
#Jangan lupa baca juga "gairah sang Milyader" lebih seru ceritanya dan follow juga kasih bintang lima, supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini terimakasih #.
Evan sedang duduk di ruang tengah sambil corat coret di kertas, lalu istrinya datang menghampirinya sambil membawa minuman dan cemilan untuk suaminya.
"Kamu lagi ngapain mas?" Lala bertanya kepada suaminya yang sedang sibuk dengan penanya.
"Aku mau buka usaha sendiri, gimana pendapat mu?" Jawab Evan sambil menoleh ke arah istrinya.
"Aku sih selalu mendukung kamu mas? Mau usaha apa emangnya?" Sahut Lala kepada suaminya sambil tersenyum.
"Rencananya sih aku mau buka toko sembako, gimana?" Ucap Evan menjelaskan tentang usaha yang akan dijalaninya.
"Itu bagus dong sayang? Aku mendukungmu" balas Lala sambil bergelayut di lengannya Evan, "emang kamu ada modal buat buka toko sembako sayang?" Ucap Lala lagi kepada suaminya.
"Aku akan jual sawah yang ada di kampung buat modal usaha, kamu do'a kan yah semoga semuanya berjalan dengan lancar?" Ucap Evan sambil mengecup kening istrinya.
__ADS_1
"Aku akan selalu berdoa untuk kamu mas dan anak kita yang masih ada di sini?" Balas Lala sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membesar.
"Anakku, do'a kan Papah yah biar sukses?" Ucap Evan sambil mencium perut istrinya dan juga mengelusnya.
"Iya Papah, Dede akan selalu mendoakan Papah biar sukses" sahut Lala yang menirukan suara anak kecil sambil mengelus perutnya.
"Makasih anakku" balas Evan lalu mencium perut istrinya lagi.
Lala sangat senang karena Evan mau bertanggung jawab dan menafkahi walaupun seadanya dan semampu Evan untuk mencari uang, Evan juga senang karena Lala tidak selalu menuntut tentang nafkah yang diberikannya, Evan akan terus berusaha untuk membahagiakan keluarga kecilnya.
"Gimana mas apa uangnya cukup untuk membangun toko sembako itu?" Lala menanyakan keuangan yang dipegang oleh suaminya apakah cukup untuk membangun toko sembako tersebut.
"Kita cek dulu bahan bangunan yang sudah habis, nanti pesan lagi?" Sahut Evan lalu menoleh kearah istrinya.
"Pak Evan, ada yang mencari tuh?" Ucap salah satu kuli bangunan sambil menunjuk ke arah mobil toko bangunan yang baru saja datang.
__ADS_1
Evan dan Lala menghampiri mobil tersebut lalu menanyakan kepada sopirnya "ini ada apa yah Pak?" Ucap Evan kepada sopir tersebut.
"Apa anda yang bernama Evan?" Balas sopir dan bertanya kepada Evan
"Betul, saya sendiri orangnya? Ada apa yah?" Ucap Evan kepada sopir tersebut.
"Ini ada kiriman bahan-bahan bangunan untuk anda?" Balas sopir tersebut lalu menunjukkan isi dari mobil tersebut yang berisi bahan-bahan bangunan.
"Maaf saya tidak memesan bahan bangunan ini?" Ucap Evan yang merasa dirinya tidak memesan bahan bangunan itu.
"Pak Evan, ini kiriman dari seseorang untuk anda?" Balas sopir tersebut sambil menjelaskan barang-barang itu dari seseorang yang berniat memberikan bahan bangunan tersebut kepada Evan
"Kalau boleh tahu siapa orang yang mengirim semua ini?" Evan menanyakan siapa orang yang telah berbaik hati mengirim bahan bangunan tersebut kepada dirinya.
Sopir tersebut lalu memberikan nota pembelian orang itu "ini notanya pak, silahkan anda baca sendiri?" Ucap sopir tersebut.
__ADS_1
*Bersambung*