Yang mana dulu yah? Di dada aja deh?" Evan tersenyum dan membuka baju milik Tante Fany.
__ADS_1
"Pintar kamu Van" Tante Fany langsung menyambut bibir Evan dengan menempelkan gunung kembar yang bersih tanpa di tumbuhi pepohonan maupun bebatuan.
Evan menjulurkannya menelusuri setiap sudut dari gunung kembar tersebut sambil tangannya bermain di pucuk gunung tersebut yang kecil dan imut.
Tante Fany meremas rambut milik Evan karena merasakan kenikmatan dari sentuhan lembut bibir dan lidah Evan yang sedang menyapu bersih dan menelusuri setiap sudut dari gunung kembar miliknya.
"Terus Van kamu sangat pandai sekarang, Tante suka itu?" ucap manja Tante Fany sambil tersenyum dan meremas rambut milik Evan.
"Enak yah Tan?" Lalu Evan meremas kembali dada milik Tante Fany sambil menjulurkan sapu lidahnya, mengikuti lekuk dari dada milik Tante Fany dan menyapu sampai bersih supaya tidak ada kotoran yang menempelnya.
"Nikmat banget Van, kebawah dong Van biar Tante tambah menikmatinya" Tante Fany sangat senang karena Evan sudah mulai pandai bermain dengan dirinya.
Lalu bibir Evan menelusuri jalan menuju ke perutnya Tante Fany dan terus turun ke jalan dimana ada lobang jurang yang di tumbuhi banyak pepohonan yang kecil dan tipis, Evan mulai masuk kedalam lobang jurang itu .
__ADS_1
Tante Fany meremas rambut Evan dengan erat karena merasa lobang jurang yang penuh dengan bebatuan dan pepohonan kecil miliknya sedang dijelajahi oleh Evan.
Lalu Evan memasukkan jarinya ke dalam lobang jurang itu mencari barang kecil yang ada di dalam jurang yang dalam dan terjal itu sambil mendorong maju supaya bisa mendapatkan barang kecil milik Tante Fany tersebut.
Setelah mereka berdua bermain dengan panas dan keringat mereka berdua bercucuran membasahi tubuh seperti habis mandi.
"Kamu suka sayang?" tanya Tante Fany sambil membelai pipinya Evan.
"Suka banget dong Tan, penginnya setiap hari kita melakukan ini, hehehe..." balas Evan sambil tersenyum cengengesan menggoda Tante Fany.
"Maunya? kamu harus rutin minum jamu biar senjata kamu kuat dan tahan lama dong?" ucap manja Tante Fany sambil tersenyum membelai pipinya Evan.
"oke Tan, nanti aku akan minum jamu setiap hari biar senjataku kuat dan perkasa" jawab Evan sambil tersenyum kepada Tante Fany.
__ADS_1
"Iya dong sayang? kalau bisa biar senjata kamu itu semakin besar dan panjang, jadi nanti Tante bisa merasakan kenikmatan yang luar biasa" ucap Tante Fany sambil tersenyum kepada Evan.