Gairah Tante Kos

Gairah Tante Kos
Merayakan kemenangan


__ADS_3

#Dukung terus novel ini supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini. Terimakasih# (21+).


Fitri lalu mengajak Dimas untuk pulang, sesampainya di rumah Fitri menceritakan semuanya kepada Dimas mengenai dirinya yang tidak bisa ikut interview di perusahaan tersebut.


"Kamu yang sabar yah Fit, aku akan coba bantu kamu dan mencari tahu siapa orang yang tega memfitnah kamu" Dimas selalu mendukung Fitri, dirinya akan mencari tahu siapa orang yang telah memfitnah Fitri.


"Makasih ya mas, kamu selalu mendukungku dan membuat aku tak patah semangat" balas Fitri yang memuji Dimas karena selalu ada dan selalu mendukungnya. "Kamu selalu ada disaat aku sedang down dan memberikan semangat kepadaku". Fitri berkata sambil memegang tangan Dimas dengan lembut.


"Gak usah berterima kasih kepadaku Fit, kebahagiaan mu adalah kebahagiaan ku juga" ucap Dimas yang membalas sentuhan lembut dari tangannya Fitri, sambil menepuk punggung tangan lembut Fitri.


Sedangkan di rumah kos, Evan dan Lala merayakan keberhasilan rencananya yang menghalangi Fitri untuk bisa masuk kedalam perusahaan tersebut, mereka berdua merayakan dengan minuman beralkohol yang membuat keduanya mabok.


"Rencana licik kamu hebat sayang" ucap Lala kepada Evan dengan kondisi yang sedang mabok.

__ADS_1


"Itu juga berkat kamu yang telah menyampaikan informasi itu kepada ketua HRD tersebut La" balas Evan lalu meminum air botol tersebut "gluk, gluk, gluk, ahh".


"Kamu tambah cantik aja La" Evan berkata sambil mendekatkan wajahnya di depan wajah Lala.


"Kamu juga tampan sayang" jawab Lala dan mencium bibir Evan dengan lembut.


Evan membalas bibir manis milik Lala dengan menjulurkan lidahnya menelusuri setiap sudut bibir itu, mereka melakukan hubungan intim di ruang tamu dalam keadaan sedang mabok, Evan terus membuka pakaian milik Lala sampai terlepas semua, lalu membuka pakaiannya sendiri.


Evan dengan semangat menyatukan kehangatan dengan tubuh milik Lala, bibir mereka masih bergulat saling menikmati permainan tersebut. Tangan Lala mencengkram kuat kedua lengan milik Evan karena merasakan dorongan yang nikmat dari Evan.


"Suka banget sayang" jawab Lala yang masih mencengkram erat kedua lengannya Evan.


Sedangkan di toko pakaian, Tante Fany sedang mencari buku kecil yang biasa untuk menulis barang yang akan di retur, lalu Tante Fany memanggil Desi untuk membantunya "Des kesini sebentar?". Desi bergegas menuju ke ruangan Tante Fany.

__ADS_1


"Ada apa Bu?" Tanya Desi kepada Tante Fany.


"Bantu aku mencari buku kecil, ayo cepat bantu?" Jawab Tante Fany dan menyuruh Desi untuk mencarinya.


Desi membantu untuk mencari buku kecil tersebut, sambil celingak-celinguk dan melihat-lihat ke berbagai kolong meja maupun kolong lemari kecil yang ada di ruangan tersebut.


"Gak ada Bu?" Ucap Desi yang masih belum menemukan buku kecil tersebut.


"Coba cari lagi Des?" Jawab Tante Fany dan menyuruh Desi untuk tetap mencari buku kecil tersebut.


"Coba Ibu ingat-ingat barang kali tertinggal di rumah?" Desi memberikan saran kepada Tante Fany untuk mengingat kembali tentang buku kecil tersebut. Tante Fany lalu berfikir dan terus mengingat dimana dirinya menaruh buku kecil tersebut.


"Waduh benar Des, buku itu ketinggalan dirumah, tadi pagi sehabis aku baca lalu aku taruh buku itu di atas lemari kecil yang ada di ruang tamu, coba kamu cari buku itu di rumah saya, kalau sudah ketemu bawa kesini?" Tante Fany menyuruh Desi untuk mengambil buku kecil tersebut di rumahnya.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2