
#Dukung terus novel ini supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini. Terimakasih# (21+).
Desi lalu menyambar kunci motor dan bergegas keluar dari toko pakaian milik Tante Fany.
"Mau kemana Des?" Tanya Marni karena melihat Desi yang sedang buru-buru.
"Mau jalan-jalan sambil cuci mata" jawab Desi meledek Marni yang suka usil terhadap dirinya.
"Nanti gue bilangin sama Bu Fany baru tau rasa lu?" Celoteh Marni yang tidak suka kepada Desi, karena Desi menjadi karyawan kesayangan Bu Fany.
"Coba aja bilang!, Gue pergi dulu, dah.." Desi lalu berjalan keluar lalu mengendarai sepeda motor menuju ke rumah Tante Fany.
"Dasar songong!" Gerutu Marni yang melihat Desi keluar dari toko pakaian tersebut.
Desi melaju dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Tante Fany, sesampainya di halaman rumah itu lalu Desi memarkirkan motornya, setelah itu berjalan menuju ke arah pintu depan dan hendak mengetok-ngetok pintu tapi gak jadi, karena pintu tersebut terbuka sedikit, berlahan Desi membuka pintu tersebut dan mendengar suara lirih seorang wanita dan suara Evan yang sedang bermanja memadu kasih.
Desi berjalan pelan menuju ke sofa dan dilihatnya Evan sedang berhubungan intim dengan seorang wanita, keringat mereka berdua bercucuran membasahi tubuh, Desi hanya menelan ludahnya karena melihat Evan sedang berolahraga dengan wanita itu.
__ADS_1
"Evan" gumam lirih Desi yang di dengar oleh Evan dan Lala.
"Desi? Ngapain kamu kesini?" Evan bertanya kepada Desi sambil terus menggerakkan tubuhnya yang sedang berolahraga dengan Lala.
"Siapa dia sayang?" Lala bertanya kepada Evan mengenai Desi yang baru saja datang tanpa mereka sadari.
Desi terus menelan ludahnya karena melihat Lala yang sedang menikmati olahraga bersama Evan.
"Dia karyawan Tante Fany di toko pakaian miliknya sayang" jawab Evan kepada Lala dan terus menggerakkan tubuhnya karena sedang tanggung, tak memperdulikan kehadiran Desi.
Desi hanya diam mematung sambil melihat adegan mereka berdua yang masih berolahraga tanpa rasa malu dengan kehadiran dirinya, Desi terus menelan ludahnya sendiri.
"Sebenarnya kamu ke sini mau apa?" Evan bertanya kepada Desi yang masih berdiri di balik sofa tersebut.
"Aku disuruh mengambil buku oleh Bu Fany" jawab Desi dengan hati yang bergejolak ada hasrat yang terpendam ingin dikeluarkan.
"Ya sudah kamu cari buku itu lalu pergi dari sini?" Evan menyuruh Desi untuk segera mencari buku kecil tersebut.
__ADS_1
"I..ya Van" balas Desi dengan terbata, lalu Desi mencari buku kecil tersebut sambil terus mendengarkan suara lirih dari bibir Lala yang manja dan kenikmatan.
Desi tidak fokus mencari buku kecil tersebut karena suara lirih dari Lala dan Evan yang menggangu pikirannya. "Akh mereka, aku harus cepat menemukan buku tersebut" gumam Desi sambil terus mencari buku kecil tersebut.
"Sudah ketemu belum?" Tanya Evan sambil terus mendorong tumbuhnya bersama dengan Lala.
"Belum!" Jawab Desi dan terus mencari buku kecil tersebut. "Ini dia bukunya" gumam Desi yang baru saja menemukan buku kecil tersebut.
"Sudah ketemu Van, aku pergi dulu" ucap Desi lalu berjalan menuju pintu.
"Jangan lupa tutup pintunya kembali!?" Evan menyuruh Desi untuk menutup pintu lagi dengan rapat.
"Iya Van!" Jawab Desi lalu menutup pintu tersebut dengan rapat.
Desi lalu berjalan menuju ke sepeda motornya dan melaju meninggalkan rumah tersebut dan kembali ke toko pakaian milik Tante Fany.
*Bersambung*
__ADS_1