Gairah Tante Kos

Gairah Tante Kos
Dibawa ke gudang


__ADS_3

#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#.


Waktunya Dimas menjemput Fitri di kampus, Dimas melajukan motornya menuju ke kampus tak lama kemudian akhirnya sampai di depan pintu gerbang, Dimas memarkirkan motornya sambil menunggu Fitri keluar dari kelasnya. Dimas mendekati satpam yang berjaga dan mengobrol "belum pada pulang ya Pak?" Dimas bertanya kepada satpam tersebut.


"Belum mas, mungkin sebentar lagi" jawab satpam tersebut sambil melihat jam tangannya.


"Sudah lama bekerja di sini Pak?" Dimas menanyakan kepada satpam itu lagi sambil memainkan kunci mobil.


"Sudah sepuluh tahun mas, yah beginilah nasib lulusan SMA?" Satpam tersebut berkata sambil menceritakan dirinya yang hanya lulusan SMA saja.


"Bersyukur aja Pak, yang penting halal toh?" Balas Dimas menyemangati satpam tersebut.


Tak lama kemudian mahasiswa dan mahasiswi keluar dari kelasnya hendak pulang ke rumah masing-masing. Dimas celingak-celinguk mencari Fitri yang belum kelihatan batang hidungnya.


"Kamu mencari Fitri?" Ucap wanita yang menghampiri Dimas dan satpam tersebut.

__ADS_1


"Iya, apa kamu melihatnya?" Jawab Dimas kepada wanita tersebut.


"Tadi aku lihat Fitri dibawa oleh Yogi dan temannya ke gudang belakang" jawab wanita itu dan menceritakan apa yang sudah di lihatnya.


"Oke makasih infonya, ayo Pak kita kesana?" Dimas mengajak Pak satpam tersebut.


Sedangkan di gudang belakang Fitri sedang diseret untuk masuk ke dalam gudang tersebut, "ayo ikut aku?" Yogi dengan kasar menarik tangan Fitri.


"Aku gak mau? Lepaskan tanganku?" Fitri berusaha untuk memberontak terhadap Yogi.


"Sekarang kamu harus jadi milikku, aku harus merasakan yang pertama, ayolah cantik?" Ucap Yogi yang terus menciumi leher milik Fitri.


"Lepaskan aku Yog? Kamu jahat!!" Fitri berusaha untuk melarikan diri dari pelukan Yogi.


"Aku harus bisa menikmati tubuhmu yang mulus ini cantik?" Yogi terus berusaha untuk mendapatkan keperawanan milik Fitri.

__ADS_1


"Brakkkhh... LEPASKAN!!!!" Pintu gudang terbuka dan Dimas bersama Pak satpam muncul dari balik pintu tersebut. Yogi menoleh dan menghentikan aksinya.


Dimas langsung meloncat dan menghantam Yogi "hiatzz, bughhh, bughh, bughh" sudah ku bilang jangan ganggu Putri lagi "bughhh, bughh, bughh" Dimas memukul lagi.


Muka Yogi langsung babak belur dan tersungkur ke lantai, Dimas masih belum puas lalu menginjak perut Yogi "dughh, dugghhh, dughh". Pak satpam langsung memeluk tubuh Dimas supaya Dimas lebih tenang dan mengatur emosinya "udah mas, udah?". Dimas lalu berhenti dan mendekati Fitri "kamu tidak apa-apa?" Ucap Dimas sambil memegang kedua pipinya Fitri.


"Aku tidak apa-apa, kamu datang tepat waktu" Fitri langsung memeluk tubuh Dimas sambil berkata "makasih kamu sudah menolongku".


Dimas mengelus punggung milik Fitri "yang penting kamu baik-baik saja.


Lalu Dimas berjalan mendekati Yogi lagi "aku peringatkan lu sekali lagi? Kalau lu masih ganggu Fitri lagi? jangan harap lu bisa hidup?! camkan itu!!?" Lalu Dimas menoleh ke arah temannya Yogi "dan lu!, teman macam apa yang tidak bisa mencegah teman lu sendiri berbuat hal yang memalukan ini?!" Dimas memperingatkan Yogi dan temannya untuk tidak mengulangi lagi untuk berbuat jahat kepada Fitri.


"Bawa temanmu pulang? Cepat!!!" Dimas menyuruh teman Yogi untuk membawa Yogi pergi.


Yogi langsung dibawa temannya untuk pulang dan mengobati lukanya. Dimas dan Fitri meninggalkan gudang tersebut dan diikuti oleh Pak satpam.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2