
#Dukung terus novel ini supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini. Terimakasih# (21+).
Mereka berdua Dimas dan Bu Santi menuju ke panti asuhan setelah mereka sampai lalu Bu Santi menyuruh Dimas untuk menunggu, Dimas sangat senang dengan anak-anak panti tersebut.
"Halo om? Om gak ikut masuk? Ayo om masuk?" Celoteh salah satu dari anak panti tersebut mengajak Dimas untuk masuk.
"Iya cantik, nama kamu siapa?" Jawab Dimas dan tersenyum kepada anak panti tersebut.
"Nama aku Lia om, nama om siapa?" Jawab Lia dan balik bertanya kepada Dimas.
"Namanya om Dimas, om boleh gendong Lia?" Jawab Dimas dan menyuruh Lia untuk naik ke kebelakang badannya.
"Lia udah besar om, sudah bisa berjalan sendiri" jawab Lia menolak ajakan Dimas.
"Anak pinter kamu?" Ucap Dimas sambil tersenyum kepada Lia dan mengelus rambut milik Lia.
Dimas duduk sambil menunggu Bu Santi, tak lama kemudian akhirnya yang ditunggu datang juga. "Ayo kita pulang?" Bu Santi menyuruh Dimas untuk mengantar dirinya pulang.
__ADS_1
Setelah Bu Santi naik ke motor lalu Dimas bergegas menjalankan motornya. Sedangkan Evan dan Lala sedang ribut dengan pekerjaannya "kamu gimana sih La? Ayo kerjakan?" Evan menyuruh Lala untuk segera mengerjakan pekerjaannya.
"Males Van" jawab Lala acuh tak acuh kepada Evan.
"Kamu niat kerja gak? Kalau gak mau kerja sana pulang?!" Ucap Evan yang kesal dengan kelakuan Lala karena tidak semangat bekerja di hari pertamanya.
"Kok kamu ngotot sih?!" Balas Lala sambil melotot kearah Evan.
"Kalau kamu kayak gini, lama-lama akan dipecat La?" Ucap Evan menasehati Lala.
"Bodo amat!" Jawab Lala ketus terhadap Evan.
"Lu gak usah ikut campur?!" Jawab Lala sambil melotot kearah Jaka.
"Terserah kalian? Kalau ada apa-apa jangan libatkan karyawan yang lainnya?" Ucap Jaka lalu meninggalkan mereka berdua.
"Urus aja urusan lu sendiri!" Cerocos Lala yang melihat Jaka meninggalkan dirinya.
__ADS_1
Evan terus mengerjakan pekerjaannya sedangkan Lala masih cemberut sambil kepalanya ditopang kedua tangannya diatas meja.
"Kamu buat brosur seperti ini dan cetak 1000 lembar?" Celetuk Sinta sambil memberikan kepada Lala contoh brosur yang akan dicetak, "harus selesai sore ini? Kalau gak? Lu harus lembur sampai malam?" Lalu Sinta pergi meninggalkan Lala yang masih berdiam diri.
"Hah lembur?" Gumam Lala dalam hatinya lalu Lala cepat-cepat membuat brosur tersebut supaya dirinya tidak lembur.
"Pintar juga kamu ngerjain si Lala itu?" Ucap Jaka kepada Sinta.
"Bukan ide aku, tapi ide Bu Fitri atasan kita Jak?" Jawab Sinta menjelaskan kalau ide tersebut bukan darinya melainkan dari Fitri, karena Fitri mendapat laporan dari bawahannya kalau karyawan baru yang bernama Lala malas bekerja, oleh karena itu Fitri menugaskan Sinta untuk memberikan brosur tersebut kepada Lala.
"Memang Bu Fitri jenius pantas untuk menjadi atasan kita Sin" ucap Jaka yang mengagumi kecerdasan Fitri.
"Iya Jak, selain orangnya ramah dia juga tegas mengambil sikap kepada bawahannya?" Jawab Sinta yang juga mengagumi kepemimpinan yang dipegang oleh Fitri.
"Betul banget Sin, pokoknya Bu Fitri top markotop deh" ucap Jaka sambil mengacungkan jempolnya kepada Sinta.
Mereka berdua lalu melanjutkan pekerjaannya masing-masing.
__ADS_1
*Bersambung*