Gairah Tante Kos

Gairah Tante Kos
Teh hangat buatan camer


__ADS_3

#Terima kasih atas dukungannya, semoga karya author semakin berkembang dan bisa menghibur bagi pembaca semua.#


Fitri masih enggan untuk bangun dari pangkuan Dimas, walaupun kakinya terasa pegal-pegal namun Dimas tak memperdulikannya demi Fitri kekasihnya itu, ''ayo bangun sayang? sudah pagi?'' ucap Dimas sambil menepuk pelan pipinya Fitri.


''Jam berapa sekarang mas?'' Fitri bertanya kepada Dimas sambil menguap dan menggeliat.


''Sudah jam setengah enam pagi sayang? ayo bangun?'' balas Dimas menyuruh Fitri untuk segera bangun dari pangkuannya.


''Hah?! jam setengah enam? aku harus bantuin Ibu memasak?'' ucap Fitri sambil menutup mulutnya dengan tangan karena sedang menguap.


''Ya sudah cepat kamu bantuin Ibu?'' balas DImas sambil memijat pelan kedua pundaknya Fitri.


Fitri bangkit dan berjalan menuju kamar mandi, setelah mencuci mukanya ia berjalan menghampiri Ibunya di dapur, ''sudah selesai semua? kamu gak perlu bantuin Ibu?'' ucap Bu Lina yang melihat Fitri menghampiri dirinya.


''Maaf yah Bu? aku bangunnya telat, jadi gak bantuin Ibu memasak?'' sahut Fitri sambil tersenyum kepada Ibunya.


''Ya sudah kamu mandi dulu?'' balas Bu Lina menyuruh Fitri untuk segera mandi.

__ADS_1


''Ya Bu, aku mandi dulu?'' jawab Fitri lalu berjalan meninggalkan Ibunya.


Bu Lina membuatkan minuman hangat untuk Dimas, berjalan sambil membawa nampan yang berisi minuman, Bu Lina menghampiri Dimas yang masih ada di ruang tamu, ''Ini diminum dulu mumpung masih hangat nak?'' ucap Bu Lina sambil menaruh minuman itu di atas meja.


''Makasih Bu'' balas Dimas sambil tersenyum ramah kepada Bu Lina lalu mengambil minuman itu dan menyeruputnya, ''srupps..ahhh..''.


Bu Lina meninggalkan Dimas dan menuju ke dapur, selesai mandi Fitri menghampiri Dimas, ''mas kamu mandi dulu sana?'' Fitri menyuruh Dimas untuk mandi.


''Ya bentar, ni lagi nikmatin teh hangat buatan Ibu?'' balas Dimas sambil mengangkat gelas minuman itu dan menunjukan kepada Fitri.


''Iya..iya..'' ucap Dimas lalu berjalan menuju ke kamar mandi di rumah itu.


Setelah Dimas selesai mandi dan makanan sudah siap, mereka bertiga sarapan pagi bersama, Fitri mengambilkan nasi untuk Dimas ''segini cukup mas?'' ucap Fitri kepada Dimas.


''Cukup Fit!?'' balas Dimas sambil tersenyum kepada Fitri.


Bu Lina yang melihatnya ikut tersenyum kepada mereka, ''semoga kalian berjodoh?'' gumam Bu Lina dalam hatinya melihat kedekatan anaknya dengan Dimas.

__ADS_1


Mereka makan dengan lahap sambil mengobrol, sesekali Fitri menjahili Dimas, Bu Lina pun tersenyum kepada mereka berdua.


''Ayo nambah nak Dimas?'' ucap Bu Lina kepada Dimas agar mau menambah makannya.


''Sudah kenyang Bu? aku makannya gak terlalu banyak'' balas Dimas sambil tersenyum ramah kepada calon mertuanya itu.


''Mas Dimas makannya sedikit Bu, tapi kalau nyemil jangan tanya lagi deh?'' celetuk Fitri menjahili Dimas sambil tersenyum cengengesan.


''Siapa yang suka nyemil? aku atau kamu, hehehe...'' balas Dimas membela dirinya sambil ikut cengengesan kepada Fitri.


''Udah gak usah ribut? ayo lanjutkan makannya?'' ucap Bu Lina melerai mereka berdua.


''Iya Bu, mas Dimas tuh suka jahil sama aku?'' sahut Fitri sambil melirik kepada Dimas.


Mereka melanjutkan untuk menikmati masakan yang sudah di buat oleh Bu Lina itu dengan lahap, sesekali bercanda dan tawa, mereka sangat akrab, Bu Lina selalu mendoakan kebaikan kepada mereka berdua.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2