
#Terima kasih atas dukungannya semoga karya author semakin berkembang dan bisa menghibur bagi pembaca semua.#
Dirumah Lala Evan sudah bersiap untuk berangkat ke toko sembako miliknya, ''sayang, aku berangkat dulu yah?'' ucap Evan sambil mencium kening istrinya itu lalu mencium pipi anaknya.
''Iya mas, hati-hati di jalan?'' balas Lala kepada suaminya sambil mencium punggung tangan Evan.
Evan mengendarai sepeda motornya menuju ke toko miliknya, tak butuh lama akhirnya sampai juga di toko tersebut, Evan membuka toko itu dan menata barang dagangannya serta menyusun dengan rapih.
''Evan!!'' teriak Desi yang lewat di depan tokonya Evan sambil menjalankan sepeda motornya menuju ke toko milik Tante Fany.
''Iya Des!?'' balas Evan sambil menata barang dagangannya, ''sudah lama kita gak ketemu Des?'' gumam Evan lirih sambil melihat Desi yang terus menjalankan sepeda motornya.
Evan duduk sambil menunggu warga yang ingin berbelanja di tokonya, ''semoga hari ini banyak warga yang membeli di toko ku?'' gumam Evan dalam hatinya berharap supaya hari ini tokonya laris banyak pembeli.
Hari semakin siang tapi belum ada pembeli yang datang, ''hai sayang?'' suara Maya yang baru saja datang dan menghampiri Evan.
__ADS_1
''Eh kamu? ngagetin aja, ayo masuk dan temenin aku?'' balas Evan yang sedikit kaget dengan kedatangan Maya.
Maya pun masuk dan duduk di pangkuan Evan sambil bergelayut di pundak lelaki itu, ''kenapa tadi kamu melamun sayang?'' ucap Maya sambil mengelus dada lelaki itu.
''Siapa yang melamun, aku tadi lagi berfikir supaya dagangan ku bisa berkembang?'' balas Evan sambil tersenyum dan membelai bibir manis milik Maya itu.
''Oh kirain tadi kamu sedang melamun?'' sahut Maya yang terus membelai dada lelaki itu dengan lembut.
Maya memang wanita yang cantik dan bertubuh ideal idaman banyak lelaki di kompleknya, terkadang Maya menggoda tetangganya untuk mendapatkan apa yang di inginkannya, entah itu harta maupun kepuasan dirinya.
''Emang kemarin aku gak cantik yah?'' balas Maya pura-pura cemberut kepada Evan.
''Bukan gitu sayang? dari kemarin kamu cantik kok, tapi hari ini kamu lebih cantik?'' ucap Evan lagi yang sedang merayu kepada Maya.
''Alah gombal?'' balas Maya sambil memukul pelan dada lelaki itu, ''sayang hari ini aku ingin beli pakaian tapi uangku gak cukup?'' ucap Maya lagi kepada Evan sambil merayunya.
__ADS_1
''Berapa yang kamu butuhkan sayang?'' balas Evan lalu mencium bibir manis milik Maya itu dengan lembut.
''Segini cukup?'' ucap Evan lagi sambil menjulurkan beberapa lembar uang yang berwarna merah.
''Cukup sayang, makasih yah, emmuach..'' balas Maya sambil menerima uang itu lalu mencium bibir Evan.
''Kamu temenin aku dulu di sini yah sayang biar aku gak bt?'' ucap Evan sambil membelai rambutnya Maya.
''Iya, aku akan temenin kamu sayang?'' balas Maya sambil mengelus lengan lelaki itu dengan lembut.
Maya terus menggoda Evan untuk mendapatkan apa yang di inginkannya, Evan menciumi bibir manis itu sambil menjulurkan lidahnya menelusuri setiap sudut, lidah mereka saling kejar-kejaran berbagi kehangatan dan saling membasahi bibir mereka.
Maya mengalungkan tangannya di pundak Evan sambil bibir mereka saling terpaut menghangatkan satu sama lainnya, Evan membopong tubuh Maya ke dalam kamar yang ada di toko itu tanpa memperdulikan tokonya.
Walaupun kamar itu kecil tapi cukup untuk mereka berdua memadu kasih, Evan merangkak di atas tubuh wanita itu sambil bibir mereka terus bermain, tangan Evan yang satunya mulai masuk ke dalam rok milik Maya.
__ADS_1
*Bersambung*