
#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#.
Dimas dan Fitri berjalan menuju ke sepeda motornya, setelah berpamitan dengan Pak satpam, lalu mereka berdua pergi dari tempat itu dan menuju pulang ke rumahnya Fitri. Setelah sampai lalu masuk ke dalam rumah.
Evan baru saja sampai di rumah kosnya dan langsung masuk kedalam kamarnya, Tante Fany yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala, lalu mendekat ke kamarnya Evan "tok, tok, tok"
"Van makan dulu? Ini sudah Tante siapin di meja?" Tante Fany berkata kencang kepada Evan, karena pintu kamarnya ditutup.
Tante Fany lalu kembali ke ruang tengah sambil nonton film, sedangkan Evan masih mengurung diri di dalam kamar "kenapa sih itu anak? Tumben sangat murung?" Gumam Tante Fany yang duduk sambil nonton film. Lalu Tante Fany menelfon Zaky dan menyuruh datang kerumahnya.
Sesampainya Zaky datang lalu Tante Fany mengajak Zaky duduk di ruang tengah sambil nonton film "kamu tahu apa yang sedang terjadi dengan Evan?" Tante Fany bertanya kepada Zaky sambil mengelus lengan panjang Zaky.
"Yang aku tau sih, karena Fitri sedang dekat dengan laki-laki lain Tan" jawab Zaky sambil tersenyum melirik ke arah Tante Fany.
__ADS_1
"Oh jadi seperti itu masalahnya" ucap Tante Fany lalu menyandarkan kepalanya di bahu Zaky dan mengelus dada milik Zaky tersebut.
"Emangnya Evan kenapa Tan?" Zaky menanyakan tentang Evan kepada Tante Fany.
"Tadi Tante lihat, Evan pulang dari kampus dengan wajah yang murung tak semangat seperti biasanya" jawab Tante Fany sambil mengelus dada milik Zaky.
"Evan sekarang dimana Tan?" Zaky bertanya lagi kepada Tante Fany sambil membelai rambut milik Tante Fany.
"Masih murung di dalam kamar dan gak mau makan" balas Tante Fany yang terus membelai dada milik Zaky sambil melepas kancing baju tersebut.
"Iya sih biasanya kalau tengah malam mencari makanan di dapur" sahut Tante Fany yang sudah melepas seluruh kancing baju milik Zaky, dan terus mengelus dada tersebut sampai ke perutnya Zaky.
"Tante sudah makan belum?" Zaky bertanya lagi kepada Tante Fany sambil mencium pipi miliknya.
__ADS_1
"Kalau makan nasi sih sudah, tapi kalau makan ini belum?" Balas Tante Fany sambil tersenyum dan menunjuk kearah bawah lalu meremasnya.
"Oh makan itu, Tante mau?" Ucap Zaky yang menggoda Tante Fany, sambil menikmati miliknya sedang di remas oleh Tante Fany.
"Mau dong Zak?" Balas Tante Fany dengan manja.
Lalu Zaky membawa tubuhnya Tante Fany ke dalam kamar dan merebahkan di atas ranjang, lalu Zaky merangkak di atas tubuhnya Tante Fany. Mereka berdua melakukan olahraga malam yang penuh dengan bunga-bunga cinta terlarang, menikmati setiap sentuhan lembut dan dorongan yang membuat mereka berdua semakin menikmati permainan tersebut.
Evan yang berada di dalam kamar sedang bermain game online, Evan terus mengejar musuh-musuh yang baru turun dari terjun payung dan belum menemukan senjata. Evan membidik salah satu dari mereka "dor, dor, dor" satu persatu dari mereka tumbang.
Evan sambil mengendap-endap dirumah kosong terus mencari senjata dan obat-obatan yang dapat membantu dirinya dalam pertempuran di game tersebut. Sambil mengamati keadaan di luar rumah kosong tersebut, Evan naik ke lantai dua untuk membidik musuh yang akan mendekat.
__ADS_1
*Bersambung*