Gairah Tante Kos

Gairah Tante Kos
Tertidur di sofa


__ADS_3

#Terima kasih atas dukungannya, semoga karya author semakin berkembang dan bisa menghibur bagi pembaca semua#


Fitri menginginkan lebih karena dirinya sudah terbawa suasana yang semakin memanas itu, tapi Dimas menahannya, karena ia tidak ingin menodai kesucian cintanya, Dimas tak akan melakukan hubungan badan sebelum mereka menikah. ''sudah yah jangan di teruskan?'' ucap Dimas kepada Fitri.


''Sudah tanggung mas? aku sudah menginginkannya? ayolah?'' rengek Fitri karena dirinya sudah terlalu terbawa suasana yang panas itu.


''Sabar yah sayang? tunggu kita menikah dulu? baru kita melakukan apa yang kamu inginkan itu?'' balas Dimas membujuk Fitri agar tidak terlalu jauh dalam bercinta sebelum menikah.


''Tapi mas? aku sudah..'' sebelum Fitri melanjutkan bicaranya, Dimas langsung memotongnya ''sudahlah sayang, pakai baju mu kembali?'' ucap Dimas yang memotong perkataan dari Fitri.


''Kamu tahan hasrat mu dulu sampai kita resmi menikah yah?'' ucap Dimas lagi sambil membantu Fitri memakai bajunya kembali.


''Iya..iya..'' jawab Fitri sambil cemberut.

__ADS_1


''Bukan aku tak mau melakukan keinginan kamu sayang, itu demi kebaikan kita nanti? aku sangat sayang padu mu Fit? aku tak mau menodai kesucian kamu sebelum kita menikah'' ucap Dimas memberikan penjelasan kepada Fitri.


Dimas memeluk Fitri sambil membelai rambut wanita itu, ''maaf kan aku yah sayang, kali ini aku belum bisa memenuhi keinginan kamu itu?'' ucap Dimas sambil terus membelai rambut kekasihnya itu dengan lembut.


''Iya mas, maafin aku juga karena sudah terbawa nafsu?'' balas Fitri sambil mengelus dada lelaki itu.


''Aku akan secepatnya menikahi kamu, supaya kamu bisa menyalurkan gelora jiwa mu itu?'' ucap Dimas lagi sambil tersenyum kepada Fitri.


Dimas mengecup keningnya Fitri dengan lembut sambil terus membelai rambut wanita itu, Fitri lalu membaringkan kepalanya di pangkuan Dimas, hari sudah mulai larut malam, mereka berdua tanpa terasa tertidur di sofa yang ada ruang tamu tersebut sampai pagi.


Suara kokok ayam membangunkan Bu Lina, berlahan matanya mulai terbuka dan melirik jam dinding yang ada di kamarnya, Bu Lina segera bangkit dan berjalan ke kamar mandi, setelah mencuci muka ia bergegas membereskan peralatan dapur yang sudah kotor lalu mencucinya sampai bersih.


Selesai mencuci peralatan dapur, Bu Lina segera memasak, ''tumben Fitri belum bangun, biasanya jam segini sudah bantuin aku memasak?'' gumam Bu Lina lirih sambil mengiris tempe.

__ADS_1


Satu jam kemudian akhirnya Bu Lina selesai memasak dan berjalan ke kamar anaknya, ''loh kok pintunya gak di kunci?'' gumam Bu Lina dalam hatinya, setelah membuka pintu kamar anaknya Bu Lina tak melihat Fitri ada di dalam, ''kemana tuh anak?'' gumam Bu Lina lirih lalu berjalan mencari keberadaan anaknya itu.


Bu Lina berjalan menuju ke ruang tamu setelah sampai Bu Lina hanya geleng-geleng kepalanya, ''dasar anak muda? kenapa tidur di sofa?'' gumam Bu Lina yang melihat Fitri yang sedang tidur di pangkuannya Dimas. ''nak ayo bangun? sudah pagi?'' ucap Bu Lina sambil menggoyangkan lengan anaknya yang masih tidur di pangkuan Dimas.


Dimas yang mendengar suara dari Bu Lina berlahan membuka matanya, ''eh Ibu?'' sapa Dimas kepada Bu Lina dengan sedikit rasa malu karena tertidur di rumah Fitri.


''Sudah pagi nak Dimas, kamu bangunin fitri gih? Ibu ke dapur dulu?'' ucap Bu Lina menyuruh DImas untuk membangunkan Fitri, Bu Lina berjalan menuju ke dapur lagi.


Dimas membangunkan Fitri, ''sayang ayo bangun? sudah pagi nih?'' ucap dimas sambil menepuk pipinya Fitri dengan pelan.


''Bentar lagi mas, masih ngantuk?'' jawab Fitri sambil matanya terpejam.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2